EKSPEDISI
KARTINI
PENDAKIAN
3S (SINDORO SUMBING SLAMET)
26
APRIL-2 MEI 2014
Ekspedisi
Kartini adalah agenda dari Corps Psychopala yang mengedepankan peranan para
wanita psychopala dari berbagai kegiatan mulai dari Pendakian dan Penelitian.
Ekspedisi Kartini dilaksanakan selama tujuh hari dengan dua hari satu malam
pendakian dan lima hari empat malam penelitian.
Pada hari Sabtu,26 April 2014 semuanya mulai dikumpulkan, para
kartinipun mulai berkumpul pada pukul 07.00 WIB di Posko Corps Psychopala guna
melakukan cek list ulang dan pemantapan persiapan keberangkatan. Tepat pada
pukul 07.30 WIB sebelum pelaksanaan upacara keberangkatan para kartini
memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu. Selesai sarapan pada pukul 08.30 WIB.
Tepat pada pukul 09.00 para tamu undangan sudah mulai datang dan dengan segera
dilaksanakannya upacara keberangkatan Ekspedisi Kartini. Upacara kali ini
didatangi oleh segenap jajaran senior dari Corps Psychopala, Gubernur BEM,
Perwakilan Imamupsi, dan tentunya Bapak Wakil Dekan 3 Psychology Bapak Aad
Satria Permadi S.Psi M.A.
Upacara
berjalan dengan khitmat. Upacara keberangkatan dimulai dengan menyanyikan Lagu
Indonesia raya dengan dipimpin oleh Dirigen Fivien. Dilanjutkan dengan
pembacaan Kode Etik Pecinta Alam yang dipimpin oleh Protokol Upacara dan
ditirukan oleh seluruh perserta Upacara. Selesai pembacaan Kode Etik Pecinta
Alam dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Ketua Umum Psychopala, Ketua
Pelaksanaan Ekspedisi Kartini, Coordinator Departemen Outdoor, Perwakilan dari
DPO dan Sambutan dari Bapak Wakil Dekan 3 serta acara terakhir yaitu doa
bersama yang dipimpin oleh Bapak Aad Satria Permadi S.Psi M.A. upacara
keberangkatan Ekspedisi Kartini selesai pada pukul 10.00 WIB yang dilanjutkan
dengan pengambian foto bersama dan bersalaman bersama. Tidak ketinggalan
kebiasaan dari Corps Psychopala untuk menambah semangat dan kekompakan dari
Corps Psychopala itu sediri dengan meneriakkan nama Psychopala sembari
menyatukan tangan kita dengan membentuk lingkaran.
Setelah
selesai agenda kegiatan upacara keberangkatan, waktuya untuk mempersiapkan
barang-barang yang akan dibawa menuju Kota Wonosobo. Agenda awal keberangkatan
dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB namun karena fandle yang akan dibawa ke tempat
penelitian Desa Tracap belum diambil, sehingga keberangkatan diundur sampai
pukul 11.00 WIB. Pukul 11.00 WIB kami berangkat menuju tempat Ekspedisi dengan
mengendarai Sepeda Motor. Kami berangkat dengan 6 motor 12 orang. Sebelum
keberangkatan kami mampir ke Pom Bensin terlebih dahulu, sehingga pada pukul
11.30 WIB kamipun meninggalkan kota Solo menuju kota Wonosobo. Tepat pada pukul
13.00 WIB kami sampai di Kota Boyolali,dipertengahan jalan hujanpun mengguyur
perjalanan kami. Pada akhirnya kamipun memutuskan untuk berhent sejenak
menggunakan Mantel. Setelah 15 Menit lamanya kamipun melajutkan perjalanan.
Sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan hujanpun senantiasa menemani
perjalanan kami. Sehingga jampun menunjukkan pukul 15.30 WIB kamipun sampai di
Basecamp Utama tepatnya di Kota Wonosobo.
Sesampainya
di basecamp utama Ekspedisi Kartini hujanpun masih senantiasa menemani kegiatan
kami. Dalam mempercepat segala sesuatunya ketua pelaksanapun membagi
perjobdesnya, adanya yang merapikan carier dan depack, ada juga yang sesegera
berganti pakaian dan ada juga yang belanja makanan. Setelah jam menunjukkan
pukul 17.00 WIB kamipun makan bersama. Selesai makan kamipun membereskan
semuanya dan mempersiapkan masakan untuk besok paginya. Sembari menunggu
masakan selesai, kamipun berbagi tugas untuk melakukan cek list ulang barang
yang akan di bawa keesokka harinya mulai pendakian sampai pada penelitian.
Tepat pada pukul 20.00 WIB kami berkumpul bareng di ruang depan sembari
melaksanakan evaluasi dan briefing untuk kegiatan keesokan harinya. Evaluasi
dan briefing selesai pada pukul 21.30 WIB dilanjutkan dengan istirahat.
Jalan
yang licin dan menanjak senantiasa menemani perjalanan kami untuk mencapai
puncak Gunung Sumbing. Menyusuri setiap sudut medan yang terjal dengan semangat
tinggi tanpa ada keinginan untuk tumbang, langkah kaki tak ada lelah untuk
melangkah dan matapun tak bosan untuk melihat ke depan. Tenaga yang masih bugar
menambah keyakinan kami untuk melanjutkan perjalanan. Tepat pada pukul 11.00
WIB hujanpun mulai reda dan kamipun melanjutkan perjalanan dan masih senantiasa
ditemani oleh pemandangan ladang warga yang hijau nan subur. Untuk mencapai Pos
1 kami perlu melewati aliran sungai yang masih jernih dan alami. Tepat ketika
kami telah berhasil menyeberangi sungai itu, hujanpun mulai mengguyur kami
kembali. Dengan langkah yang lebih cepat kami dengan segera mencapai Pos 1. Kami
berhasil mencapai Pos 1 pada pukul 12.00 WIB. Sampai di Pos 1 hujan semakin
deras mengguyur kami, sehingga kamipun memutuskan untuk berteduh sejenak di Pos
1 dan mendirikan Flysheet untuk menghalangi hujan mengguyur tubuh kita secara
langsung. Kami mendirikan Flysheet disela-sela hujan yang dengan setia mengguyur
tubuh kami, dengan semangat yang tinggi kamipun melanjutkan untuk mendirikan
flysheet untuk berteduh sejenak. Sembari menunggu hujan reda, di dalam Flysheet
kami gunakan untuk selalu berkomunikasi agar tercipta suatu kesolidan dalam
team. Tepat pada pukul 12.30 WIB hujanpun agak reda, dan kami memutuskan untuk
memakai mantel agar tidak terlalu basah baju yang kami kenakan. Selesai memakai
Flysheet dan membereskan segala barang-barang, tepat dipukul 13.00 WIB kamipun
siap melanjutkan perjalanan.
Mengingat
hari itu hujan turun sangatlah lebat sehingga medan yang kami laluipun
bertambah sangat licin. Namun hal itu tak lantas menyurutkan semangat kami
untuk terus melangkahkan kaki menuju Pos 2. Untuk menuju Pos 2 medan yang kami
lalui sangat berbeda dengan medan yang kami lewati ketika akan menuju Pos 1.
Ketika dari basecamp ke Pos 1 kita senantiasa ditemani dengan pemandangan
Ladang Warga, sedangkan untuk mencapai Pos 2 kami ditemani oleh medan jalur air
yang akan sangat licin ketika hujan turun sangat lebatnya. Dipersimpangan
jalan, dengan rintikan hujan kami para kartini bertemu dengan komunitas
Bajangers. Meski dipersimpangan jalan sekalipun tak menyurutkan kami untuk
berfoto bareng dan membagikan sticker Ekspedisi Kartini 3S. Kamipun juga
bertukar alamat Fb untuk menjalin silahturahmi. Perkenalan dan pengambilan
fotopun berakhir hingga kamipun melanjutkan perjalanan kami masing-masing.
Sepanjang perjalanan menuju puncak Sumbing kami bertemu dengan pendaki lainnya
dari berbagai wilayah. Namun sayangnya, waktu itu jadwal mereka untuk turun
sedangkan kami baru ingin mencapai puncak Sumbing. Dipertengahan jalan, hujan
kembali turun dengan derasnya dibarengi adanya petir. Namun semua itu tak
menyurutkan kami untuk dapat mencapai Pos 2. Meski dengan langkah yang sangat
berat karna sepatu yang penuh dengan air, meski dengan dinginnya badan karna
dari awal pendakian baju selalu terguyur air semua itu tak lantas membuat kami
berhenti berjuang menakhlukkan medan jalur air yang licin itu.
Tepat
pada pukul 14.30 WIB kami berhasil mencapai Pos 2. Kamipun beristirahat sejenak
sembari mengambil keputusan untuk melanjutkan ke Pestan atau tidaknya. Setelah
menimbang-nimbang dengan apa yang disarankan para pendaki yang turun, akhirnya
kamipun memutuskan untuk membuat camp di Pos 2. Dengan sesegera mungkin kami
membagi jobdes masing-masing mengingat baju yang kami kenakan basah kuyup.
Monde bertugas untuk mencari ranting dan membuat perapian, Bebek bertugas untuk
mendirikan tenda, sedangkan ompreng menyiapkan minuman dan makanan yang hangat.
Semua tugas berjalan dengan rapi, setelah selesai semua,gilirannya untuk
berganti pakaian. Yang pertama ganti pakaian adalah Ompreng,sedangkan bebekpun
menggantikan tugas ompreng untuk membuat makanan hangat. Setelah ompreng
dilanjutkan dengan Monde dan Bebek yang terakhir. Kami ngecamp di Pos 2
senantiasa dihampiri para pendaki untuk sekedar mampir istirahat atau bahkan
menikmati makanan dan minuman yang kami buat. Dan kamipun sangat senang karna
camping yang kami buat sangat rame pengunjung meski hanya sampai pada pukul
17.30 WIB setidaknya telah menemani kami dalam mempersiapkan segala sesuatunya
untuk malam ini dan besok. Kamipun juga saling bertukar wawasan dan memiliki
rencana bersama untuk mendaki kembali.
Tepat
pada pukul 18.30 WIB suasana mulai sepi dan kantukpun menghampiri kami, sembari
membereskan segala peralatan kamipun juga mempersiapkan briefing dan evaluasi
untuk hari ini. Kami melakukan evaluasi dan briefing dengan suasana yang
santai. Untuk menghilangkan kesunyian malam ini kamipun saling bererita satu
sama yang lain dengan iringan musik klasik yang diputar dari MP3 pink yang
tergantung di dalam tenda. Dan tanpa tersadaripun mata kami mulai terpejam.
Hingga pada akhirnya, tepat pukul 20.30 WIB kamipun memutuskan untuk istirahat
dengan mematikan MP3 dan menyalakan lampu emergency. Mengingat rencana kami
adalah besok pagi pukul 02.00 WIB mulai muncak. Dengan rintikan hujan kami
memejamkan mata malam ini, dengan harapan doa besok ketika mendaki menapai
Puncak Sumbing Cuacapun sangat mndukung. Amin...
28
april 2014
Krinnggggggg!!!!!!!!!!!!!!!!
Alarm pukul 01.30 WIB berbunyi. Kami lantas membuka mata guna mematikan alarm
sembari menyiapkan segala peralatan yang akan di bawa ke puncak. Namun, setelah
kami sadari bahwasanya di luar hujan cukup deras, sehingga kamipun mengundur
jadwal pendakian kami menjadi pukul 05.00 WIB. Hingga pada pukul 01.45 WIB kami
memutuskan untuk kembali istirahat dan bagun kembali di pukul 04.45 WIB. Namun,
air hujan turun dengan deras dan iringan kabut yang tebal membuat cuaca pagi
ini menjadi sangat dingin. Sehingga kamipun mulai merapatkan barisan tidur
kami, karna hanya bertiga, sebisa mungkin kami menciptakan kehangatan dalam
tenda. Tepat pukul 05.00 WIB kamipun terbangun, udarapun masih sangat sejuk dan
hujanpun telah berhenti. Kamipun bergegas untuk membuat sarapan terlebih
dahulu, sembari menikmati udara pagi hari di Gunung Sumbing. Pagi ini kami
lewati dengan santainya, pukul 07.00 WIB kami mulai untuk mendaki, meninggalkan
Pos 2 untuk menuju Pestan, Pasar Watu, Watu Kotak, Tanah Putih dan Puncak
Kawah. Udara pagi masih sangat sejuk sehingga tak mematahkan semangat kami
untuk terus melanjutkan perjalanan mencapai Puncak Sumbing. 30 menit berjalan
kami berhenti di Pos Memoriam Tri Antono yang meninggal pada tanggal 31
Desember 2006 diketinggian 2257 Mdpl. Kamipun mmutuskan untuk mampir sejenak
mengirinkan surat-surat pendek untuk beliau yang telah menemukan keabadianya.
Tak lantas melupakan pmandangan yang terlihat dari Pos ini, Gunung Sindoro yang
berselimutkan awan di bawahnya membuat kami senatiasa bersyukur atas nikmat
yang Allah ciptakan. Melihat dengan kasat mata dan di alam bebas bahwa ciptaan
Allah sangatlah Luar Biasa, melihat dengan lautan awan putih menyelimuti
gunung-gunung yang gagah dan berhiaskan pepohonan yang rindang sebagai
pelengkap bertambahnya keindahan itu. Tak ketinggalan kamipun mengabadikan
setiap pemandangan yang tersajikan. 15 menit telah berlalu, kamipun mlanjutkan
perjalanan menuju Pestan. Melanjutkan perjalanan dengan suka cita dan penuh
semangat. Perjalanan kami lalui selama 1 jam untuk sampai di Pestan. Tepat
pukul 08.45 WIB kamipun sampai di Pestan. Kali ini kabut sangatlah tebal
menyelimuti perjalanan kami untuk mencapai puncak Sumbing. Kabut yang tebal,
udara yang dingin dan jalanan yang terjal takkan mampu mematahkan semangat kami
untuk terus melanjutkan pendakian sampai pada puncak Gunung Sumbing. Udara
dingin senantiasa mengiri perjalanan kami, dari Pestan kami melanjutkan ke
Pasar Watu yang kami tempuh selama 45 menit. Tepat pada pukul 09.30 WIB kamipun
sampai di Pasar Watu dan kami memutuskan untuk istirahat sejenak untuk sekedar
melepas lelah dan kantuk karna cuaca yang dingin nan sejuk. Dalam waktu 40
menit berlalu kamipun melanjutkan perjalanan kembali menuju ke Watu Kotak.
Perjalanan menuju Watu Kotak tidak jauh beda ketika kami menuju ke Pasar Watu,
perjalaanan ini kami tempuh selama 35 menit. Tepat pada pukul 10.45 WIB kami
sampai di Watu Kotak. Perjalanan yang kami tempuh terasa sangat singkat, di
Watu Kotakpun kami memutuskan untuk berhenti sejenak guna memakai jas hujan
karna hujan mulai turun meski tidak terlampau deras namun untuk menghindari
akan baju yang basah kuyup. Di Watu Kotak kamipun bertemu dengan seorang
bapak-bapak yang sedang mencari burung sebagai ata pencahariannya sehari-hari.
Waktu istirahat selain kami gunakan untuk memakai jas hujan kamipun juga
berbincang-bincang dengan bapak-bapak itu. Ternyata, bapak tersebut mendaki
gunung sumbing hanya membutuhkan waktu empat jam untuk sampai di Watu Kotak.
Perbincanganpun kami akhiri dan kami dengan segera melanjutkan perjalanan
menuju Tanah Putih, sedangkan Bapak yang tadi memasang perangkap di Watu Kotak
bagian atas untuk mendapatkan burung.
Perjalanan
menuju Tanah Putih kami lanjutkan dengan iringan rintikan hujan turun. Kamipun
merasa ragu untuk melanjutkan karena takut akan turunnya badai. Namun dengan
keyakian kuat kamipun teguh melanjutkan perjalanan tepat pada pukul 11.15 WIB.
Untuk menuju Tanah Putih kamipun harus melalui medan yang sangat terjal karena
kami harus semi memanjat. Dengan medan yang tak kalah licinnya kamipun mampu
mencapai Tanah Putih pada pukul 12.15 WIB. Perjalanan terus kami lanjutkan
dengan sisa tenaga yang kami miliki dan dengan semangat tinggi. Perjalanan kami
untuk menuju puncak sumbing hampir sampai, kamipun terus berusaha menyemangati
dan saling menyemangati diri kami. Tepat ditumpukan bebatuan disana tertulis
Puncak Buntu atau Puncak Kawah. Kamipun memutuskan untuk menuju Puncak Kawah.
Perjalanan menuju Puncak Kawah lumayan landai dan medannyapun cukup mudah namun
tak lepas dari usaha kami untuk terus melakukan panjat. Selama 45 Menit
perjalanan kamipun sampai di Puncak Kawah. Dengan puji syukur sembari bersujud
kepada Sang Kholiq kamipun berhasil mencapai Puncak Sumbing tepat pada pukul
13.00 WIB. Di Puncak kami habiskan waktu untuk mengabadikan setiap pemandangan
dan menikmati snack yang telah kami bawa. Meski di Puncak Sumbing penuh dengan
bebatuan dan hampir tidak ada tempat lapang, namun hal itu tidak menyurutkan
kami untuk terus mengabadikan setiap pemandangan. Satu jam kami gunakan untuk
terus menikmati pemandangan Puncak Sumbing yang berhiaskan dengan bebatuan dan
kawah hijau yang enak dipandang. Tepat dipukul 14.00 WIB kamipun memutuskan
untuk turun mengingat perjalanan yang harus kami tempuh cukup jauh dan haripun
mulai sore. Perjalanan turun terasa sangatlah cepat. Sembari menyusuri
perjalanan turun kamipun menyempatkan diri untuk membersihkan sampah yang
mengotori setiap perjalanan dari Puncak Kawah Sumbing sampai di Pestan. Kami
sampai di Pestan pukul 16.00 WIB. Mengingat teman kami Ompreng mengalami sakit
kepala kamipun memutuskan untuk beristirahat sejenak melepas lelah. 15 menit
lamanya kami gunakan untuk istirahat, kamipun segera melanjutkan perjalanan
menuju pos 2 karena kabutpun sudah mulai turun dan menghalangi jarak pandang
kami. Kami berjalan dari Pestan ke Pos 2 selama 45 menit. Sampai di pos 2 tepat
pada pukul 17.00 WIB kami sangatlah lega karena mampu untuk mencapai Pos 2
sesuai dengan target sebelumnya. Namun, kamipun juga sangat kaget ketika kami
menyadari bahwa ada barang kami yang tidak ada. Mulai dari Flysheet, Sleeping
Bag, Samurai, Hp, Deppag dan Webbing. Ketika menyadari hal itu kamipun merasa
takut dan was-was apabila orang yang mengambil barang kami itu masih berada
disekitar kami. Kamipun dengan segera memutuskan untuk segera membereskan semua
barang-barang kami yang tersisa. Tepat pada pukul 17.45 WIB, kamipun segera
melanjutkan perjalanan agar bisa sampai di basecamp dengan perasaan yang
teramat panik dan takut. Ditambah dengan suasana yang semakin malam semakin
gelap membuat hati dan perasaan kami mulai tidak bisa berfikir secara positif.
Namun, hal itu tak lantas menimbulkan permasalahan di antara kami. Disepanjang
perjalanan kami selalu berharap agar ada pendaki lain yang mungkin melakukan
perjalanan turun sehingga kami bisa bareng ataupun yang melakukan pendakian
agar kesenyapan malam yang gelap ini segera pudar. Namun, tak satupun kami
menjumpai pendaki yang naik ataupun turun malam itu. Dan kamipun terus
melanjutkan perjalanan sampai pada pos 1. Kami sampai di Pos 1 pada pukul 18.30
WIB. Sampai di pos 1 kami saling mengutarakan keluh kesah masing-masing yang
sudah merasa kelelahan karena langkah kami yang tiada henti-hentinya untuk
me;angkah. Di Pos 1 sempat terjadi adu argumen antara kami, namun hal itu tak
lantas memudarkan semangat kami untuk turun. Sebelum turunpun kami berdoa untuk
menghindari segala pemikiran negatif sepanjang perjalanan kami. Tepat pada
pukul 19.00 WIB kamipun melanjutkan perjalanan menuju basecamp menyusuri
perjalanan yang gelap dengan penerangan sinar senter kecil yang terpasang di
kepala kami.
Setelah
melakukan perjalanan selama dua jam kamipun mampu sampai di basecamp sumbing
pada pukul 20.30 WIB. Mengingat perjalanan yang sangat melelahkan kamipun
memutuskan untuk beristirahat sejenak di basecamp sumbing sebelum kembali ke
basecamp utama Ekspedisi Kartini. Mengingat keadaan teman kami yang tidak
memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan akhirnya kamipun memutuskan untuk
menghubungi basecamper agar menjemput kami di basecamp sumbing dan mengantar
kami kembali ke basecamp utama ekspedisi kartini. Setelah menunggu selama 10
menit basecamperpun datang dan segera membawa kami kembali ke basecamp utama
ekspedisi kartini. Tepat pada pukul 21.15 WIB kamipun sampai di basecamp utama
dan segera bersih-bersih. Selesai bersih-bersih kami habiskan waktu luang untuk
sekedar berbagi cerita antara pendaki Sindoro dan Sumbing sembari melakukan
evaluasi dan beriefing pada pukul 22.00 WIB. Selesai semua kegiatan kamipun
memutuskan untuk istirahat pada pukul 23.15 WIB.
Pagi
harinya tepat pada tanggal 29 april 2014 menghampiri kami dengan hangatnya.
Hari ini kami mendapat perintah dari Ketua kegiatan ekspedisi untuk
beristirahat di Basecamp utama terlebih dahulu dan esok harinya bisa menyusul
membantu team penelitian. Hari ini kami habiskan untuk membersihkan basecamp
utama sekaligus menikmati pemandangan sekitar yang diapit oleh dua gunung
Sindoro dan Sumbing. Pagi hari dengan udara yang segar kami putuskan untuk
belanja makanan guna sarapan, makan siang dan makan malam nantinya. Dengan
kemampuan yang kami punya kamipun memasak dengan suka cita, kegiatan dihari ini
cukup membosankan kalau bisa diungkapkan karena hari ini kami hanya bisa
memasak, makan, menikmati pemandangan dan tidur. Sore haripun menghampiri kami
tepat pukul 18.00 WIB kamipun mulai makan malam dan pada pukul 20.00 WIB kami
gunakan untuk packing barang yang akan kami bawa ke tempat penelitian. Sembari
mempersiapkan semuanya kamipun tak lantas meninggalkan moment untuk sekedar
bercanda tawa melepas penat. Briefing kami hari ini adalah rencana untuk
keesokan harinya dengan adanya pembagian dua team ada yang membantu team
penelitian dan sebagiannya lagi mencoba surei ke gunung slamet untuk memastikan
bisa atau tidakna untuk melakukan pendakian ke gunung slamet. Tepat pada pukul
22.00 WIB kamipun mulai untuk beristirahat guna mempersiapkan tenaga untuk
besok.
Hari
Rabu, 30 April 2014 menghampiri dengan suasana yang hangat dan ceria. Kabut
pagi ini tidak begitu lebat dan sinar mataharipun senantiasa menyinari dunia
dengan keelokkannya. Pagi ini agenda kita adalah menyusul team penelitian di
Desa Tracap Kaliwiro dan melihat suasana di Gunung Slamet. Dalam pertengahan
perjalanan kamipun berhenti dulu di Pasar Kretek untuk membeli alat-alat
outbound. Namun, di tengah perjalanan kami mendapat kabar dari Senior
bahwasanya warga di sekitar Gunung Slamet sudah mulai mengungsi dan kamipun
tidak diizinkan untuk ke sana sehingga kamipun memutuskan untuk berhenti
sejenak diperbatasan Wonosobo dan Purwakarta arah menuju Desa Kliwiro. Setelah
berunding selama 15 menitpun kami memutuskan untuk tidak berangkat ke Gunung
Slamet namun memutuskan untuk ke Sikunir. Untuk mempersingkat waktu, kamipun
segera menuju ke basecamp penelitian guna meletakkan barang-barang bawaan dan
pamitan pada ibu Salas selaku pemilik sekaligus ketua dari komunitas TKW di Kampung
Buruh tepat pada pukul 12.00 WIB. Setelah beristirahat selama satu jam, tepat
pada pukul 13.00 WIB kamipun berangkat menuju ke Sikunir. Namun, kamipun
memutuskan untuk mampir terlebih dahulu ke tempat teman kami di Daerah
Banjarnegara. Kami sampai di Banjarnegara pada pukul 15.00 WIB. Disana kami
gunakan untuk beristirahat sejenak sekaligus mempersiapkan barang-barang yang
akan dibawa. Disana kami disambut orang tua teman kami dengan hangatnya dan
kamipun disediakan banyak macam makanan. Sebelum berangkat kamipun diharuskan
untuk makan siang terlebih dahulu. Setelah persiapan dan membersihkan segala
sesuatunya selama 2 jam, tepat pada pukul 17.00 WIB kamipun berangkat menuju
Sikunir. Perjalanan menuju Sikunir kami tempuh dalam waktu hampir 3 jam.
Kamipun sampai di Sikunir pada pukul 19.00 WIB dengan membayar retribusi dulu.
Sikunir adalah desa dengan keindahan sunrise dan sunsetnya sekaligus desa
tertinggi di pulau Jawa.
Namun,
untuk dapat melihat sunrise ataupun sunset kamipun diharuskan untuk melakukan
perjalanan kaki terlebih dahulu selama 30 menit. Setelah melewati medan
perjalanan yang menanjak dan lumayan licin kamipun menemukan tempat untuk
mendirikan tenda tepat pada pukul 20.00 WIB. Setelah menemukan tempat untuk
mendirikan tenda, ketua pelaksanapun membagi per jobdesnya, ada yang membuat
minuman hangat, mendirikan tenda, mencari ranting untuk membuat perapian dan
ada pula yang merapikan tenda beserta isinya. Tepat pada pukul 21.00 WIB semua
aktivitas selesai, dan kamipun memutuskan untuk berkumpul bersama di depan
tenda sembari bercanda tawa guna menambah keakraban diantara kita. Namun,
kamipun menyadari ada yang kurang akhirnya kamipun memutuskan untuk membuat
siomay. Dengan penuh kebahagiaan kamipun saling membantu membuat siomay dan
memasak mie. Selesai semuanya, kamipun beristirahat pada pukul 23.00 WIB.
Namun, karena tenda yang kami bawa hanyalah dua maka untuk anak laki-lakipun
tidur di luar tenda dengan berselimutkan awan hitam yang dipenuhi oleh hiasan
cahaya bintang dan berselimut hembusan angin yang dingin. Malam ini angin berhembus
dengan dinginnya menemani istirahat kami dengan berhiaskan sinaran sang
rembulan juga bintang yang membantu harapan kami untuk selalu melewati setiap
harinya dengan iringan kebahagiaan.
Pagi
harinya dengan suasana yang tak jauh beda dengan malam hari karena jam masih
menunjukkan pukul 04.00 WIB. Pagi ini hari Kamis, 1 Mei 2014 kami sambut bulan
baru di tempat yang baru dan sangat indahnya. Meski masih berselimut dengan
awan hitam dan pancaran rembulan tak menyurutkan bagi para pengunjung untuk
menantikan sang mentari datang dengan anggunnya. Menanti dengan sabar datangnya
sang surya bersinar dengan hangatnya ditemani semilir angin pagi hari yang
dingin. Setelah menunggu hampir satu jam, tiba saatnya sang suryapun muncul.
Tepat
pukul 05.30 WIB terlihat dengan jelas di depan mata kita terpancar cahaya yang
indah nan anggunnya membuat semua yang menyaksikan semakin terpana. Udara
dingin yang sempat terasa sebelumnya kinipun mulai pudar dan berganti dengan
kehangatan karna adanya pancaran sinar sang surya mentari. Tak ingin
meninggalkan setiap moment pemandangan yang indah ini, kamipun mengabadikan
momen pagi ini dengan berfoto bersama. Mengingat Sikunir adalah daerah yang
tertinggi di Pulau Jawa, kamipun mampu melihat pemandangan luas dari ketinggian
dengan iringan rasa syukur bahwasanya kita masih mampu benar-benar menikmati
pemandangan nan elok dan mempesona ini. Puas menikmati semua pemandangan yang
ada, tepat pukul 07.15 WIB kami putuskan untuk kembali ke tempat camp dan merapikan
semua tenda. Selesai membersihkan semuanya, kamipun turun pada pukul 07.45 WIB.
Mengingat agenda kegiatan belum selesai, kamipun memutuskan untuk segera
kembali ke Banjarnegara. Sebelum kembali ke Banjarnegara kamipun berfoto
sejenak di depan tulisan SIKUNIR. Perjalanan menuju Banjarnegara kami tempuh
dalam waktu 3 jam tepat pukul 10.45 kamipun sampai di Banjarnegara, disana kami
habiskan waktu untuk istirahat total sebelum kembali ke Desa Tracap Kaliwiro.
Setelah selama dua sampai tiga jam kami habiskan untuk istirahat, kamipun
segera melakukan packing untuk keperluan outbond keesokkan harinya, ada yang
belanja dan ada juga yang merapikan segala barang-barang yang kemarin dibawa ke
Sikunir. Tepat pukul 15.35 WIB kami berbelanja keperluan outbond selesai pada
pukul 16.15 WIB di tengah perjalanan pulang kamipun ditemani hujan yang deras
dan kamipun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mengingat jarak tempat
belanja dengan rumah teman kita juga dekat.
Sembari
menunggu hujan reda, kamipun mengadakan perundingan bahwasanya sebagian ada
yang berangkat ke Desa Tracap Kaliwiro dan sebagian lainnya tetap tinggal di
Banjarnegara. Tepat pukul 17.15 WIB team yang kembali ke Desa Tracap
Kaliwiropun memulai perjalanan dengan iringan rintikan hujan. Dan tersisa enam
orang tetap tinggal di Banjarnegara dan memutuskan untuk ke Kaliwiro besok
pagi. Di banjarnegara kami juga mempersiapkan segala sesuatunya yang perlu
dibawa. Jam menujukkan pukul 19.00 WIB waktunya untuk makan malam, kamipun
memutuskan untuk memasak ikan lele dan membuat sambel. Selesai makan kamipun
melanjutkan untuk sekedar menonton tv dan berbincang-bincang. Tepat pada pukul
22.00 WIB kamipu beristirahat mengingat acara keesokkan harinya adalah
perjalanan ke Desa Tracap Kaliwiro.
Hari
Jumat, 2 Mei 2014 adalah ahri terakhir acara ekspedisi kami, dengan penuh
semangat kamipun bergegas untuk segera meluncur ke Desa Tracap Kaliwiro.
Sebelumnya kamipun sarapan terlebih dahulu dan kebetulan semua sarapan sudah
dipersiapkan oleh ibu dari teman kami. Tepat pada pukul 07.00 WIB kamipu mulai
perjalanan, namun sangat disayangkan bahwasanya sebelum perjalanan dimulai ban
motor salah satu teman kami bocor dan kamipun segera mencari tempat tambal ban.
Selesai menambal ban, kamipun melanjutkan perjalanan pada pukul 07.25 WIB.
Perjalanan kami tempuh dalam waktu 1 jam. Sampai di Desa Tracap Kaliwiro pada
pukul 08.25, teman-teman kami yang lain sudah mulai berangkat ke Paud untuk
memberikan outbond dan kamipun dengan segera menyusul mereka. Sesampai di Paud
itu kami dengan segera melakukan adaptasi dengan adik-adik di Paud tersebut.
Kegiatannya kali ini adalah membuat buah-buahan dan hewan dari parafin atau
lilin mainan, selain itu kamipun bermain bola dan bermain kereta-keretaan.
Adaptasi adik-adik Paud disana sangat baik, dan merekapun merespon dengan baik
setiap stimulus yang diberikan. Ditambah lagi, daya ingat merekapun sangat baik
dan mereka juga sangat aktif. Jam menunjukkan pukul 09.30 WIB, disana setiap
pukul 09.30 WIB adalah waktu untuk beristirahat, kamipun dengan segera membagikan
snack yang telah kami sediakan sebelumnya dan mengambilkan bekal adik-adik yang
telah dibawa dari rumah. Setelah 15 menit, acara selanjutnya adalah berkumpul
bersama untuk berdoa sebelum pulang. Di Paud Kaliwiro
ini juga ada tradisi agar murid-muridnya mejawab setiap pertanyaan yang
diberikan, dan adik-adikpun menjawab semua pertanyaan denga baik dan benar.
Sebelum pulang, kamipun putuskan untuk berfoto dengan adik-adik dan para guru
Paud Kaliwiro. Semua kegitan selesai pada pukul 10.15 WIB saatnya penyerahan
fandle kepada ibu Salas. Kamipun segera kembali ke rumah ibu Salas dan
merapikan segala sesuatunya, jam tela menunjukkan pukul 11.45 WIB mengingat
hari ini adalah hari Jumat maka yang laki-lakipun sholat Jumat terlebih dahulu
dan yang perempuan menunggu di rumah ibu Salas sembari berbagi cerita dengan
ibu Salas. Tepat pukul 13.00 WIB jumatanpun telah selesai, dan teman laki-laki
kamipun memutuskan untuk istirahat sebentar dan tepat dipukul 14.00 WIB kamipun
putuskan untuk kembali ke Solo.
Perjalanan
pulang kami kali ini sangat cerah namun cukup ramai. Perjalanan kami tempuh
selama 3 jam kami sampai di Temanggung pukul 17.00 WIB dan memutuskan untuk
beristirahat sejenak untuk makan siang. Kamipun melanjutkan perjalanan pada
pukul 17.45 WIB. Untuk sampai di Solo, lama perjalanan kami tempuh selama 3
jam. Setelah melakukan perjalanan selama 6 jam, kamipun sampai di Solo Kampus
Psikologi dan Posko Psychopala pada pukul 20.45 WIB. Dengan perasaan yang lega
karena telah berhasil melaksanakan eksedisi kartini ini, kamipu datang disambut
oleh Ketua Umum dan segenap jajaran senior Psychopala. Dengan ungkapan bangga
para seniorpun memberikan ucapan selamat kepada kami. Malam ini kami putuskan
untuk beristirahat sejenak di Posko Psychopala dan pulang ke rumah
masing-masing keesokkan harinya.
Ekspedisi
Kartini telah usai, tak lantas memudarkan kebersamaan dan menurunkan semangat
juang kami. Ekspedisi Kartini melatih kami untuk tidak mudah berputus asa dan
selalu menjaga solidaritas team. Dengan semangat Kartini, di bulan Kartini ini
menjadi suatu bukti bahwa para perempuan memiliki semangat dan daya juang yang
tiada habisnya. Bertahan, bertahan dan selalu bertahan untuk tidak takut
menghadapi tantangan agar tak pernah terbawa bujukkan untuk menyerah dan berputus
asa. Tak pernah gentar untuk melewati seberapa terjalnya medan pendakian. Medan
yang terjal adalah tantangannya dan tantangan itulah yang harus dikalahkan. Semangat
untuk Kartini Psychopala kaulah inspirasi Kami !! Psychopala...Psychopala !!