Minggu, 26 Juli 2015

Pelukku untuk Malaikatku

Malaikat pelindungku. 
Malaikat penjagaku. 
Restumu adalah Restu-Nya. 
Segala sesuatu kau korbankan untukku,anakmu. 
Mengharapkanku tumbuh menjadi gadis sholehah yang berbakti pada orang tua menjadi wanita sukses dan selalu rendah hati. 
Terima kasih maam untuk 21 tahun ini kau merawatku. 
Semoga tahun-tahun berikutnya mami masih mampu menjagaku dan berada selalu di sampingku wink emotikon I Love You Mom

Terima Kasih Lelakiku

Hay pangeranku.
Lelaki terbaikku. 
Laki-laki yang selalu setia membimbingku.
Lelaki yang tak pernah mengeluh demi Aku
Lelaki yang selalu bijaksana memberi nasehat pada ku
Lelaki yang membimbingku sejak dini
Lelaki yang sabar menghadapi kenakalanku
Lelaki yang tak pernah bisa marah
Lelaki yang hadir di sampingku setiapku membutuhkan
Lelaki yang selalu menjadi tonggak pertama saat keluarga mengalami masalah
Terima kasih bah untuk waktumu selalu ada untuk gadis kecilmu yang selalu manja ini. 
Selalu setia mendengarkan segala curahan gadis kecil yang bawel ini. 
Makasih bah untuk 21 tahun ini bersamaku.
Dedek berharap Allah selalu menjaga lelaki terbaik dan setia ini wink emotikon I Love You Bah smile emotikon

Sapaan Hangat Sang Surya

Selamat Pagi,
Sang Surya sudah bersinar kembali
Menampakkan keelokan sinar yang selalu membuatku terpesona olehnya
Sekedar mengagumi tanpa harus menyentuhnya
Bersyukur atas karunia_Nya
Memberikan pencahayaan dikala siang hari
Membuat semua Insan mudah dalam beraktifitas
Kekagumanku tak pernah mampu berhenti
Meski, setiap hari ku saksikan cahaya indah itu
Terima Kasih Tuhan

Senin, 06 Juli 2015

Untuk Kamu Yang BersamaKU

Selamat siang kamu, terimakasih telah hadir dalam hidup ini menemaniku

menggantikan dia Ayahku, meskipun Ayah takkan pernah tergantikan

namun, sifat dan caramu menyikapi setiap tingkah lakuku memiliki cara yang sama dengan ayahku

kau lelaki yang mungkin bukan takdirku namun kau kini dilahirkan untuk menemaniku meskipun sifatnya sesaat

aku takkan pernah memaksamu untuk tetap bersamaku

rasa dan hati takkan pernah ada yang tahu

mungkin saat ini kita hanya dekat sebagai seorang sahabat namun takkan ada yang tahu jika suatu saat nanti kau yang akan jadi jodohku

dan mungkin saat ini kita sebatas dekat sebagai seorang kekasih namun takkan ada yang tahu jika suatu saat nanti bukanlah kamu yang akan ditakdirkan untukku

saat ini kita jalani kedekatan ini

saat ini kita nikmati kebersamaan kita

jangan pernah lupa akan tanggung jawab kita masing-masing

jangan sampai kedekatan kita membawa dampak buruk dalam diri kita

melangkah maju dan saling menyemangati

terima kasih untuk segala kesabaran menghadapi sikap manjaku

terima kasih untuk segala pengertianmu dalam menanggapi kesibukanku

terima kasih untuk segala saran dan kritikanmu untukku

untukk aku yang lebih dewasa

untuk aku menjadi lebih baik lagi

untuk aku menjadi lebih bisa menghargai orang lain

untuk aku menjadi lebih percaya dengan apa yang aku punya

terima kasih untuk kamu yang saat ini bersamaku :)

Kamis, 02 Juli 2015

Aku Berhijab untuk perbaikan diriku


"Gayamu pakai jilbab segala, ribet tau" satu kata yang selalu aku ingat sampai saat ini ketika aku putuskan untuk memakai jilbab dan menutup mahkotaku. mungkin aku memakai jilbab belum sepenuhnya berjilbab namun aku memiliki keinginan untuk merubahnya. mungkin jilbabku masih dalam kategori hijabers karena masih mengikuti model masa kini dan tidak mau ketinggalan fashion terbaru. aku akui jilbabku belum sesempurna apa yang seharusnya aku lakukan. jilbabku ini yang menuntunku untuk menjadi wanita yang anggun dalam diamnya layaknya singa yang tidak mampu untuk dilecehkan oleh siapapun. bukan maksudku untuk menjadikan diri ini orang yang ditakuti, namun aku ingin dihargai dengan jilbabku bukan untuk di remehkan. berjilbab bukan membatasi ruang gerakmu. malah dengan berjilbablah kamu mampu mengeksplorasikan kemampuanmu. siapa bilang berjilbab itu satu perkara yang ribet? berjilbab itu simple tanpa ribet bukankah kita dilarang untuk berdandan yang berlebihan yaa, nah dari situ dapat dibilang bahwa jilbab bukan satu hal yang ribet dan susah. banyak yang bilang "aku belum siap untuk berjilbab" bukan masalah kesiapanmu dalam berjilbab lantaran takut tingkah lakumu tak sesuai dengan penampilanmu namun lebih kepada bagaimana cara kamu berperilaku dengan adanya jilbab di mahkotamu. memantapkan hati karena Allah akan selalu diberikan jalan terang. niat dan ingin memang mudah, yang sulit adalah istiqomahnya. aku akui aku seorang prapti gadis kecil yang memutuskan berjilbab sejak semester satu ini masih kok sering melepas jilbab ketika di rumah. aku hanya berjilbab ketika berpergian saja. hal ini bukan hal yang baik memang namun harapanku atas ridho dan izin Allah mungkin aku saat ini hanya bisa berjilbab ketika aku berpergian saja namun suatu saat nanti Allah akan menyadarkanku untuk berjilbab sepenuhnya. walaupun hanya berjilbab dengan sehelai kain yang masih sedikit transparan, membuatku untuk selalu mengontrol di setiap apa yang akan aku lakukan. segalanya tergantung dengan diri kita ukhti. asalkan ada niat kamu pasti tidak akan merasa bahwa berhijab adalah hal yang sangat ribet dan membuat gerah kepala. 

"Jilbabmu bukan penghalang untuk kamu mengekplorasikan keinginana dan kemampuanmu, jangan jadikan jilbabmu sebagai alasan bahwa dengan jilbab mempersulit kamu dalam kesehariannya" :) 

Jumat Penuh Rahmat

Kebahagiaan sederhana ? yupzt bener sekali. kebahagiaan memang sangat sederhana nilainya namun memiliki arti yang luar biasa bagi yang mampu mensyukuri setiap kejadian dalam hidupnya. bahagia bukan diukur dari materi yang kita dapatkan namun lebih kepada kedamaian yang kita rasakan ketika kita melakukan suatu hal dan tanpa ada beban dalam diri. kesederhanaan bisa kita dapatkan darimanapun, dengan siapapun dan bagaimanapun caranya asal kita mampu menghargai setiap hal yang ada dan mampu mensyukuri itu semua :)
sedangkan bahagiaku adalah ketika masih mampu melihat mereka tersenyum bangga karenaku. bahagiaku ketika aku menjadi satu alasan mereka untuk mengukir tawa dan senyum dalam wajahnya. bahagiaku ketika aku masih sanggup menyapanya dengan wajah yang ceria. bahagiaku ketika aku tak lagi mengukir air mata di wajah mereka. itu bahagiaku, bahagiaku yang sesederhana ini hanya karena satu alasan, yaitu KELUARGAKU :)