Senin, 29 Juni 2015

Tugas Teknik Komunikasi



TUGAS TEKNIK KOMUNIKASI
EFFECT KOMUNIKASI MASA
Dosen Pengampu : Drs. Soleh Amin Yahman M.Si
Disusun Oleh :
Agung Kusuma Wardhana     F100080189
Prapti Madyo Ratri                 F100124021
Novi Purnamasari                    F100130172
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAG SURAKARTA
2015



JUDUL
EFFECT KOMUNIKASI MASSA
ABSTRAK
Komunikasi adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. Melalui komunikasilah seorang individu mampu memperoleh berbagai informasi baru yang belum diketahuinya. Komunikasi tidak dapat dipisahkan dengan kehiudpan manusia karena melalui komunikasilah segala norma dan nilai masyarakat yang berlaku dapat diketahui. Dalam berkomunikasi, terdapat berbagai jenis komunikasi salah satunya adalah komunikasi massa. Komunikasi massa menurut Defleur & MC Quail, 1985, McQuail,2000 adalah suatu proses yang melalui komunkator dengan menggunakan media untuk menyebarluaskan pesan-pesan secara luas dan terus menerus menciptakan makna-makna serta diharapkan dapat mempengaruhi khalayak yang besar dan beragam dengan melalui berbagai cara. Komunikasi masa memiliki 4 sifat yaitu : umum, cepat, serempak dan selintas. Sedangkan dalam pemahaman dasarnya komunikasi massa merupakan komunikasi sosial yang disampaikan melalui komunikator dan bersifat terorganisir yang ditujukan tidak hanya untuk satu individu saja namun penerima atau komunikannya bersifat heterogen. Komunikasi masa memiliki berbagai ciri yaitu menggunakan media massa, pesannya bersifat searah, khalayak yang dituju adalah heterogen, kegiatannya teratur dan berkesinambungan, ada pengaruh yang dikehendaki dan saling mempengaruhi. Sedangkan fungsi dari komunikasi massa sendiri adalah sebagai hiburan, pemberi informasi, sebagai sumber edukasi dan sebagai alat kontrol sosial. Setiap komunikasi memiliki efek ataupun pengaruh, dimana komunikasi massa memiliki banyak pengaruh bagi khalayak luas baik berupa efek individu, kelompok, masyarakat sosial ataupun kebudayaan yang mengarah pada unsur afektif, kognitif dan behavioral.

KATA PENGANTAR
AssalamualaikumWarahmatullahiWabarakatuh
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita semua sebagai insan yang senantiasa ingin menyempurnakan budi pekerti dalam mencapai derajat yang tinggi di sisi-Nya, karena dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudulEfek Komunikasi Massa, untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Teknik Komunikasi. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada pemimpin terbaik Nabi Muhammad SAW. Kami  mengucapkan banyak terimakasih karena kerja sama team dalam menyusun makalah ini sehingga dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Kami menyadari makalah ini masih banyak kekurangan dan perlu penyempurnaan lagi.Untuk itu, kami sangat mengharapkan bantuan kritik dan saran dari semua pihak untuk penyempurnaan makalah ini.
WassalamualaikumWarahmatullahiWabarakatuh





Surakarta, 16 Juni 2015


DAFTAR ISI
Cover...................................................................................................................................  I
Judul..................................................................................................................................... 1
Abstrack............................................................................................................................... 1-2
Kata Pengantar....................................................................................................................  3
Daftar Isi..............................................................................................................................  4
Daftar lampiran.....................................................................................................................  5-6
BAB I Pendahuluan
Latar Belakang...................................................................................................................... 7
Rumusan Masalah................................................................................................................. 7
Tujuan Penelitian.................................................................................................................. 7
BAB II Kajian Teori dan Metode Penelitian
Kajian Teori..........................................................................................................................8-10
Kerangka Berfikir...............................................................................................................10-12
Metode Penelitian................................................................................................................ 12
BAB III Pembahasan
Deskriptive kasus.................................................................................................................. 13
Analisis Kasus....................................................................................................................... 14
BAB IV Penutup
Kesimpulan.........................................................................................................................15-16
Saran...................................................................................................................................16-17
Daftar Pustaka...................................................................................................................... 18


DAFTAR LAMPIRAN
http://www.merdeka.com/peristiwa/prostitusi-online-tawarkan-pelajar-dan-model-dibongkar-polisi.html ( Studi Kasus Komunikasi Massa)
Prostitusi online tawarkan pelajar dan model dibongkar polisi
Description: http://cdn.klimg.com/merdeka.com/media/i/a/logo-detail-www.pngReporter : Ronald | Rabu, 17 Juni 2015 15:00
1
1

Description: Prostitusi online tawarkan pelajar dan model dibongkar polisi

Polda Metro ungkap prostitusi online. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
Merdeka.com - Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya kembali membongkar lima sindikat prostitusi online. Para pelaku biasa beraksi dibeberapa wilayah Jabodetabek seperti Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Bogor.
Saat ini tersangka yang sudah diamankan berjumlah enam orang terdiri dari lima pria berinisial DM, ZUL, NCR, WWR EA dan satu wanita berinisial FDPS. Mereka menjalankan aksinya belum lama, baru sekitar dua bulan
Dalam melancarkan aksinya, mucikari, PSK dan pelanggan hidung belang tidak pernah bertemu. Mereka hanya berkomunikasi lewat media sosial.

"Sarana media sosial yang dipakai mereka untuk berpromosi yakni Facebook, Twitter, BBM, Line, aplikasi WhatsApp dan sejumlah blog yang mereka rancang," kata Direktur Kriminal Khusus Kombes Mujiono di kantornya, Rabu (17/6).

Para PSK yang ditawarkan berprofesi sebagai model, mahasiswa dan bahkan pelajar yang masih di bawah umur. Harga wanita yang dipasarkan sindikat ini bervariasi, tergantung kesepakatan antara mucikari dan konsumen.

"Setelah terjadi deal antara keduanya, maka pelanggan bisa menentukan lokasi untuk bertemu PSK untuk melakukan kegiatan seks, bisa di Jakarta maupun di luar kota. Namun, sebelum melakukan kegiatan seks pelanggan harus terlebih dahulu melunasi semua pembayaran," tandasnya.

Saat ini pihak kepolisian sudah mengamankan beberapa barang bukti seperti pakaian dalam wanita, handphone, rekening kartu ATM sampai beberapa bukti transfer senilai puluhan juta rupiah.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 296 KUHP, 506 KUHP, pasal 4 UU 44/2008 tentang Pornografi dan pasal 2 UU 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Manusia. Polisi juga menjerat keenam tersangka dengan pasal pencabulan anak di bawah umur karena ada beberapa PSK nya masih sekolah.


BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Perkembangan masyarakat dipengaruhi oleh berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi. Semakin berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi mampu mempengaruhi perubahan cara pandang masyarakat terhadap suatu peristiwa ataupun suatu kejadian yang sedang terjadi dalam lingkungannya. Berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi mempermudah masyarakat dalam menyampaikan aspirasi ataupun pendapatnya. Alat komunikasi yang sangat mempengaruhi masyarakat luas salah satunya adalah komunikasi massa. Komunikasi massa adalah salah satu bentuk dari sarana dan tatacara dalam berkomunikasi yang dibutuhkan setiap individu dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mendasar bagi manusia sebagai makhluk sosial.
Komunikasi massa memiliki kemampuan untuk memberitahukan kepada masyarakat atau khalayak tentang isu-isu tertentu yang dianggap penting dan kemudian khalayak tidak hanya mempelajari dan memahami isu-isu pemberitaan tapi juga seberapa penting arti suatu isu atau topik berdasarkan cara media massa memberikan penekanan terhadap isu tersebut. Jadiapa yang dianggappenting dan menjadi agenda media makaitupulalah yang juga dianggappenting dan menjadi media bagikhalayak. Sehingga dalammakalah kami kali ini, kami akanmembahassedetailmungkinmengenaieffek komunikasi massa baik terhadap individu, masyarakat, budaya dan kelompok.
B.   Perumusan Masalah
Bagaimana Effek yang akan ditimbulkan dari Komunikasi Massa terhadap kehidupan masyarakat ?
C.   Tujuan dan Manfaat
Makalah ini membahas tentang effek yang ditimbulkan dari komunikasi massa sehinga diharapkan pembaca memahami effek dari komunikasi massa itu sendiri. 


BAB II
KAJIAN TEORITIS DAN METODOLOGI PENULISAN
A.  Kajian Teoritis
Teori-Teori Komunikasi Massa
1.      Teori Peluru Magis (Magic Bullet Theory, Hypodermic Needle Theory)
a.       Media massa mengubah atau mengendalikan perilaku publik.
b.      Publik tidak berdaya menerima berondongan “peluru” media (pemberitaan).
c.       Media massa memiliki kekuataan perkasa, komunikan dianggap pasif.
2.      Teori Proses Seleksi (Selective Processes Theory)
a.       Public cenderung melakukan “terpaan seleksi” (selective exposure) dan menolak pesan yang berbeda dengan keyakinan mereka.
b.      Penerimaan selektif mengurangi dampak media. 
3.      Teori Pembelajaran Sosial (Social Learning Theory)
a.    Pemirsa meniru apa yang mereka lihat di televisi melalui proses “pembelajaran hasil pengamatan” (observational learning), misalnya menggandrungi kehidupan glamour seperti di televisi. 
4.      Teori Difusi Inovasi (Innovation Diffusion Theory)
a.       Dikemukakan Everett M. Rogers.
b.      Media berperan menyebarkan pesan-pesan sebagai ide, karya, atau objek yang dianggap baru.
c.       Media mempengaruhi publik untuk mengadopsi atau menolak sesuatu yang baru atau berbeda. 
5.      Teori Kultivasi (Cultivation Theory)
a.       Media, khususnya TV, merupakan sarana belajar tentang masyarakat dan kultur kita; juga belajar tentang dunia, orang-orangnya, dan adat kebiasaannya.
b.      Televisi mempengaruhi ide penonton tentang gambaran dunia. 
6.      Teori Langkah (Step Flow Theory)
a.       Pengaruh media massa berlangsung melalui tahapan-tahapan atau langkah.
b.      Terdiri dari (1) Teori Satu Tahap –One Step Flow, media langsung menjangkau/mempengaruhi komunikan, (2) Teori Dua Tahap – Two Step Flow, pengaruh media melalui pihak ketiga, yakni “pemimpin opini” (opinion leader) yang lebih dipercaya publik, dalam situasi yang lebih pribadi, (3) Teori Banyak Tahap –Multistep Flow, pengaruh media mengalir bolak-balik dari media ke khalayak, kembali ke media, dan kembali ke khalayak, dst.
7.      Teori Penggunaan dan Pemenuhan (Uses and Gratification Theory)
a.       Publik menggunakan media untuk memenuhi kebutuhannya.
b.      Menggambaran bagaimana publik menggunakan media untuk memuaskan berbagai kebutuhan hidupnya
c.       Audiens proaktif dan mencari media yang dapat memenuhi kebutuhannya.
d.      Publik memilih apa yang mereka ingin lihat atau baca.
e.       Media bersaing untuk memenuhi kebutuhan individu publik
8.      Teori Kritis (Critical Theory)
Menurut McLuhan dalam Griffin (2006), media massa adalah perpanjangan alat indera (sense extention theory; teori perpanjangan alat indera). Dengan media massa khalayak memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah dilihat atau belum pernah dikunjungi secara langsung.
Komunikasi massa berasal dari istilah bahasa Inggris, mass communication, sebagai kependekan dari mass media communication. Artinya, komunikasi yang menggunakan media massa atau komunikasi yang mass mediated. Istilah mass communication atau communications diartikan sebagai salurannya, yaitu media massa (mass media) sebagai kependekan dari media of mass communication. Massa mengandung pengertian orang banyak, mereka tidak harus berada di lokasi tertentu yang sama, mereka dapat tersebar atau terpencar di berbagai lokasi, yang dalam waktu yang sama atau hampir bersamaan dapat memperoleh pesan-pesan komunikasi yang sama. Berlo (dalam Wiryanto, 2005) mengartikan massa sebagai meliputi semua orang yang menjadi sasaran alat-alat komunikasi massa atau orang-orang pada ujung lain dari saluran.
Menurut Bittner (1980:10) : Komunikasi massa adalah pesan yang di komunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang
Menurut Gerbner (1967) : Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas di miliki orang dalam masyrakat industry.
Menurut Maletzke (1963) : Komunikasi massa kita artikan setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah pada public yang tersebar
Dengan demikian, komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah audien yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media massa cetak atau elektrolit sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.
B.     Kerangka Berfikir
Harold D. Lasswell (dalam Wiryanto, 2005) memformulasikan unsur-unsur komunikasi yang meliputi :
Unsur who (sumber atau komunikator). Sumber utama dalam komunikasi massa adalah lembaga atau organisasi atau orang yang bekerja dengan fasilitas lembaga atau organisasi (institutionalized person). Komunikator dalam proses komunikasi massa selain merupakan sumber pesan, mereka juga berperan sebagai gate keeper (lihat McQuail, 1987; Nurudin, 2003). Yaitu berperan untuk menambah, mengurangi, menyederhanakan, mengemas agar semua informasi yang disebarkan lebih mudah dipahami oleh audien-nya. Bitner (dalam Tubbs, 1996) menyatakan bahwa pelaksanaan peran gate keeper dipengaruhi oleh: ekonomi; pembatasan legal; batas waktu; etika pribadi dan profesionalitas; kompetisi diantara media; dan nilai berita.
Unsur says what (pesan). Pesan-pesan komunikasi massa dapat diproduksi dalam jumlah yang sangat besar dan dapat menjangkau audien yang sangat banyak. Pesan-pesan itu berupa berita, pendapat, lagu, iklan, dan sebagainya. Charles Wright (1977) memberikan karakteristik pesan-pesan komunikasi massa sebagai berikut:
a.      publicly. Pesan-pesan komunikasi massa pada umumnya tidak ditujukan kepada orang perorang secara eksklusif, melainkan bersifat terbuka, untuk umum atau publik.
b.      rapid. Pesan-pesan komunikasi massa dirancang untuk mencapai audien yang luas dalam waktu yang singkat serta simultan.
c.       transient. Pesan-pesan komunikasi massa untuk memenuhi kebutuhan segera, dikonsumsi sekali pakai dan bukan untuk tujuan yang bersifat permanen. Pada umumnya, pesan-pesan komunikasi massa cenderung dirancang secara timely, supervisial, dan kadang-kadang bersifat sensasional.
Unsur in which channel (saluran atau media). Unsur ini menyangkut semua peralatan yang digunakan untuk menyebarluaskan pesan-pesan komunikasi massa. Media yang mempunyai kemampuan tersebut adalah surat kabar, majalah, radio, televisi, internet, dan sebagainya.
Unsur to whom (penerima; khalayak; audien). Penerima pesan-pesan komunikasi massa biasa disebut audien atau khalayak. Orang yang membaca surat kabar, mendengarkan radio, menonton televisi, browsing internet merupakan beberapa contoh dari audien. Menurut Charles Wright (dalam Wiryanto, 2005), mass audien memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
a.      Large yaitu penerima-penerima pesan komunikasi massa berjumlah banyak, merupakan individu-individu yang tersebar dalam berbagai lokasi;
b.      Heterogen yaitu penerima-penerima pesan komunikasi massa terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, beragam dalam hal pekerjaan, umur, jenis kelamin, agama, etnis, dan sebagainya;
c.       Anonim yaitu anggota-anggota dari mass audien umumnya tidak saling mengenal secara pribadi dengan komunikatornya.
Unsur with what effect (dampak). Dampak dalam hal ini adalah perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri audien sebagai akibat dari keterpaan pesan-pesan media. David Berlo (dalam Wiryanto, 2005) mengklasifikasikan dampak atau perubahan ini ke dalam tiga kategori, yaitu: perubahan dalam ranah pengetahuan; sikap; dan perilaku nyata. Perubahan ini biasanya berlangsung secara berurutan.
Komunikasi massa merupakan sejenis kekuatan sosial yang dapat menggerakkan proses sosial ke arah suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Oleh karena itu, efek atau hasil yang dapat dicapai oleh komunikasi yang dilaksanakan melalui berbagai media (lisan, tulisan, visual/audio visual) perlu dikaji melalui metode tertentu yang bersifat analisis psikologis dan analisis sosial. Yang dimaksud dengan analisis psikologi adalah kekuatan sosial yang merupakan hasil kerja dan berkaitan dengan wtak serta kodrat manusia.
Menurut Steven M Chaffee, menyebut lima hal mengenai efek kehadiran media massa:
1)   Efek ekonomis, kehadiran media massa memberikan berbagai usaha produksi, distribusi, dan konsumsi jasa media massa.
2)   Efek sosial, berkatian dengan perubahan pada struktur atau interaksi social sebagai akibar dari kehadiran media massa.
3)   Efek pada penjadwalan kegiatan, Sebelum pergi ke kantor, masyarakat kota pada umumnya membaca Koran dahulu. Anak-anak sekolah dasar yang biasanya selalu mandi pagi pada hari minggu, setelah hadirnya acara televise untuk anak-anak pada pagi hari, mengubah jadwal mandi pagi menjadi jadwal menonton televisi. Pada waktu magrib, anak-anak yang biasanya mengaji setelah sholat menjadi lebih senang menonton televisi setelah stasiun televise menyajikan acara hiburan tertentu pada waktu tersebut.
4)   Efek pada penyaluran/penghilangan perasaan tertentu, Orang menggunakan media untuk memuaskan kebutuhan psikologisnya dengan tujuan untuk menghilangkan perasaan tidak nyaman, misalnya untuk menghilangkan perasaan kesepian, marah, kesal, kecewa dan sebagainya. Seorang gadis yang sedang dimabuk cinta akan mendengarkan lagu-lagu yang bertema cinta atau melankolis dari radio siaran maupun tape recorder. Orang yang tertimpa musibah akan menghilangkan perasaan dukanya dengan mendengarkan radio siaran atau menonton televise yang menayangkan acara-acara siraman rohani, misalnya mendengarkan acara dakwah
5)   Efek pada perasaan orang terhadap media,
Menurut Kappler (1960) komunikasi masa juga memiliki efek:
1.   conversi, yaitu menyebabkan perubahan yang diinginkan dan perubahan yang tidak diinginkan.
2.   Memperlancar atau malah mencegah perubahan
3.   Memperkuat keadaan (nilai, norma, dan ideologi) yang ada
C.     Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka karena segala materi yang didapatkan dari referensi buku juga jurnal komunikasi.


BAB III
PEMBAHASAN
A.    Deskripsi Kasus
Salah satu elemen media massa yang menunjukkan tingkat keberdayaan audiens/khalayak dalam berinteraksi dengan media massa adalah filter atau “perangkat” penyaring nilai-nilai yang ditawarkan media. Media adalah satu hal yang tidak bisa lepas dari masyarakat saat ini. Mengingat setiap saat masyarakat memerlukan sebuah informasi dalam mengembangkan segala potensi yang mereka miliki. Hal itu juga didukung dengan tuntutan kehidupan yang sangat kompleks dimana setiap harinya masyarakat dituntut untuk memahami adanya perubahan agar tidak luput dari informasi dan tidak ketinggalan zaman. Hal ini didorong adanya sikap gengsi yang masih dimiliki oleh setiap individu. Hal ini mendorong masyarakat untuk memiliki suatu yang lebih dibanding dengan individu yang lainnya. Sehingga menjadikan masyarakat lebih konsumerisme karena selalu menginginkan suatu hal yang baru dimana hal itu belum tentu ia butuhkan untuk kesehariannya. Perkembangan media massa yang semakin pesat mempermudah seorang indivdiu dalam mengakses sesuatu yang mereka inginkan. Mulai dari video, fashion sampai gaya hidup yang mewah. Sehingga hal itu membuat masyarakat lupa akan kontrol diri yang harus mereka pelihara agar tidak mudah terpengaruh dengan sesuatu yang baru. Yang tidak jarang hal itu membawa dampak yang negatif dalam diri individu tersebut atau malah membuat individu memanfaatkan perkembangan media massa ini sebagai hal yang tidak tepat, misal menipu seseorang.
Contoh kasus yang sedang marak dan beredar dikalangan masyarakat yaitu beredarnya kasus prostitusi secara online. Salah satunya yang sedang terjadi di Jabodetabek yaitu dengan menawarkan beberapa model, mahasiswa dan bahkan pelajar yang masih di bawah umur sebagai sumber penghasilannya. Mayoritas dari mereka dijadikan sebagai PSK untuk menemani dan melayani pelanggan hidung belang. Dengan perkembangan media massa yang semakin pesat ini, oknum-oknum tertentu memanfaatkan beberapa media sosial untuk mendapatkan pelanggan tanpa harus bertemu langsung.
Oleh sebab itu, demi menghilangkan kebiasaan buruk masyarakat dalam memanfaatkan suatu perkembangan yang ada perlu adanya pelatihan dan pemahaman yang sangat dominan yang di tanamkan dalam diri seorang individu itu sendiri sehingga tidak lagi berbuat yang merugikan banyak orang
B.     Analisis Kasus
Dalam kehidupan masyarakat, di manapun berada, selalu terdapat penyimpangan-penyimpangan sosial yang dilakukan oleh anggotanya, baik yang dilakukan secara sengaja maupun terpaksa. Fenomena tersebut tidak dapat dihindari dalam sebuah masyarakat. Interaksi sosial yang terjadi di antara anggota masyarakat terkadang menimbulkan gesekan-gesekan yang tidak jarang menimbulkan penyimpangan norma yang berlaku pada masyarakat tersebut (Soekanto, 1989:79). Dan inipun masih ada lagi pendapat Aristoteles (384. 322 SM) yang menyebutkan: “Adanya hubungan di antara masyarakat dan kejahatan yaitu dalam wujud peristiwa kemiskinan menimbulkan pemberontakan dan kejahatan”. Dan berkaca dengan permasalahan yang diungkapkan di atas bahwa terjadi sebuah penyimpangan sosial yang menjadikan seorang pelajar di bawah umur menjadi alat  untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah. Hal itu terkait dengan puluhan tahun penelitian telah mengungkapkan besar efek negatif kekerasan seksual terhadap hidup perempuan. Pasca-trauma gejala sisa seperti depresi, ketakutan, dan kecemasan bisa bulan terakhir, dan bahkan bertahun-tahun, penyerangan berikut (Foa & Riggs, 1993; Koss, Goodman, Browne, Fitzgerald, Keita, & Russo, 1994; Resick, 1993). Sejumlah penelitian telah menemukan hubungan antara korban seksual pada masa kanak-kanak dan terlibat dalam pelacuran saat mereka dewasa (El-Bassel, Witte, Wada, Gilbert, & Wallace, 2001; James & Meyerding, 1978; Molitor, Ruiz, Klausner, & McFarland, 2000; Simmons, 2000; Simons & Whitbeck, 1991; Tyler, Hoyt, Whitbeck, & Cauce, 2001b; Barat, Williams, & Siegel, 2000; Widom & Kuhns, 1996). Meskipun sebagian besar anak korban pelecehan seksual tidak terlibat dalam pelacuran, kebanyakan wanita terlibat dalam prostitusi memiliki sejarah yang luas dari inses dan bentuk-bentuk pelecehan seksual (Bagley & Young, 1987; Dalla, 2000; Farley & Barkan, 1998; Silbert, 1982). Wanita terlibat dalam prostitusi jalanan beresiko besar untuk HIV dan PMS lainnya serta kekerasan fisik dan seksual dari pelanggan mereka dan orang asing lainnya (Farley & Kelly, 2000; Garcia-Moreno & Watts, 2000; Hutton, Treisman, Hunt, Fishman, Kendig, Swetz, & Lyketsos, 2000; Mallory, 1999; McKeganey, 1994; Silbert & Pines, 1981; Tyler, Hoyt, & Whitbeck, 2000). Hal yang demikian ini membuat kita merasa prihatin terkait perkembangan zaman yang semakin pesat menimbulkan dampak yang negatif di kalangan masyarakat dan tidak sedikit korbannya adalah perempuan yang mejadi kambing hitam oknum-oknum tertentu yang menginginkan suatu keuntungan namun merugikan orang lain. 
BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari uraian yang telah disampaikan di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa teori komunikasi massa terdiri dari :
1.      Teori Peluru Magis
2.      Teori Proses Seleksi
3.      Teori Pembelajaran Sosial
4.      Teori Difusi Inovasi
5.      Teori Kultivasi
6.      Teori Langkah
7.      Teori Penggunaan dan Pemenuhan
8.      Teori Kritis
Sedangkan pengertian komunikasi massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah audien yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media massa cetak atau elektrolit sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Komunikasi massa memiliki beberapa unsur yaitu :
1.      Unsur who (sumber atau komunikator).
2.      Unsur says what (pesan).
3.      Unsur in which channel (saluran atau media).
4.      Unsur to whom (penerima; khalayak; audien).
5.      Unsur with what effect (dampak).
Menurut Steven M Chaffee, menyebut lima hal mengenai efek kehadiran media massa:
1.        Efek ekonomis,
2.        Efek sosial,
3.        Efek pada penjadwalan kegiatan,
4.        Efek pada penyaluran/penghilangan perasaan tertentu
5.        Efek pada perasaan orang terhadap media
Menurut Kappler (1960) komunikasi masa juga memiliki efek:
1.        conversi, yaitu menyebabkan perubahan yang diinginkan dan perubahan yang tidak diinginkan.
2.        Memperlancar atau malah mencegah perubahan
3.        Memperkuat keadaan (nilai, norma, dan ideologi) yang ada
Contoh kasus yang sedang marak dan beredar dikalangan masyarakat yaitu beredarnya kasus prostitusi secara online. Salah satunya yang sedang terjadi di Jabodetabek yaitu dengan menawarkan beberapa model, mahasiswa dan bahkan pelajar yang masih di bawah umur sebagai sumber penghasilannya. Mayoritas dari mereka dijadikan sebagai PSK untuk menemani dan melayani pelanggan hidung belang. Dengan perkembangan media massa yang semakin pesat ini, oknum-oknum tertentu memanfaatkan beberapa media sosial untuk mendapatkan pelanggan tanpa harus bertemu langsung.
Dalam kehidupan masyarakat, di manapun berada, selalu terdapat penyimpangan-penyimpangan sosial yang dilakukan oleh anggotanya, baik yang dilakukan secara sengaja maupun terpaksa. Fenomena tersebut tidak dapat dihindari dalam sebuah masyarakat. Interaksi sosial yang terjadi di antara anggota masyarakat terkadang menimbulkan gesekan-gesekan yang tidak jarang menimbulkan penyimpangan norma yang berlaku pada masyarakat tersebut (Soekanto, 1989:79). Dan inipun masih ada lagi pendapat Aristoteles (384. 322 SM) yang menyebutkan: “Adanya hubungan di antara masyarakat dan kejahatan yaitu dalam wujud peristiwa kemiskinan menimbulkan pemberontakan dan kejahatan”. Dan berkaca dengan permasalahan yang diungkapkan di atas bahwa terjadi sebuah penyimpangan sosial yang menjadikan seorang pelajar di bawah umur menjadi alat  untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah. Hal itu terkait dengan puluhan tahun penelitian telah mengungkapkan besar efek negatif kekerasan seksual terhadap hidup perempuan. Hal yang demikian ini membuat prihatin banyak kalangan. Mengingat semakin berkembangnya suatu teknologi seharusnya mampu membuat masyarakat hidup dalam suatu kebercukupan dan kenyamanan bukan malah membuat hidup seseorang menjadi tidak bermanfaat atau malah lebih dominan merugikan banyak kalangan.
B.     Saran
Dengan adanya permasalahan yang demikian maka saran yang diberikan adalah :
1.      Untuk Pembaca : Jadikan uraian makalah ini sebagai langkah awal dalam mengkritisi setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar kita, dan pandai-pandailah dalam memanfaatkan perkembangan teknologi yang tersedia gunakan secara bijak
2.      Untuk masyarakat luas : perkembangan teknologi mempermudah terjalinnya suatu komunikasi terutama komunikasi massa namun, apabila tidak mampu menyaring baik dan buruknya akan merugikan sehingga selayaknya masyarakat tidak menerima secara mentah informasi yang di dapatkan agar mampu melakukan perbandingan terkait akibat dan manfaat yang akan di dapatkan

Daftar Pustaka