TUGAS TEKNIK KOMUNIKASI
EFFECT KOMUNIKASI MASA
Dosen Pengampu : Drs. Soleh Amin Yahman M.Si
Disusun Oleh :
Agung Kusuma Wardhana F100080189
Prapti Madyo Ratri F100124021
Novi Purnamasari F100130172
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAG SURAKARTA
2015
JUDUL
EFFECT
KOMUNIKASI MASSA
ABSTRAK
Komunikasi adalah hal yang sangat dibutuhkan
oleh masyarakat luas. Melalui komunikasilah seorang individu mampu memperoleh
berbagai informasi baru yang belum diketahuinya. Komunikasi tidak dapat
dipisahkan dengan kehiudpan manusia karena melalui komunikasilah segala norma
dan nilai masyarakat yang berlaku dapat diketahui. Dalam berkomunikasi,
terdapat berbagai jenis komunikasi salah satunya adalah komunikasi massa.
Komunikasi massa menurut Defleur & MC Quail, 1985, McQuail,2000 adalah
suatu proses yang melalui komunkator dengan menggunakan media untuk
menyebarluaskan pesan-pesan secara luas dan terus menerus menciptakan
makna-makna serta diharapkan dapat mempengaruhi khalayak yang besar dan beragam
dengan melalui berbagai cara. Komunikasi masa memiliki 4 sifat yaitu : umum,
cepat, serempak dan selintas. Sedangkan dalam pemahaman dasarnya komunikasi
massa merupakan komunikasi sosial yang disampaikan melalui komunikator dan bersifat
terorganisir yang ditujukan tidak hanya untuk satu individu saja namun penerima
atau komunikannya bersifat heterogen. Komunikasi masa memiliki berbagai ciri
yaitu menggunakan media massa, pesannya bersifat searah, khalayak yang dituju
adalah heterogen, kegiatannya teratur dan berkesinambungan, ada pengaruh yang
dikehendaki dan saling mempengaruhi. Sedangkan fungsi dari komunikasi massa
sendiri adalah sebagai hiburan, pemberi informasi, sebagai sumber edukasi dan
sebagai alat kontrol sosial. Setiap komunikasi memiliki efek ataupun pengaruh,
dimana komunikasi massa memiliki banyak pengaruh bagi khalayak luas baik berupa
efek individu, kelompok, masyarakat sosial ataupun kebudayaan yang mengarah
pada unsur afektif, kognitif dan behavioral.
KATA PENGANTAR
AssalamualaikumWarahmatullahiWabarakatuh
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita semua sebagai insan yang senantiasa ingin menyempurnakan budi pekerti dalam mencapai derajat yang tinggi di sisi-Nya, karena dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Efek Komunikasi Massa”, untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Teknik Komunikasi. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada pemimpin terbaik Nabi Muhammad SAW. Kami mengucapkan banyak terimakasih karena kerja sama
team dalam menyusun makalah ini sehingga dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Kami menyadari makalah ini masih banyak kekurangan dan perlu penyempurnaan lagi.Untuk itu, kami sangat mengharapkan bantuan kritik dan saran dari semua pihak untuk penyempurnaan makalah ini.
WassalamualaikumWarahmatullahiWabarakatuh
Surakarta, 16 Juni
2015
DAFTAR ISI
Cover................................................................................................................................... I
Judul.....................................................................................................................................
1
Abstrack...............................................................................................................................
1-2
Kata
Pengantar.................................................................................................................... 3
Daftar
Isi.............................................................................................................................. 4
Daftar
lampiran..................................................................................................................... 5-6
BAB I Pendahuluan
Latar
Belakang......................................................................................................................
7
Rumusan Masalah.................................................................................................................
7
Tujuan
Penelitian..................................................................................................................
7
BAB II Kajian Teori dan Metode Penelitian
Kajian
Teori..........................................................................................................................8-10
Kerangka
Berfikir...............................................................................................................10-12
Metode
Penelitian................................................................................................................
12
BAB III Pembahasan
Deskriptive
kasus..................................................................................................................
13
Analisis
Kasus.......................................................................................................................
14
BAB IV Penutup
Kesimpulan.........................................................................................................................15-16
Saran...................................................................................................................................16-17
Daftar
Pustaka......................................................................................................................
18
DAFTAR LAMPIRAN
http://www.merdeka.com/peristiwa/prostitusi-online-tawarkan-pelajar-dan-model-dibongkar-polisi.html
( Studi Kasus Komunikasi Massa)
Prostitusi online tawarkan
pelajar dan model dibongkar polisi

Polda Metro ungkap
prostitusi online. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
Merdeka.com - Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya kembali
membongkar lima sindikat prostitusi online. Para pelaku biasa beraksi
dibeberapa wilayah Jabodetabek seperti Jakarta
Selatan, Jakarta Pusat dan Bogor.
Saat ini tersangka
yang sudah diamankan berjumlah enam orang terdiri dari lima pria berinisial DM,
ZUL, NCR, WWR EA dan satu wanita berinisial FDPS. Mereka menjalankan aksinya
belum lama, baru sekitar dua bulan
Dalam melancarkan
aksinya, mucikari, PSK dan pelanggan hidung belang tidak pernah bertemu. Mereka
hanya berkomunikasi lewat media sosial.
"Sarana media sosial yang dipakai mereka untuk berpromosi yakni Facebook, Twitter, BBM, Line, aplikasi WhatsApp dan sejumlah blog yang mereka rancang," kata Direktur Kriminal Khusus Kombes Mujiono di kantornya, Rabu (17/6).
Para PSK yang ditawarkan berprofesi sebagai model, mahasiswa dan bahkan pelajar yang masih di bawah umur. Harga wanita yang dipasarkan sindikat ini bervariasi, tergantung kesepakatan antara mucikari dan konsumen.
"Setelah terjadi deal antara keduanya, maka pelanggan bisa menentukan lokasi untuk bertemu PSK untuk melakukan kegiatan seks, bisa di Jakarta maupun di luar kota. Namun, sebelum melakukan kegiatan seks pelanggan harus terlebih dahulu melunasi semua pembayaran," tandasnya.
Saat ini pihak kepolisian sudah mengamankan beberapa barang bukti seperti pakaian dalam wanita, handphone, rekening kartu ATM sampai beberapa bukti transfer senilai puluhan juta rupiah.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 296 KUHP, 506 KUHP, pasal 4 UU 44/2008 tentang Pornografi dan pasal 2 UU 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Manusia. Polisi juga menjerat keenam tersangka dengan pasal pencabulan anak di bawah umur karena ada beberapa PSK nya masih sekolah.
"Sarana media sosial yang dipakai mereka untuk berpromosi yakni Facebook, Twitter, BBM, Line, aplikasi WhatsApp dan sejumlah blog yang mereka rancang," kata Direktur Kriminal Khusus Kombes Mujiono di kantornya, Rabu (17/6).
Para PSK yang ditawarkan berprofesi sebagai model, mahasiswa dan bahkan pelajar yang masih di bawah umur. Harga wanita yang dipasarkan sindikat ini bervariasi, tergantung kesepakatan antara mucikari dan konsumen.
"Setelah terjadi deal antara keduanya, maka pelanggan bisa menentukan lokasi untuk bertemu PSK untuk melakukan kegiatan seks, bisa di Jakarta maupun di luar kota. Namun, sebelum melakukan kegiatan seks pelanggan harus terlebih dahulu melunasi semua pembayaran," tandasnya.
Saat ini pihak kepolisian sudah mengamankan beberapa barang bukti seperti pakaian dalam wanita, handphone, rekening kartu ATM sampai beberapa bukti transfer senilai puluhan juta rupiah.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 296 KUHP, 506 KUHP, pasal 4 UU 44/2008 tentang Pornografi dan pasal 2 UU 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Manusia. Polisi juga menjerat keenam tersangka dengan pasal pencabulan anak di bawah umur karena ada beberapa PSK nya masih sekolah.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perkembangan masyarakat dipengaruhi oleh berkembangnya
teknologi komunikasi dan informasi. Semakin berkembangnya teknologi komunikasi
dan informasi mampu mempengaruhi perubahan cara pandang masyarakat terhadap
suatu peristiwa ataupun suatu kejadian yang sedang terjadi dalam lingkungannya.
Berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi mempermudah masyarakat dalam
menyampaikan aspirasi ataupun pendapatnya. Alat komunikasi yang sangat
mempengaruhi masyarakat luas salah satunya adalah komunikasi massa. Komunikasi
massa adalah salah satu bentuk dari sarana dan tatacara dalam berkomunikasi
yang dibutuhkan setiap individu dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan
mendasar bagi manusia sebagai makhluk sosial.
Komunikasi massa memiliki kemampuan untuk
memberitahukan kepada masyarakat atau khalayak tentang isu-isu tertentu yang
dianggap penting dan kemudian khalayak tidak hanya mempelajari dan memahami
isu-isu pemberitaan tapi juga seberapa penting arti suatu isu atau topik
berdasarkan cara media massa memberikan penekanan terhadap isu tersebut. Jadiapa yang dianggappenting
dan menjadi agenda media makaitupulalah yang juga dianggappenting dan menjadi
media bagikhalayak. Sehingga dalammakalah kami kali ini, kami
akanmembahassedetailmungkinmengenaieffek
komunikasi massa baik terhadap individu, masyarakat, budaya dan kelompok.
B.
Perumusan
Masalah
Bagaimana Effek yang akan ditimbulkan dari
Komunikasi Massa terhadap kehidupan masyarakat ?
C.
Tujuan
dan Manfaat
Makalah ini membahas tentang effek yang ditimbulkan
dari komunikasi massa sehinga diharapkan pembaca memahami effek dari komunikasi
massa itu sendiri.
BAB II
KAJIAN TEORITIS DAN
METODOLOGI PENULISAN
A. Kajian Teoritis
Teori-Teori Komunikasi Massa
1. Teori Peluru Magis (Magic
Bullet Theory, Hypodermic Needle Theory)
a. Media massa mengubah atau mengendalikan perilaku
publik.
b. Publik tidak berdaya menerima berondongan “peluru”
media (pemberitaan).
c. Media massa memiliki kekuataan perkasa, komunikan
dianggap pasif.
2. Teori Proses Seleksi
(Selective Processes Theory)
a. Public cenderung melakukan “terpaan seleksi”
(selective exposure) dan menolak pesan yang berbeda dengan keyakinan mereka.
b. Penerimaan selektif mengurangi dampak media.
3.
Teori Pembelajaran Sosial (Social Learning Theory)
a.
Pemirsa meniru apa
yang mereka lihat di televisi melalui proses “pembelajaran hasil pengamatan”
(observational learning), misalnya menggandrungi kehidupan glamour seperti di
televisi.
4.
Teori Difusi Inovasi (Innovation Diffusion Theory)
a.
Dikemukakan Everett M.
Rogers.
b.
Media berperan
menyebarkan pesan-pesan sebagai ide, karya, atau objek yang dianggap baru.
c.
Media mempengaruhi
publik untuk mengadopsi atau menolak sesuatu yang baru atau berbeda.
5.
Teori Kultivasi (Cultivation Theory)
a.
Media, khususnya TV,
merupakan sarana belajar tentang masyarakat dan kultur kita; juga belajar
tentang dunia, orang-orangnya, dan adat kebiasaannya.
b.
Televisi mempengaruhi
ide penonton tentang gambaran dunia.
6.
Teori Langkah (Step Flow Theory)
a.
Pengaruh media massa
berlangsung melalui tahapan-tahapan atau langkah.
b.
Terdiri dari (1) Teori
Satu Tahap –One Step Flow, media langsung menjangkau/mempengaruhi komunikan,
(2) Teori Dua Tahap – Two Step Flow, pengaruh media melalui pihak ketiga, yakni
“pemimpin opini” (opinion leader) yang lebih dipercaya publik, dalam situasi
yang lebih pribadi, (3) Teori Banyak Tahap –Multistep Flow, pengaruh media
mengalir bolak-balik dari media ke khalayak, kembali ke media, dan kembali ke
khalayak, dst.
7.
Teori Penggunaan dan Pemenuhan (Uses and Gratification Theory)
a.
Publik menggunakan
media untuk memenuhi kebutuhannya.
b.
Menggambaran bagaimana
publik menggunakan media untuk memuaskan berbagai kebutuhan hidupnya
c.
Audiens proaktif dan
mencari media yang dapat memenuhi kebutuhannya.
d.
Publik memilih apa
yang mereka ingin lihat atau baca.
e.
Media bersaing untuk
memenuhi kebutuhan individu publik
8.
Teori Kritis (Critical Theory)
Menurut McLuhan
dalam Griffin (2006), media massa adalah perpanjangan alat indera (sense
extention theory; teori perpanjangan alat indera). Dengan media massa
khalayak memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum
pernah dilihat atau belum pernah dikunjungi secara langsung.
Komunikasi massa berasal dari istilah bahasa Inggris, mass communication,
sebagai kependekan dari mass media communication. Artinya, komunikasi
yang menggunakan media massa atau komunikasi yang mass mediated. Istilah mass communication atau communications
diartikan sebagai salurannya, yaitu media massa (mass media) sebagai
kependekan dari media of mass communication. Massa mengandung pengertian
orang banyak, mereka tidak harus berada di lokasi tertentu yang sama, mereka
dapat tersebar atau terpencar di berbagai lokasi, yang dalam waktu yang sama
atau hampir bersamaan dapat memperoleh pesan-pesan komunikasi yang sama. Berlo (dalam Wiryanto, 2005) mengartikan massa sebagai
meliputi semua orang yang menjadi sasaran alat-alat komunikasi massa atau
orang-orang pada ujung lain dari saluran.
Menurut Bittner (1980:10) :
Komunikasi massa adalah pesan yang di komunikasikan melalui media massa pada
sejumlah besar orang
Menurut Gerbner (1967) :
Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan
lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas di miliki orang dalam
masyrakat industry.
Menurut Maletzke (1963) :
Komunikasi massa kita artikan setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan
pernyataan secara terbuka melalui media penyebaran teknis secara tidak langsung
dan satu arah pada public yang tersebar
Dengan demikian, komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai suatu
jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah audien yang tersebar,
heterogen, dan anonim melalui media massa cetak atau elektrolit sehingga pesan
yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.
B.
Kerangka
Berfikir
Harold D. Lasswell (dalam
Wiryanto, 2005) memformulasikan unsur-unsur komunikasi yang meliputi :
Unsur who (sumber atau
komunikator). Sumber utama dalam komunikasi massa adalah lembaga atau organisasi atau
orang yang bekerja dengan fasilitas lembaga atau organisasi (institutionalized
person). Komunikator dalam proses komunikasi massa selain merupakan sumber
pesan, mereka juga berperan sebagai gate keeper (lihat McQuail, 1987;
Nurudin, 2003). Yaitu berperan untuk menambah, mengurangi, menyederhanakan,
mengemas agar semua informasi yang disebarkan lebih mudah dipahami oleh audien-nya. Bitner (dalam Tubbs, 1996) menyatakan bahwa
pelaksanaan peran gate keeper dipengaruhi oleh: ekonomi; pembatasan
legal; batas waktu; etika pribadi dan profesionalitas; kompetisi diantara
media; dan nilai berita.
Unsur says what (pesan). Pesan-pesan komunikasi massa dapat
diproduksi dalam jumlah yang sangat besar dan dapat menjangkau audien
yang sangat banyak. Pesan-pesan itu berupa berita, pendapat, lagu, iklan, dan
sebagainya. Charles Wright (1977) memberikan karakteristik pesan-pesan
komunikasi massa sebagai berikut:
a.
publicly. Pesan-pesan komunikasi massa pada umumnya tidak
ditujukan kepada orang perorang secara eksklusif, melainkan bersifat terbuka,
untuk umum atau publik.
b.
rapid. Pesan-pesan komunikasi massa dirancang untuk
mencapai audien yang luas dalam waktu yang singkat serta simultan.
c.
transient. Pesan-pesan komunikasi massa untuk memenuhi
kebutuhan segera, dikonsumsi sekali pakai dan bukan untuk tujuan yang bersifat
permanen. Pada umumnya, pesan-pesan komunikasi massa cenderung dirancang secara
timely, supervisial, dan kadang-kadang bersifat sensasional.
Unsur in which channel (saluran atau media).
Unsur ini menyangkut semua peralatan yang digunakan untuk menyebarluaskan
pesan-pesan komunikasi massa. Media yang mempunyai kemampuan tersebut adalah
surat kabar, majalah, radio, televisi, internet, dan sebagainya.
Unsur to whom (penerima; khalayak; audien).
Penerima pesan-pesan komunikasi massa biasa disebut audien atau khalayak. Orang
yang membaca surat kabar, mendengarkan radio, menonton televisi, browsing
internet merupakan beberapa contoh dari audien. Menurut Charles Wright (dalam
Wiryanto, 2005), mass audien memiliki karakteristik-karakteristik
sebagai berikut:
a.
Large yaitu penerima-penerima pesan komunikasi massa
berjumlah banyak, merupakan individu-individu yang tersebar dalam berbagai
lokasi;
b.
Heterogen yaitu penerima-penerima pesan komunikasi massa
terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, beragam dalam hal pekerjaan, umur,
jenis kelamin, agama, etnis, dan sebagainya;
c.
Anonim yaitu anggota-anggota dari mass audien umumnya tidak
saling mengenal secara pribadi dengan komunikatornya.
Unsur with what effect (dampak). Dampak dalam
hal ini adalah perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri audien
sebagai akibat dari keterpaan pesan-pesan media. David Berlo (dalam Wiryanto,
2005) mengklasifikasikan dampak atau perubahan ini ke dalam tiga kategori,
yaitu: perubahan dalam ranah pengetahuan; sikap; dan perilaku nyata. Perubahan
ini biasanya berlangsung secara berurutan.
Komunikasi massa merupakan
sejenis kekuatan sosial yang dapat menggerakkan proses sosial ke arah suatu
tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Oleh karena itu, efek atau hasil
yang dapat dicapai oleh komunikasi yang dilaksanakan melalui berbagai media
(lisan, tulisan, visual/audio visual) perlu dikaji melalui metode tertentu yang
bersifat analisis psikologis dan analisis sosial. Yang dimaksud dengan analisis
psikologi adalah kekuatan sosial yang merupakan hasil kerja dan berkaitan
dengan wtak serta kodrat manusia.
Menurut Steven M Chaffee,
menyebut lima hal mengenai efek kehadiran media massa:
1) Efek ekonomis, kehadiran media massa memberikan
berbagai usaha produksi, distribusi, dan konsumsi jasa media massa.
2) Efek sosial, berkatian dengan perubahan pada struktur
atau interaksi social sebagai akibar dari kehadiran media massa.
3) Efek pada penjadwalan kegiatan, Sebelum pergi ke kantor,
masyarakat kota pada umumnya membaca Koran dahulu. Anak-anak sekolah dasar yang
biasanya selalu mandi pagi pada hari minggu, setelah hadirnya acara televise
untuk anak-anak pada pagi hari, mengubah jadwal mandi pagi menjadi jadwal
menonton televisi. Pada waktu magrib, anak-anak yang biasanya mengaji setelah
sholat menjadi lebih senang menonton televisi setelah stasiun televise
menyajikan acara hiburan tertentu pada waktu tersebut.
4) Efek pada penyaluran/penghilangan perasaan tertentu, Orang menggunakan media untuk
memuaskan kebutuhan psikologisnya dengan tujuan untuk menghilangkan perasaan
tidak nyaman, misalnya untuk menghilangkan perasaan kesepian, marah, kesal,
kecewa dan sebagainya. Seorang gadis yang sedang dimabuk cinta akan
mendengarkan lagu-lagu yang bertema cinta atau melankolis dari radio siaran
maupun tape recorder. Orang yang tertimpa musibah akan menghilangkan perasaan
dukanya dengan mendengarkan radio siaran atau menonton televise yang
menayangkan acara-acara siraman rohani, misalnya mendengarkan acara dakwah
5) Efek pada perasaan orang terhadap media,
Menurut Kappler
(1960) komunikasi masa juga memiliki efek:
1. conversi, yaitu menyebabkan perubahan yang diinginkan
dan perubahan yang tidak diinginkan.
2. Memperlancar atau malah mencegah perubahan
3. Memperkuat keadaan (nilai, norma, dan ideologi) yang
ada
C.
Metodologi
Penelitian
Penelitian ini
menggunakan metode studi pustaka karena segala materi yang didapatkan dari
referensi buku juga jurnal komunikasi.
BAB III
PEMBAHASAN
A.
Deskripsi
Kasus
Salah
satu elemen media massa yang menunjukkan tingkat keberdayaan audiens/khalayak
dalam berinteraksi dengan media massa adalah filter atau “perangkat” penyaring
nilai-nilai yang ditawarkan media. Media adalah satu hal yang tidak bisa
lepas dari masyarakat saat ini. Mengingat setiap saat masyarakat memerlukan
sebuah informasi dalam mengembangkan segala potensi yang mereka miliki. Hal itu
juga didukung dengan tuntutan kehidupan yang sangat kompleks dimana setiap
harinya masyarakat dituntut untuk memahami adanya perubahan agar tidak luput
dari informasi dan tidak ketinggalan zaman. Hal ini didorong adanya sikap
gengsi yang masih dimiliki oleh setiap individu. Hal ini mendorong masyarakat
untuk memiliki suatu yang lebih dibanding dengan individu yang lainnya.
Sehingga menjadikan masyarakat lebih konsumerisme karena selalu menginginkan
suatu hal yang baru dimana hal itu belum tentu ia butuhkan untuk kesehariannya.
Perkembangan media massa yang semakin pesat mempermudah seorang indivdiu dalam
mengakses sesuatu yang mereka inginkan. Mulai dari video, fashion sampai gaya
hidup yang mewah. Sehingga hal itu membuat masyarakat lupa akan kontrol diri
yang harus mereka pelihara agar tidak mudah terpengaruh dengan sesuatu yang
baru. Yang tidak jarang hal itu membawa dampak yang negatif dalam diri individu
tersebut atau malah membuat individu memanfaatkan perkembangan media massa ini
sebagai hal yang tidak tepat, misal menipu seseorang.
Contoh
kasus yang sedang marak dan beredar dikalangan masyarakat yaitu beredarnya
kasus prostitusi secara online. Salah satunya yang sedang terjadi di
Jabodetabek yaitu dengan menawarkan beberapa model, mahasiswa dan bahkan
pelajar yang masih di bawah umur sebagai sumber penghasilannya. Mayoritas dari
mereka dijadikan sebagai PSK untuk menemani dan melayani pelanggan hidung
belang. Dengan perkembangan media massa yang semakin pesat ini, oknum-oknum
tertentu memanfaatkan beberapa media sosial untuk mendapatkan pelanggan tanpa
harus bertemu langsung.
Oleh sebab itu, demi
menghilangkan kebiasaan buruk masyarakat dalam memanfaatkan suatu perkembangan
yang ada perlu adanya pelatihan dan pemahaman yang sangat dominan yang di
tanamkan dalam diri seorang individu itu sendiri sehingga tidak lagi berbuat
yang merugikan banyak orang
B.
Analisis
Kasus
Dalam kehidupan
masyarakat, di manapun berada, selalu terdapat penyimpangan-penyimpangan sosial
yang dilakukan oleh anggotanya, baik yang dilakukan secara sengaja maupun terpaksa.
Fenomena tersebut tidak dapat dihindari dalam sebuah masyarakat. Interaksi
sosial yang terjadi di antara anggota masyarakat terkadang menimbulkan
gesekan-gesekan yang tidak jarang menimbulkan penyimpangan norma yang berlaku
pada masyarakat tersebut (Soekanto, 1989:79). Dan inipun masih ada lagi
pendapat Aristoteles (384. 322 SM) yang menyebutkan: “Adanya hubungan di antara
masyarakat dan kejahatan yaitu dalam wujud peristiwa kemiskinan menimbulkan
pemberontakan dan kejahatan”. Dan berkaca dengan permasalahan yang diungkapkan
di atas bahwa terjadi sebuah penyimpangan sosial yang menjadikan seorang
pelajar di bawah umur menjadi alat untuk
menghasilkan pundi-pundi rupiah. Hal itu terkait dengan puluhan tahun penelitian
telah mengungkapkan besar efek negatif kekerasan seksual terhadap hidup
perempuan. Pasca-trauma gejala sisa seperti depresi, ketakutan, dan kecemasan
bisa bulan terakhir, dan bahkan bertahun-tahun, penyerangan berikut (Foa &
Riggs, 1993; Koss, Goodman, Browne, Fitzgerald, Keita, & Russo, 1994;
Resick, 1993). Sejumlah penelitian telah menemukan hubungan antara korban
seksual pada masa kanak-kanak dan terlibat dalam pelacuran saat mereka dewasa
(El-Bassel, Witte, Wada, Gilbert, & Wallace, 2001; James & Meyerding,
1978; Molitor, Ruiz, Klausner, & McFarland, 2000; Simmons, 2000; Simons
& Whitbeck, 1991; Tyler, Hoyt, Whitbeck, & Cauce, 2001b; Barat,
Williams, & Siegel, 2000; Widom & Kuhns, 1996). Meskipun sebagian besar
anak korban pelecehan seksual tidak terlibat dalam pelacuran, kebanyakan wanita
terlibat dalam prostitusi memiliki sejarah yang luas dari inses dan
bentuk-bentuk pelecehan seksual (Bagley & Young, 1987; Dalla, 2000; Farley
& Barkan, 1998; Silbert, 1982). Wanita terlibat dalam prostitusi jalanan
beresiko besar untuk HIV dan PMS lainnya serta kekerasan fisik dan seksual dari
pelanggan mereka dan orang asing lainnya (Farley & Kelly, 2000;
Garcia-Moreno & Watts, 2000; Hutton, Treisman, Hunt, Fishman, Kendig,
Swetz, & Lyketsos, 2000; Mallory, 1999; McKeganey, 1994; Silbert &
Pines, 1981; Tyler, Hoyt, & Whitbeck, 2000). Hal yang demikian ini membuat
kita merasa prihatin terkait perkembangan zaman yang semakin pesat menimbulkan
dampak yang negatif di kalangan masyarakat dan tidak sedikit korbannya adalah
perempuan yang mejadi kambing hitam oknum-oknum tertentu yang menginginkan
suatu keuntungan namun merugikan orang lain.
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari uraian yang
telah disampaikan di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa teori komunikasi
massa terdiri dari :
1. Teori Peluru Magis
2. Teori Proses Seleksi
3. Teori Pembelajaran Sosial
4. Teori Difusi Inovasi
5. Teori Kultivasi
6. Teori Langkah
7. Teori Penggunaan dan
Pemenuhan
8. Teori Kritis
Sedangkan pengertian komunikasi massa adalah suatu jenis komunikasi
yang ditujukan kepada sejumlah audien yang tersebar, heterogen, dan anonim
melalui media massa cetak atau elektrolit sehingga pesan yang sama dapat
diterima secara serentak dan sesaat. Komunikasi massa memiliki beberapa unsur yaitu :
1. Unsur who (sumber atau komunikator).
2. Unsur says what (pesan).
3. Unsur in which channel (saluran atau media).
4. Unsur to whom (penerima; khalayak; audien).
5. Unsur with what effect (dampak).
Menurut Steven M Chaffee,
menyebut lima hal mengenai efek kehadiran media massa:
1.
Efek ekonomis,
2.
Efek sosial,
3.
Efek pada penjadwalan
kegiatan,
4.
Efek pada
penyaluran/penghilangan perasaan tertentu
5.
Efek pada perasaan
orang terhadap media
Menurut Kappler (1960) komunikasi masa juga memiliki
efek:
1.
conversi, yaitu
menyebabkan perubahan yang diinginkan dan perubahan yang tidak diinginkan.
2.
Memperlancar atau
malah mencegah perubahan
3.
Memperkuat keadaan
(nilai, norma, dan ideologi) yang ada
Contoh kasus yang sedang marak dan beredar dikalangan masyarakat yaitu
beredarnya kasus prostitusi secara online. Salah satunya yang sedang terjadi di
Jabodetabek yaitu dengan menawarkan beberapa model, mahasiswa dan bahkan
pelajar yang masih di bawah umur sebagai sumber penghasilannya. Mayoritas dari
mereka dijadikan sebagai PSK untuk menemani dan melayani pelanggan hidung
belang. Dengan perkembangan media massa yang semakin pesat ini, oknum-oknum
tertentu memanfaatkan beberapa media sosial untuk mendapatkan pelanggan tanpa
harus bertemu langsung.
Dalam
kehidupan masyarakat, di manapun berada, selalu terdapat
penyimpangan-penyimpangan sosial yang dilakukan oleh anggotanya, baik yang
dilakukan secara sengaja maupun terpaksa. Fenomena tersebut tidak dapat
dihindari dalam sebuah masyarakat. Interaksi sosial yang terjadi di antara
anggota masyarakat terkadang menimbulkan gesekan-gesekan yang tidak jarang
menimbulkan penyimpangan norma yang berlaku pada masyarakat tersebut (Soekanto,
1989:79). Dan inipun masih ada lagi pendapat Aristoteles (384. 322 SM) yang
menyebutkan: “Adanya hubungan di antara masyarakat dan kejahatan yaitu dalam
wujud peristiwa kemiskinan menimbulkan pemberontakan dan kejahatan”. Dan
berkaca dengan permasalahan yang diungkapkan di atas bahwa terjadi sebuah
penyimpangan sosial yang menjadikan seorang pelajar di bawah umur menjadi
alat untuk menghasilkan pundi-pundi
rupiah. Hal itu terkait dengan puluhan tahun penelitian telah mengungkapkan
besar efek negatif kekerasan seksual terhadap hidup perempuan. Hal yang
demikian ini membuat prihatin banyak kalangan. Mengingat semakin berkembangnya
suatu teknologi seharusnya mampu membuat masyarakat hidup dalam suatu
kebercukupan dan kenyamanan bukan malah membuat hidup seseorang menjadi tidak
bermanfaat atau malah lebih dominan merugikan banyak kalangan.
B.
Saran
Dengan adanya permasalahan yang demikian maka
saran yang diberikan adalah :
1.
Untuk
Pembaca : Jadikan uraian makalah ini sebagai langkah awal dalam mengkritisi
setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar kita, dan
pandai-pandailah dalam memanfaatkan perkembangan teknologi yang tersedia
gunakan secara bijak
2.
Untuk
masyarakat luas : perkembangan teknologi mempermudah terjalinnya suatu
komunikasi terutama komunikasi massa namun, apabila tidak mampu menyaring baik
dan buruknya akan merugikan sehingga selayaknya masyarakat tidak menerima
secara mentah informasi yang di dapatkan agar mampu melakukan perbandingan
terkait akibat dan manfaat yang akan di dapatkan
Daftar
Pustaka
https://sinaukomunikasi.wordpress.com/2011/11/05/komunikasi-massa-definisi-karakteristik-dan-fungsi/