Selasa, 18 Juni 2013


Saat cahaya matahari masih setia untuk bersinar, saat sayupan angin senantiasa berhembus,saat itu pula aku merasa bahwa aku tak pernah menjadi sosok yang pantas untuk diperhatikan. Pandangan itu selalu aku temui sejak aku duduk kelas 6 SD. Tatapan yang mengisyaratkan ketidaksukaan mereka terhadap diriku. Seperti ada penilaian yang negatif dari diriku dalam benak mereka. Bukan maksud untuk suudzon namun inilah kenyataannya inilah fakta yang aku terima. Namun aku hanya mampu menganggap itu semua sebagai motivasiku agar bisa lebih baik dan membuktikan bahwa pandangan itu salah jika dilontarkan untuk diriku. Aku senantiasa berusaha untuk menjadi seorang teman sahabat yang baik untuk para teman dan sahabatku. Namun aku selalu merasa bahwa mereka hanya memerlukanku disaat mereka butuh saja. Mereka mau berbagi cerita disaat mereka benar-benar kesepian. Aku seperti patung yang hanya mampu diam tanpa sepatah katapun disaat mereka berkumpul dengan yang kawan yang mereka akrabi. Sebenarnya bukan niat aku untuk mengeluh atau tidak mau mensyukuri yang ada, hanya saja aku tidak pernah abis fikir dengan apa yang mereka lakukan. Akupun mencoba mengambil sisi positifnya agar aku tak merasa bahwa aku tersakiti. Aku masih punya Allah yang selalu setia dengan aku dimanapun kapanpun dan dalam keadaan apapun Dia selalu membantu aku. Aku hanya mampu berserah diri kepadanya untuk semua apa yang aku alami. Aku mencoba menerima dan menjadikan itu semua sebagai pelajaran hidupku untuk bisa lebih dewasa dalam menghadapi permasalahan apapun.
Aku bersyukur sekarangpun aku memiliki banyak teman meski tak seperti yang aku harapakan. Aku bangga menjadi seorang pendengar meski aku tak pernah untuk didengar. Aku bangga menjadi penasehat pemecah masalah meski terkadang nasehat yang aku inginkan tak pernah ada. Aku bangga bisa meringankan beban mereka meski mereka selalu memberatkan bebanku dan akupun bangga bisa membuat seseorang tertawa lepas karena bahagia meski sebenarnya hatiku tengah menangis karena luka yang senantiasa aku pendam sehingga membuatku terbiasa menyimpan segala permasalahan itu sendiri. Aku enjoy dengan hidupku saat ini aku mencoba menerima dan mengikhlaskan semua. Selayaknya kakak seniorku bilang bahwa apapun yang terjadi telah diatur oleh yang di Atas. Walau kita berbeda keyakinan namun ketaatan dia memotivasiku untuk tidak pernah melupakan Allah diamanapun kapanpun apapun yang terjadi.
Jujur memang aku mengharapkan dia untuk hadir dalam sepinya hati ini. Namun pengharapanku terlalu tinggi, keinginanku terlalu berlebihan. Akupun mencoba untuk mencintai ataupun cukup untuk mengidolakannya saja tanpa harus berniat untuk memilikinya. Akupun bersadar diri aku hanyalah selayaknya seekor itik kecil yang sangatlah tak ada keistimewaannya sama sekali. Bukan maksud untuk merendah ataupu tak mensyukuri apa yang diberikan oleh Allah, namun mencintai atau bahkan mengharapkan dia mampu menjadi pendampingkupun suatu hal yang mustahil. Dia ganteng,tinggi,putih,sangat perfectcionis dihadapan para perempuan pada umumnya. Tak mungkin juga jika dia mencintaiku karena diluar sana masih sangat banyak wanita yang cantik dan mampu mengimbangi ketampanannya. Akupun yakin ini perasaan hanyalah untuk sementara setelah ia lulus nanti ku rasa perasaan ini akan dengan sendirinya hilang. Sebuah keajaiiban meski ia hanya mengirim dindingku untuk mengucapkan selamat ulang tahun kelak. Tetapi aku berusaha mengubur serpihan-serpihan harapan itu yang takakan pernah menjadi kenyataan. Kinipun meski hanya mampu melihatnya dari kejauhan dan memandangi fotonyapun aku sangat merasa bahagia tanpa harus bisa kenal akrab dengan dirinya.
Terkadang aku sangat iri dengan teman-temanku yang lainnya bisa akrab dengan seseorang yang mereka idolakan. Malahan ada temanku yang bisa jadian dengan sang idola itu. Tetapi akupun berfikir ulang, “pantas tidak aku sama mas drajat” seperti namanya dia sangat memiliki drajat yang tinggi yang tak pernah aku bisa menjangkaunya. Kini aku harus terima jika memang akan ada gadis yang akan memilikinya tapi bukan AKU J

Hidup adalah perjuangan
Perjuangan dalam pencapaian kebahagiaan
Kebahagiaan sangatlah sederhana
Namun kebahagiaan sangatlah diimpikan banyak orang
Dengan adanya sebuah kebahagiaan maka kita lebih merasa bahwa dunia ini sangatlah berarti
Kehidupan memang kadang sulit untuk kita lalui
Namun itulah yang namanya kehidupan yang tak selamanya berjalan dengan mulus penuh dengan liku-liku perjalanan
Lakukan segala sesuatunya dengan sungguh-sungguh maka hasilnya akan sangatlah membanggakan

Terlahir dengan tubuh yang sempurna, penuh dengan kasih sayang meski sebenarnya jarang untuk bisa bertatp muka dengan orang tua, namun hal itu tak pernah bisa membutakan hati gadis mungil ini. Dia terlahir dengan penuh kenikmatan tak pernah mendapatkan suatu perlakuan yang kasar dari saudara ataupun keluarga besarnya. Dia selalu menjadi pusat perhatian dia selalu mendapatkan perhatian. Dia bak putri raja yang selalu terpenuhi apa yang ia minta. Sampai banyak orang yang mengira bahwa ia anak yang manja, anak yang tak pernah tau pekerjaan anak yang hanya bisa merepotkan banyak orang dan anak yang tak pernah bisa berfikir secara dewasa.
Dia memang cantik namun dia terlahir untuk menjadi seorang gadis yang tak pandai. Dia selalu kurang dalam prestasi akademiknya. Beda dengan kakaknya. Paras wajah yang lebih putih seperti orang cina dan otak yang bisa dibilang pandai. Kakaknya merupakan cucu kesayangan dari keluarga besarnya. Meski dia juga disayang, namun hal itu tak melebihi sayangnya keluarga kepada sang kakak. Sejak keil hidup kedua gadis mungil ini terpisah. Sang adek diasuh oleh adek dari ibunya, ia hidup serba kekurangan tak terawat sama sekali beda dengan kehidupan sang kakak yang sejak keil mendapatkan perhatian yang lebih dari keluarga besar sang ayah. Ia diberi makanan yang penuh gizi. Sedangkan sang adik hanya mampu makan seadanya saja ditambah tempat tinggal sang adik tidak mendukung untuk ia belajar karena mayoritas masyarakat disitu tak sekolah. Beda dengan kehidupan sekitar sang kakak yang semuanya sekolah.
Menginjak umur 3-4 tahun ibu kedua gadis mungil ini jatuh sakit, dn beliau menginginkan anak-anaknya kumpul menjadi satu dirawat oleh keluarga besar sang ayah. Meski terpisah sekian tahun tak pernah memisahkan jarak batin mereka. Mereka terlihat begitu akrab dan sangatlah rukun bagaikan pernah kenal sebelumnya. Padahal sejak lahir mereka telah hidup terpisah. Mereka seperti gadis kembar yang dalam segala model penampilan ataupun model pakaian disamakan persis tujuannya agar tak ada yang iri.
Kehidupan mereka selalu mangalami rotasi yang sangatlah berbeda. Setelah mereka besar banyak tantangan dalam hidup mereka yang harus mereka lalui. Mereka menemukan sebuah keluarga besar yang tak pernah bisa hidup rukun satu dengan yang lainnya. Mereka selalu merasa bahwa keluarganyalah yang selalu penuh dengan prahara. Tak pernah bisa saling membantu. Sampai merekapun merasa bahwa orang tuanyapun sudah tak peduli dengan kasih sayang ataupun perhatian yang seharusnya mereka berikan. Kedua gadis ini hanya merasa hidupnya tercukupi dengan hadirnya materi yang dikirimkan oleh orang tua mereka. Sekolahpun harus mereka urus sendiri. Namun sang adik selalu merasa tidak adil karena tiap zaman dia sekoloah ataupun penerimaan raport hanya sepupunyalah yang mampu mendampinginya. Tak ada orang tua yang disampingnya. Dia selalu berusaha untuk berfikir dewasa meski sebenarnya dia ingin berontak dengan apa yang terjadi pada dirinya.
Dia selalu bersikap dewasa dalam segala hal itupulalah yang mampu melatihnya untuk tidak selalu menyalahkan apa yang diperbuat orang lain. Karena ia merasa telah terbiasa untuk bisa lebih bersikap dewasa hingga sekarangpun pemikirannya lebih dewasa adiknya dibanding kakaknya karena sang kakak selalu mendapat segala pujian dari siapapun karena prestasinya yang mampu menembus sekolah negeri dan dibiayai oleh negara, sedangkan sang adik selalu diejek yang hanya menghabiskan uang orang tuanya saja. Banyak hal yang telah sang adik lakukan namun apa daya ia tak pernah berhasil untuk membuktikan bahwa ia setidaknya mampu mengimbangi sang kakak.
Ia sangatlah putus asa dalam usahanya mencari bukti demi meringankan beban orang tua. Kini ia telah menginjak umur 18 tahun mungkin bisa dibilang cukup dewasa untuk memikirkan cara yang tepat dalam meringankan bebab orang tuanya serta kakaknya. Iapun terus berusaha dengan bantuan banyak teman-temannya yang selalu mendukungnya dalam melakukan usaha demi kebahagiaan orang tuanya. J
Kini keseharian gadis mungil itu selalu berdoa berharap dan berusaha suatu nanti mampu mewujudkan harapannya untuk mampu meringankan bebabn orang tua dan membuktikan pada semuanya bahwa dirinya memang bisa, benar-benar bisa tak hanya DI MULUT SAJA J

Kesempatan tak datang 2 kali ??? pernyataan yang konyol namun terlalu sering untuk mereka percayai. Sebenarnya kesempatan itu selalu datang pada diri kita. Hanya saja kita sering tak memperhatikan kesempatan yang telah datang ke kita. Terlalu sering kita menutup mata untuk sekedar melihat bahwa kesempatan itu telah hadir di depan mata kita. Yang selalu kita lakukan hanya menoleh ke belakang mengingat segala kegagalan yang telah kita alami. Memang pantas kita untuk menoleh ke belakang tentang kegagalan yang tekah ita alami, namun hal itu menjadi tidak berlaku disaat kegagalan akan membuat kita semakin pesimis. Jadikan sebuah kagagalan itu pelajaran. Pelajaran untuk memperbaiki diri kita untuk tidak lagi melakukan sebuah kesalahan yang akan berakibat satu kata “ KEGAGALAN” ubah kata itu menjadi sebuah kata “ KESUKSESAN”. Kesuksesan memang tak mudah untuk dicapai namun jika kita lakukan semuanya dengan penuh suka cita tanpa adanya beban sedikitpun dalam diri kita maka semua itu akan terasa lebih ringan. Jadikan sebuah KESUKSESAN itu perjalanan jangan kau jadikan KESUKSESAN sebuah tujuan. Karena jika kamu mencapai perjalanan dengan kata kesuksesan maka yang diharap itu mampu menjadi penyemangat hidupmu untuk melanjutkan perjalanan itu. namun jika kau jadikan kesuksesaan adalah sebuah tujuan hidupmu maka jika kamu mampu sukses tetapi masih ditengah perjalanan hidupmu maka kamu akan merasa puas dengan pencapaian kesuksesan itu karena kamu akan berpendapat “ untuk apa aku berlanjut pada perjalanan hidup sampai akhir jika aku baru sampai pertengahan perjalananku sudah mencapai kesuksesan, semua itu hanya akan membuang-buang waktuku saja “ pernyataan yang konyol memang namun tanpa kita sadari sebenarnya inilah fakta yang sesungguhnya. J
Berhati-hatilah dalam pencapaianmu untuk menggapai kesuksesan yang telah kau impi-impikan selama ini. Jangan pernah tergiur akan keberhasilan yang mungkin sering mendatangimu, karena bisa jadi keberhasilanmu itulah yang akan mengantarkanmu pada senbuah kegagalan namun jika kita menyikapi setiap keberhasilan kita dengan rasa syukur maka insya allah keberhasilanmu akan berlanjut padaa sebuah KESUKSESAN J

Gadis kecil berkulit sawo matang mata sipit wajah yang mulus rambut yang panjang menambah keanggunannya dalam melangkah. Suara yang halus sikap sopan menambah kesan positif dalam dirinya. Dia hanyalah seorang pendiam yang dari SD SMP menjadi bulan-bulanan teman-temannya. Hanya mampu terdiam menerima segala cacian yang dilontarkan kepadanya. Terdiam sendiri di sudut sempit meratapi kisah hidupnya yang selalu menjadi bahan ejekan. Namun segalanya berubah sangatlah drastis disaat dia duduk di SMA mulai mengenal arti cinta mulai mempunyai teman dari berbagai latar belakang yang berbeda mulai mengerti akibatnya yang hanya menerima segala ejekan. Kini dirinya telah menjadi seorang gadis yang liar dan gadis yang hidup tanpa adanya aturan. Dirinya kini telah terbebaskan dari jeratan orang tua, kini dia telah diberi kebebasan untuk bergaul dan kini semuanya tidak terkontrol.
            Gadis kecil yang polos, sopan dan pendiam kini menjadi seorang gadis yang garang. Kini dia telah terjerumus pada pergaulan yang salah. Kini dia menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Kini dia benar-benar menjadi cacian banyak orang. Sakit hati memang sangat nampak pada diri gadis itu namun apa daya dirinya, dia terlanjur masuk dalam lembah yang tak pernah dikira oleh banyak orang sebelumnya. Kini dia benar-benar hanya sendiri, sekarangpun orang tuanya tak lagi perduli pada kehidupan dia. Kini masa depan yang telah tertata rapi berubah menjadi berantak seiring dengan masuknya sang gadis kecil dalam jurang yang menyesatkan.
            Sangat disayangkan banyak orang, gadis anggun nan sopan kini tak lagi dikenal gadis yang sopan. Semua pujian kini berubah menjadi cacian. Tak mampu ia menghindar lagi dari masalah ini. Dia terlanjur terjun dalam permasalahan ini dan iapun harus menanggung risikonya. Kebahagiaan yang didapatkan hanyalah bersifat sementara. Hanya berada dalam pertengahan kehidupannya saja ia merasakan kebahagiaan dimana ia mampu mengenal namanya cinta persahabatnan pergaulan. Akan tetapi ia salah memilih cinta persahabatan dan pergaulan. Kini sang gadis bermula dengan cacian iapun diakhiri dengan cacian pula. Tak ada rencana dalam hidup dirinya akan menjadi seorang yang selalu dicaci dalam hidupnya. Masa depannya kini telah pupus. Penyesalan yang ada dalam diri sang gadispun tiada gunanya karena semua telah terjadi. Penyesalan air mata keluh kesah tak mampu mengembalikan semuanya seperti sedia kala. Kini sang gadis menjalani hidup tanpa hadirnya orang tua disisinya. Kini ia hanya bertopang hidup pada sebuah rumah nan sempit bak gubuk yang reot. Dia tinggal bersama lelaki yang sangat ia cintai. Mereka berdua menjalani hidup penuh dengan penyesalan meski sebenarnya mereka senang karena mampu bersama untuk selamanya. Kini segala sesuatunya mereka tanggung bersama. Meski kehidupan dulu dan sekarang sangat berbeda, merekapun mencoba untuk tabah dalam menghadapi semuanya tak peduli dengan ocehan ataupun cacian yang dilontarkan pada mereka. Meraka hanya ingin hidup lebih baik lagi bersama kekasih tercinta dan anak dari hasil buah cinta mereka. Senyuman selalu terlukis dalam wajah mereka berdua menutupi kesedihan yang mereka alami. Merekapun mencoba menatap masa depan sang anak untuk lebih gemilang dibandingkan dengan kisah orang tuanya yang sangatlah ironis.
            Meski mereka salah, namun merekapun masih memiliki harapan nan indah demi perbaiakan dirinya di masa lampau. Kenangan yang buruk memang sepatutnya untuk dikubur dalam-dalam dan dijadikan suatu pelajaran untuk masa depan yang lebih baik lagi. Penyesalan memang perlu karena dengan adanya penyesalan kitapun mampu untuk menjadi insan yang lebih baik. Setidaknya dengan adanya penyesalan itu akan muncul sikap kehati-hatian dalam bertindak. Memandang ke belakang sebagai pelajaran dan memandang ke depan untuk semangat demi pencapaian masa depan. Mereka kini mampu tersenyum lega dan merekapun saling membantu untuk pemenuhan hidup yang serba kekurangan demi membuktikan pada dunia bahwa mereka mampu mencapai kesuksesan yang telah tertunda. J

Gadis Kecil Yang TernodaSeseorang itu layaknya seperti buku yang tak mampu hanya dipandang sebelah mataSeseorang itu layaknya buah-buahan yang tak mampu untuk dilihat dari bentuk fisiknya sajaSeseorang itu layaknya ular yang sering kali memiliki bisaSeseorang itu layaknya harimau yang akan mencakar mangsanya jika mendekatDia sangatlah cantikDia sangatlah anggunDia sangatlah pendiamNamun dibalik kecantikannya,keanggunannya dan kediamannya dalam keseharianDialah yang mengandung bisaDialah yang sering mencakarDialah yang seperti kedondongDialah orang yang tak mampu dipandang sebagai bukuPandangan orang yang awalanya baik tentang dia kini berubah menjadi suatu ejekanPujian yang dulu sering terlontar kini hanya tinggal sebuah cacian yang tersisaSemua itu terjadi karena kurangnya kasih sayang dari semua pihakSemua itu terjadi karena kurangnya perhatian dari berbagai pihakKini hanyalah sebagai binatang liar yang tak memiliki arah tujuan yang pastiKini dia hanya seekor ayam yang tak memiliki malu untuk berbuat dosaKini dia hanya mampu menjadi seorang itik kecil yang tiada gunaKini dia hanya terdiam merenung di dalam ruangan kecil nan sempit dan gelapDialah Gadis Polos yang tlah Ternoda