Kamis, 07 Agustus 2014

untuk kamu yang disana

Untuk kamu yang disana
Terima kasih untuk segenap perhatian dan kasih sayangmu
Terima kasih untuk kesabaranmu
terima kasih untuk segala pengorbananmu
Terima kasih dengan sejuta harapan indahmu akan diriku
maafkanku yang tak mampu membalas semua itu dengan perasaan yang sama
Maaf bilaku telah menorehkan luka di hatimu
Maaf bila diriku telah mempermainkan perasaan tulusmu
Semoga kau mengerti dengan apa yang aku putuskan saat ini
Harapanku cuma satu
Bahagialah dengan yang lain
Bahagialah dengan yang lebih baik
Karna bukan hanya aku bahagiamu

Senin, 23 Juni 2014

Ekspedisi Kartini


EKSPEDISI KARTINIPENDAKIAN 3S (SINDORO SUMBING SLAMET)26 APRIL-2 MEI 2014 A1.jpg          P1014059.JPGEkspedisi Kartini adalah agenda dari Corps Psychopala yang mengedepankan peranan para wanita psychopala dari berbagai kegiatan mulai dari Pendakian dan Penelitian. Ekspedisi Kartini dilaksanakan selama tujuh hari dengan dua hari satu malam pendakian dan lima hari empat malam penelitian.  Pada hari Sabtu,26 April 2014 semuanya mulai dikumpulkan, para kartinipun mulai berkumpul pada pukul 07.00 WIB di Posko Corps Psychopala guna melakukan cek list ulang dan pemantapan persiapan keberangkatan. Tepat pada pukul 07.30 WIB sebelum pelaksanaan upacara keberangkatan para kartini memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu. Selesai sarapan pada pukul 08.30 WIB. Tepat pada pukul 09.00 para tamu undangan sudah mulai datang dan dengan segera dilaksanakannya upacara keberangkatan Ekspedisi Kartini. Upacara kali ini didatangi oleh segenap jajaran senior dari Corps Psychopala, Gubernur BEM, Perwakilan Imamupsi, dan tentunya Bapak Wakil Dekan 3 Psychology Bapak Aad Satria Permadi S.Psi M.A.P1014067.JPGP1014072.JPGUpacara berjalan dengan khitmat. Upacara keberangkatan dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia raya dengan dipimpin oleh Dirigen Fivien. Dilanjutkan dengan pembacaan Kode Etik Pecinta Alam yang dipimpin oleh Protokol Upacara dan ditirukan oleh seluruh perserta Upacara. Selesai pembacaan Kode Etik Pecinta Alam dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Ketua Umum Psychopala, Ketua Pelaksanaan Ekspedisi Kartini, Coordinator Departemen Outdoor, Perwakilan dari DPO dan Sambutan dari Bapak Wakil Dekan 3 serta acara terakhir yaitu doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Aad Satria Permadi S.Psi M.A. upacara keberangkatan Ekspedisi Kartini selesai pada pukul 10.00 WIB yang dilanjutkan dengan pengambian foto bersama dan bersalaman bersama. Tidak ketinggalan kebiasaan dari Corps Psychopala untuk menambah semangat dan kekompakan dari Corps Psychopala itu sediri dengan meneriakkan nama Psychopala sembari menyatukan tangan kita dengan membentuk lingkaran.Setelah selesai agenda kegiatan upacara keberangkatan, waktuya untuk mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa menuju Kota Wonosobo. Agenda awal keberangkatan dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB namun karena fandle yang akan dibawa ke tempat penelitian Desa Tracap belum diambil, sehingga keberangkatan diundur sampai pukul 11.00 WIB. Pukul 11.00 WIB kami berangkat menuju tempat Ekspedisi dengan mengendarai Sepeda Motor. Kami berangkat dengan 6 motor 12 orang. Sebelum keberangkatan kami mampir ke Pom Bensin terlebih dahulu, sehingga pada pukul 11.30 WIB kamipun meninggalkan kota Solo menuju kota Wonosobo. Tepat pada pukul 13.00 WIB kami sampai di Kota Boyolali,dipertengahan jalan hujanpun mengguyur perjalanan kami. Pada akhirnya kamipun memutuskan untuk berhent sejenak menggunakan Mantel. Setelah 15 Menit lamanya kamipun melajutkan perjalanan. Sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan hujanpun senantiasa menemani perjalanan kami. Sehingga jampun menunjukkan pukul 15.30 WIB kamipun sampai di Basecamp Utama tepatnya di Kota Wonosobo.Sesampainya di basecamp utama Ekspedisi Kartini hujanpun masih senantiasa menemani kegiatan kami. Dalam mempercepat segala sesuatunya ketua pelaksanapun membagi perjobdesnya, adanya yang merapikan carier dan depack, ada juga yang sesegera berganti pakaian dan ada juga yang belanja makanan. Setelah jam menunjukkan pukul 17.00 WIB kamipun makan bersama. Selesai makan kamipun membereskan semuanya dan mempersiapkan masakan untuk besok paginya. Sembari menunggu masakan selesai, kamipun berbagi tugas untuk melakukan cek list ulang barang yang akan di bawa keesokka harinya mulai pendakian sampai pada penelitian. Tepat pada pukul 20.00 WIB kami berkumpul bareng di ruang depan sembari melaksanakan evaluasi dan briefing untuk kegiatan keesokan harinya. Evaluasi dan briefing selesai pada pukul 21.30 WIB dilanjutkan dengan istirahat.CAM00175.jpgC360_2014-04-27-08-00-24-093.jpgMinggu, 27 April 2014 menghampiri kita dengan iringan sinar mentari yang senantiasa menyinari alam ini dengan indahnya. Anginpun berhembus dengan ramahnya, pagi ini adalah waktu dimana kami mulai untuk berjuang mencapai puncak gunung sindoro sumbing dan melakukan penelitian di Desa Tracap Kaliwiro. Tepat pada pukul 05.00 WIB segala bentuk aktivitas kami kerjakan, mulai dari belanja di pasar, masak untuk sarapan, packing barang yang diperlukan dan mempersiapkan segala sesuatu yang lainnya. Jampun menunjukkan pukul 06.30 WIB waktunya untuk sarapan sebelum berangkat menyongsong perjuangan. Setelah selesai sarapan dilanjutkan dengan merapikan semua ruangan dan membereskan semua alat. Setelah rapi semuanya, tepat pukul 07.30 WIB kami berkumpul di halaman untuk sekedar foto bareng dan berdoa terlebih dahulu sebelum keberangkatan melaksanakan tugasnya masing-masing. Mengingat rencana awal keberangkatan pukul 08.00 WIB kamipun sesegera mungkin menuju Basecamp masing-masing. Keberangkatan ke Basecamp Sumbing tiga kartini ( Monde, Bebek dan Ompreng ) diantar oleh Basecamper Udin diikuti oleh Romadhon, Fifien, Endah dan Soni. Kami sampai di Basecamp Sumbing pukul 08.08 WIB sampai disana kami langsung melakukan registrasi dengan membayar Rp 12.000,00. Mengingat akan target pendakian, pukul 08.30 WIB kami mulai meninggalkan Basecamp. Kami mulai menyusuri jalanan yang ditemani dengan pemandangan ladang warga. Kami melewati ladang warga selama dua jam. Dipertengahan jalan tepat pukul 10.00 WIB hujanpun menemani perjalanan kita. Mengingat jalan berbatu dan licin kamipun memutuskan untuk berteduh di gubuk ladang warga sejenak. Di dalam gubuk kamipun saling bercengkrama dan berbagi cerita sembari melepas lelah.
Jalan yang licin dan menanjak senantiasa menemani perjalanan kami untuk mencapai puncak Gunung Sumbing. Menyusuri setiap sudut medan yang terjal dengan semangat tinggi tanpa ada keinginan untuk tumbang, langkah kaki tak ada lelah untuk melangkah dan matapun tak bosan untuk melihat ke depan. Tenaga yang masih bugar menambah keyakinan kami untuk melanjutkan perjalanan. Tepat pada pukul 11.00 WIB hujanpun mulai reda dan kamipun melanjutkan perjalanan dan masih senantiasa ditemani oleh pemandangan ladang warga yang hijau nan subur. Untuk mencapai Pos 1 kami perlu melewati aliran sungai yang masih jernih dan alami. Tepat ketika kami telah berhasil menyeberangi sungai itu, hujanpun mulai mengguyur kami kembali. Dengan langkah yang lebih cepat kami dengan segera mencapai Pos 1. Kami berhasil mencapai Pos 1 pada pukul 12.00 WIB. Sampai di Pos 1 hujan semakin deras mengguyur kami, sehingga kamipun memutuskan untuk berteduh sejenak di Pos 1 dan mendirikan Flysheet untuk menghalangi hujan mengguyur tubuh kita secara langsung. Kami mendirikan Flysheet disela-sela hujan yang dengan setia mengguyur tubuh kami, dengan semangat yang tinggi kamipun melanjutkan untuk mendirikan flysheet untuk berteduh sejenak. Sembari menunggu hujan reda, di dalam Flysheet kami gunakan untuk selalu berkomunikasi agar tercipta suatu kesolidan dalam team. Tepat pada pukul 12.30 WIB hujanpun agak reda, dan kami memutuskan untuk memakai mantel agar tidak terlalu basah baju yang kami kenakan. Selesai memakai Flysheet dan membereskan segala barang-barang, tepat dipukul 13.00 WIB kamipun siap melanjutkan perjalanan.Mengingat hari itu hujan turun sangatlah lebat sehingga medan yang kami laluipun bertambah sangat licin. Namun hal itu tak lantas menyurutkan semangat kami untuk terus melangkahkan kaki menuju Pos 2. Untuk menuju Pos 2 medan yang kami lalui sangat berbeda dengan medan yang kami lewati ketika akan menuju Pos 1. Ketika dari basecamp ke Pos 1 kita senantiasa ditemani dengan pemandangan Ladang Warga, sedangkan untuk mencapai Pos 2 kami ditemani oleh medan jalur air yang akan sangat licin ketika hujan turun sangat lebatnya. Dipersimpangan jalan, dengan rintikan hujan kami para kartini bertemu dengan komunitas Bajangers. Meski dipersimpangan jalan sekalipun tak menyurutkan kami untuk berfoto bareng dan membagikan sticker Ekspedisi Kartini 3S. Kamipun juga bertukar alamat Fb untuk menjalin silahturahmi. Perkenalan dan pengambilan fotopun berakhir hingga kamipun melanjutkan perjalanan kami masing-masing. Sepanjang perjalanan menuju puncak Sumbing kami bertemu dengan pendaki lainnya dari berbagai wilayah. Namun sayangnya, waktu itu jadwal mereka untuk turun sedangkan kami baru ingin mencapai puncak Sumbing. Dipertengahan jalan, hujan kembali turun dengan derasnya dibarengi adanya petir. Namun semua itu tak menyurutkan kami untuk dapat mencapai Pos 2. Meski dengan langkah yang sangat berat karna sepatu yang penuh dengan air, meski dengan dinginnya badan karna dari awal pendakian baju selalu terguyur air semua itu tak lantas membuat kami berhenti berjuang menakhlukkan medan jalur air yang licin itu.Tepat pada pukul 14.30 WIB kami berhasil mencapai Pos 2. Kamipun beristirahat sejenak sembari mengambil keputusan untuk melanjutkan ke Pestan atau tidaknya. Setelah menimbang-nimbang dengan apa yang disarankan para pendaki yang turun, akhirnya kamipun memutuskan untuk membuat camp di Pos 2. Dengan sesegera mungkin kami membagi jobdes masing-masing mengingat baju yang kami kenakan basah kuyup. Monde bertugas untuk mencari ranting dan membuat perapian, Bebek bertugas untuk mendirikan tenda, sedangkan ompreng menyiapkan minuman dan makanan yang hangat. Semua tugas berjalan dengan rapi, setelah selesai semua,gilirannya untuk berganti pakaian. Yang pertama ganti pakaian adalah Ompreng,sedangkan bebekpun menggantikan tugas ompreng untuk membuat makanan hangat. Setelah ompreng dilanjutkan dengan Monde dan Bebek yang terakhir. Kami ngecamp di Pos 2 senantiasa dihampiri para pendaki untuk sekedar mampir istirahat atau bahkan menikmati makanan dan minuman yang kami buat. Dan kamipun sangat senang karna camping yang kami buat sangat rame pengunjung meski hanya sampai pada pukul 17.30 WIB setidaknya telah menemani kami dalam mempersiapkan segala sesuatunya untuk malam ini dan besok. Kamipun juga saling bertukar wawasan dan memiliki rencana bersama untuk mendaki kembali.Tepat pada pukul 18.30 WIB suasana mulai sepi dan kantukpun menghampiri kami, sembari membereskan segala peralatan kamipun juga mempersiapkan briefing dan evaluasi untuk hari ini. Kami melakukan evaluasi dan briefing dengan suasana yang santai. Untuk menghilangkan kesunyian malam ini kamipun saling bererita satu sama yang lain dengan iringan musik klasik yang diputar dari MP3 pink yang tergantung di dalam tenda. Dan tanpa tersadaripun mata kami mulai terpejam. Hingga pada akhirnya, tepat pukul 20.30 WIB kamipun memutuskan untuk istirahat dengan mematikan MP3 dan menyalakan lampu emergency. Mengingat rencana kami adalah besok pagi pukul 02.00 WIB mulai muncak. Dengan rintikan hujan kami memejamkan mata malam ini, dengan harapan doa besok ketika mendaki menapai Puncak Sumbing Cuacapun sangat mndukung. Amin...28 april 2014images.jpg'Fto Dina'0857 (2).jpgKrinnggggggg!!!!!!!!!!!!!!!! Alarm pukul 01.30 WIB berbunyi. Kami lantas membuka mata guna mematikan alarm sembari menyiapkan segala peralatan yang akan di bawa ke puncak. Namun, setelah kami sadari bahwasanya di luar hujan cukup deras, sehingga kamipun mengundur jadwal pendakian kami menjadi pukul 05.00 WIB. Hingga pada pukul 01.45 WIB kami memutuskan untuk kembali istirahat dan bagun kembali di pukul 04.45 WIB. Namun, air hujan turun dengan deras dan iringan kabut yang tebal membuat cuaca pagi ini menjadi sangat dingin. Sehingga kamipun mulai merapatkan barisan tidur kami, karna hanya bertiga, sebisa mungkin kami menciptakan kehangatan dalam tenda. Tepat pukul 05.00 WIB kamipun terbangun, udarapun masih sangat sejuk dan hujanpun telah berhenti. Kamipun bergegas untuk membuat sarapan terlebih dahulu, sembari menikmati udara pagi hari di Gunung Sumbing. Pagi ini kami lewati dengan santainya, pukul 07.00 WIB kami mulai untuk mendaki, meninggalkan Pos 2 untuk menuju Pestan, Pasar Watu, Watu Kotak, Tanah Putih dan Puncak Kawah. Udara pagi masih sangat sejuk sehingga tak mematahkan semangat kami untuk terus melanjutkan perjalanan mencapai Puncak Sumbing. 30 menit berjalan kami berhenti di Pos Memoriam Tri Antono yang meninggal pada tanggal 31 Desember 2006 diketinggian 2257 Mdpl. Kamipun mmutuskan untuk mampir sejenak mengirinkan surat-surat pendek untuk beliau yang telah menemukan keabadianya. Tak lantas melupakan pmandangan yang terlihat dari Pos ini, Gunung Sindoro yang berselimutkan awan di bawahnya membuat kami senatiasa bersyukur atas nikmat yang Allah ciptakan. Melihat dengan kasat mata dan di alam bebas bahwa ciptaan Allah sangatlah Luar Biasa, melihat dengan lautan awan putih menyelimuti gunung-gunung yang gagah dan berhiaskan pepohonan yang rindang sebagai pelengkap bertambahnya keindahan itu. Tak ketinggalan kamipun mengabadikan setiap pemandangan yang tersajikan. 15 menit telah berlalu, kamipun mlanjutkan perjalanan menuju Pestan. Melanjutkan perjalanan dengan suka cita dan penuh semangat. Perjalanan kami lalui selama 1 jam untuk sampai di Pestan. Tepat pukul 08.45 WIB kamipun sampai di Pestan. Kali ini kabut sangatlah tebal menyelimuti perjalanan kami untuk mencapai puncak Sumbing. Kabut yang tebal, udara yang dingin dan jalanan yang terjal takkan mampu mematahkan semangat kami untuk terus melanjutkan pendakian sampai pada puncak Gunung Sumbing. Udara dingin senantiasa mengiri perjalanan kami, dari Pestan kami melanjutkan ke Pasar Watu yang kami tempuh selama 45 menit. Tepat pada pukul 09.30 WIB kamipun sampai di Pasar Watu dan kami memutuskan untuk istirahat sejenak untuk sekedar melepas lelah dan kantuk karna cuaca yang dingin nan sejuk. Dalam waktu 40 menit berlalu kamipun melanjutkan perjalanan kembali menuju ke Watu Kotak. Perjalanan menuju Watu Kotak tidak jauh beda ketika kami menuju ke Pasar Watu, perjalaanan ini kami tempuh selama 35 menit. Tepat pada pukul 10.45 WIB kami sampai di Watu Kotak. Perjalanan yang kami tempuh terasa sangat singkat, di Watu Kotakpun kami memutuskan untuk berhenti sejenak guna memakai jas hujan karna hujan mulai turun meski tidak terlampau deras namun untuk menghindari akan baju yang basah kuyup. Di Watu Kotak kamipun bertemu dengan seorang bapak-bapak yang sedang mencari burung sebagai ata pencahariannya sehari-hari. Waktu istirahat selain kami gunakan untuk memakai jas hujan kamipun juga berbincang-bincang dengan bapak-bapak itu. Ternyata, bapak tersebut mendaki gunung sumbing hanya membutuhkan waktu empat jam untuk sampai di Watu Kotak. Perbincanganpun kami akhiri dan kami dengan segera melanjutkan perjalanan menuju Tanah Putih, sedangkan Bapak yang tadi memasang perangkap di Watu Kotak bagian atas untuk mendapatkan burung.page.jpgPerjalanan menuju Tanah Putih kami lanjutkan dengan iringan rintikan hujan turun. Kamipun merasa ragu untuk melanjutkan karena takut akan turunnya badai. Namun dengan keyakian kuat kamipun teguh melanjutkan perjalanan tepat pada pukul 11.15 WIB. Untuk menuju Tanah Putih kamipun harus melalui medan yang sangat terjal karena kami harus semi memanjat. Dengan medan yang tak kalah licinnya kamipun mampu mencapai Tanah Putih pada pukul 12.15 WIB. Perjalanan terus kami lanjutkan dengan sisa tenaga yang kami miliki dan dengan semangat tinggi. Perjalanan kami untuk menuju puncak sumbing hampir sampai, kamipun terus berusaha menyemangati dan saling menyemangati diri kami. Tepat ditumpukan bebatuan disana tertulis Puncak Buntu atau Puncak Kawah. Kamipun memutuskan untuk menuju Puncak Kawah. Perjalanan menuju Puncak Kawah lumayan landai dan medannyapun cukup mudah namun tak lepas dari usaha kami untuk terus melakukan panjat. Selama 45 Menit perjalanan kamipun sampai di Puncak Kawah. Dengan puji syukur sembari bersujud kepada Sang Kholiq kamipun berhasil mencapai Puncak Sumbing tepat pada pukul 13.00 WIB. Di Puncak kami habiskan waktu untuk mengabadikan setiap pemandangan dan menikmati snack yang telah kami bawa. Meski di Puncak Sumbing penuh dengan bebatuan dan hampir tidak ada tempat lapang, namun hal itu tidak menyurutkan kami untuk terus mengabadikan setiap pemandangan. Satu jam kami gunakan untuk terus menikmati pemandangan Puncak Sumbing yang berhiaskan dengan bebatuan dan kawah hijau yang enak dipandang. Tepat dipukul 14.00 WIB kamipun memutuskan untuk turun mengingat perjalanan yang harus kami tempuh cukup jauh dan haripun mulai sore. Perjalanan turun terasa sangatlah cepat. Sembari menyusuri perjalanan turun kamipun menyempatkan diri untuk membersihkan sampah yang mengotori setiap perjalanan dari Puncak Kawah Sumbing sampai di Pestan. Kami sampai di Pestan pukul 16.00 WIB. Mengingat teman kami Ompreng mengalami sakit kepala kamipun memutuskan untuk beristirahat sejenak melepas lelah. 15 menit lamanya kami gunakan untuk istirahat, kamipun segera melanjutkan perjalanan menuju pos 2 karena kabutpun sudah mulai turun dan menghalangi jarak pandang kami. Kami berjalan dari Pestan ke Pos 2 selama 45 menit. Sampai di pos 2 tepat pada pukul 17.00 WIB kami sangatlah lega karena mampu untuk mencapai Pos 2 sesuai dengan target sebelumnya. Namun, kamipun juga sangat kaget ketika kami menyadari bahwa ada barang kami yang tidak ada. Mulai dari Flysheet, Sleeping Bag, Samurai, Hp, Deppag dan Webbing. Ketika menyadari hal itu kamipun merasa takut dan was-was apabila orang yang mengambil barang kami itu masih berada disekitar kami. Kamipun dengan segera memutuskan untuk segera membereskan semua barang-barang kami yang tersisa. Tepat pada pukul 17.45 WIB, kamipun segera melanjutkan perjalanan agar bisa sampai di basecamp dengan perasaan yang teramat panik dan takut. Ditambah dengan suasana yang semakin malam semakin gelap membuat hati dan perasaan kami mulai tidak bisa berfikir secara positif. Namun, hal itu tak lantas menimbulkan permasalahan di antara kami. Disepanjang perjalanan kami selalu berharap agar ada pendaki lain yang mungkin melakukan perjalanan turun sehingga kami bisa bareng ataupun yang melakukan pendakian agar kesenyapan malam yang gelap ini segera pudar. Namun, tak satupun kami menjumpai pendaki yang naik ataupun turun malam itu. Dan kamipun terus melanjutkan perjalanan sampai pada pos 1. Kami sampai di Pos 1 pada pukul 18.30 WIB. Sampai di pos 1 kami saling mengutarakan keluh kesah masing-masing yang sudah merasa kelelahan karena langkah kami yang tiada henti-hentinya untuk me;angkah. Di Pos 1 sempat terjadi adu argumen antara kami, namun hal itu tak lantas memudarkan semangat kami untuk turun. Sebelum turunpun kami berdoa untuk menghindari segala pemikiran negatif sepanjang perjalanan kami. Tepat pada pukul 19.00 WIB kamipun melanjutkan perjalanan menuju basecamp menyusuri perjalanan yang gelap dengan penerangan sinar senter kecil yang terpasang di kepala kami.P1014243.JPGSetelah melakukan perjalanan selama dua jam kamipun mampu sampai di basecamp sumbing pada pukul 20.30 WIB. Mengingat perjalanan yang sangat melelahkan kamipun memutuskan untuk beristirahat sejenak di basecamp sumbing sebelum kembali ke basecamp utama Ekspedisi Kartini. Mengingat keadaan teman kami yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan akhirnya kamipun memutuskan untuk menghubungi basecamper agar menjemput kami di basecamp sumbing dan mengantar kami kembali ke basecamp utama ekspedisi kartini. Setelah menunggu selama 10 menit basecamperpun datang dan segera membawa kami kembali ke basecamp utama ekspedisi kartini. Tepat pada pukul 21.15 WIB kamipun sampai di basecamp utama dan segera bersih-bersih. Selesai bersih-bersih kami habiskan waktu luang untuk sekedar berbagi cerita antara pendaki Sindoro dan Sumbing sembari melakukan evaluasi dan beriefing pada pukul 22.00 WIB. Selesai semua kegiatan kamipun memutuskan untuk istirahat pada pukul 23.15 WIB. P1014247.JPGPagi harinya tepat pada tanggal 29 april 2014 menghampiri kami dengan hangatnya. Hari ini kami mendapat perintah dari Ketua kegiatan ekspedisi untuk beristirahat di Basecamp utama terlebih dahulu dan esok harinya bisa menyusul membantu team penelitian. Hari ini kami habiskan untuk membersihkan basecamp utama sekaligus menikmati pemandangan sekitar yang diapit oleh dua gunung Sindoro dan Sumbing. Pagi hari dengan udara yang segar kami putuskan untuk belanja makanan guna sarapan, makan siang dan makan malam nantinya. Dengan kemampuan yang kami punya kamipun memasak dengan suka cita, kegiatan dihari ini cukup membosankan kalau bisa diungkapkan karena hari ini kami hanya bisa memasak, makan, menikmati pemandangan dan tidur. Sore haripun menghampiri kami tepat pukul 18.00 WIB kamipun mulai makan malam dan pada pukul 20.00 WIB kami gunakan untuk packing barang yang akan kami bawa ke tempat penelitian. Sembari mempersiapkan semuanya kamipun tak lantas meninggalkan moment untuk sekedar bercanda tawa melepas penat. Briefing kami hari ini adalah rencana untuk keesokan harinya dengan adanya pembagian dua team ada yang membantu team penelitian dan sebagiannya lagi mencoba surei ke gunung slamet untuk memastikan bisa atau tidakna untuk melakukan pendakian ke gunung slamet. Tepat pada pukul 22.00 WIB kamipun mulai untuk beristirahat guna mempersiapkan tenaga untuk besok.P1014254.JPGHari Rabu, 30 April 2014 menghampiri dengan suasana yang hangat dan ceria. Kabut pagi ini tidak begitu lebat dan sinar mataharipun senantiasa menyinari dunia dengan keelokkannya. Pagi ini agenda kita adalah menyusul team penelitian di Desa Tracap Kaliwiro dan melihat suasana di Gunung Slamet. Dalam pertengahan perjalanan kamipun berhenti dulu di Pasar Kretek untuk membeli alat-alat outbound. Namun, di tengah perjalanan kami mendapat kabar dari Senior bahwasanya warga di sekitar Gunung Slamet sudah mulai mengungsi dan kamipun tidak diizinkan untuk ke sana sehingga kamipun memutuskan untuk berhenti sejenak diperbatasan Wonosobo dan Purwakarta arah menuju Desa Kliwiro. Setelah berunding selama 15 menitpun kami memutuskan untuk tidak berangkat ke Gunung Slamet namun memutuskan untuk ke Sikunir. Untuk mempersingkat waktu, kamipun segera menuju ke basecamp penelitian guna meletakkan barang-barang bawaan dan pamitan pada ibu Salas selaku pemilik sekaligus ketua dari komunitas TKW di Kampung Buruh tepat pada pukul 12.00 WIB. Setelah beristirahat selama satu jam, tepat pada pukul 13.00 WIB kamipun berangkat menuju ke Sikunir. Namun, kamipun memutuskan untuk mampir terlebih dahulu ke tempat teman kami di Daerah Banjarnegara. Kami sampai di Banjarnegara pada pukul 15.00 WIB. Disana kami gunakan untuk beristirahat sejenak sekaligus mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa. Disana kami disambut orang tua teman kami dengan hangatnya dan kamipun disediakan banyak macam makanan. Sebelum berangkat kamipun diharuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Setelah persiapan dan membersihkan segala sesuatunya selama 2 jam, tepat pada pukul 17.00 WIB kamipun berangkat menuju Sikunir. Perjalanan menuju Sikunir kami tempuh dalam waktu hampir 3 jam. Kamipun sampai di Sikunir pada pukul 19.00 WIB dengan membayar retribusi dulu. Sikunir adalah desa dengan keindahan sunrise dan sunsetnya sekaligus desa tertinggi di pulau Jawa.jhg.JPGNamun, untuk dapat melihat sunrise ataupun sunset kamipun diharuskan untuk melakukan perjalanan kaki terlebih dahulu selama 30 menit. Setelah melewati medan perjalanan yang menanjak dan lumayan licin kamipun menemukan tempat untuk mendirikan tenda tepat pada pukul 20.00 WIB. Setelah menemukan tempat untuk mendirikan tenda, ketua pelaksanapun membagi per jobdesnya, ada yang membuat minuman hangat, mendirikan tenda, mencari ranting untuk membuat perapian dan ada pula yang merapikan tenda beserta isinya. Tepat pada pukul 21.00 WIB semua aktivitas selesai, dan kamipun memutuskan untuk berkumpul bersama di depan tenda sembari bercanda tawa guna menambah keakraban diantara kita. Namun, kamipun menyadari ada yang kurang akhirnya kamipun memutuskan untuk membuat siomay. Dengan penuh kebahagiaan kamipun saling membantu membuat siomay dan memasak mie. Selesai semuanya, kamipun beristirahat pada pukul 23.00 WIB. Namun, karena tenda yang kami bawa hanyalah dua maka untuk anak laki-lakipun tidur di luar tenda dengan berselimutkan awan hitam yang dipenuhi oleh hiasan cahaya bintang dan berselimut hembusan angin yang dingin. Malam ini angin berhembus dengan dinginnya menemani istirahat kami dengan berhiaskan sinaran sang rembulan juga bintang yang membantu harapan kami untuk selalu melewati setiap harinya dengan iringan kebahagiaan.'Fto Dina'0961.jpgPagi harinya dengan suasana yang tak jauh beda dengan malam hari karena jam masih menunjukkan pukul 04.00 WIB. Pagi ini hari Kamis, 1 Mei 2014 kami sambut bulan baru di tempat yang baru dan sangat indahnya. Meski masih berselimut dengan awan hitam dan pancaran rembulan tak menyurutkan bagi para pengunjung untuk menantikan sang mentari datang dengan anggunnya. Menanti dengan sabar datangnya sang surya bersinar dengan hangatnya ditemani semilir angin pagi hari yang dingin. Setelah menunggu hampir satu jam, tiba saatnya sang suryapun muncul. 'Fto Dina'0970.jpgP4014381.JPGTepat pukul 05.30 WIB terlihat dengan jelas di depan mata kita terpancar cahaya yang indah nan anggunnya membuat semua yang menyaksikan semakin terpana. Udara dingin yang sempat terasa sebelumnya kinipun mulai pudar dan berganti dengan kehangatan karna adanya pancaran sinar sang surya mentari. Tak ingin meninggalkan setiap moment pemandangan yang indah ini, kamipun mengabadikan momen pagi ini dengan berfoto bersama. Mengingat Sikunir adalah daerah yang tertinggi di Pulau Jawa, kamipun mampu melihat pemandangan luas dari ketinggian dengan iringan rasa syukur bahwasanya kita masih mampu benar-benar menikmati pemandangan nan elok dan mempesona ini. Puas menikmati semua pemandangan yang ada, tepat pukul 07.15 WIB kami putuskan untuk kembali ke tempat camp dan merapikan semua tenda. Selesai membersihkan semuanya, kamipun turun pada pukul 07.45 WIB. Mengingat agenda kegiatan belum selesai, kamipun memutuskan untuk segera kembali ke Banjarnegara. Sebelum kembali ke Banjarnegara kamipun berfoto sejenak di depan tulisan SIKUNIR. Perjalanan menuju Banjarnegara kami tempuh dalam waktu 3 jam tepat pukul 10.45 kamipun sampai di Banjarnegara, disana kami habiskan waktu untuk istirahat total sebelum kembali ke Desa Tracap Kaliwiro. Setelah selama dua sampai tiga jam kami habiskan untuk istirahat, kamipun segera melakukan packing untuk keperluan outbond keesokkan harinya, ada yang belanja dan ada juga yang merapikan segala barang-barang yang kemarin dibawa ke Sikunir. Tepat pukul 15.35 WIB kami berbelanja keperluan outbond selesai pada pukul 16.15 WIB di tengah perjalanan pulang kamipun ditemani hujan yang deras dan kamipun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mengingat jarak tempat belanja dengan rumah teman kita juga dekat.
Sembari menunggu hujan reda, kamipun mengadakan perundingan bahwasanya sebagian ada yang berangkat ke Desa Tracap Kaliwiro dan sebagian lainnya tetap tinggal di Banjarnegara. Tepat pukul 17.15 WIB team yang kembali ke Desa Tracap Kaliwiropun memulai perjalanan dengan iringan rintikan hujan. Dan tersisa enam orang tetap tinggal di Banjarnegara dan memutuskan untuk ke Kaliwiro besok pagi. Di banjarnegara kami juga mempersiapkan segala sesuatunya yang perlu dibawa. Jam menujukkan pukul 19.00 WIB waktunya untuk makan malam, kamipun memutuskan untuk memasak ikan lele dan membuat sambel. Selesai makan kamipun melanjutkan untuk sekedar menonton tv dan berbincang-bincang. Tepat pada pukul 22.00 WIB kamipu beristirahat mengingat acara keesokkan harinya adalah perjalanan ke Desa Tracap Kaliwiro.Hari Jumat, 2 Mei 2014 adalah ahri terakhir acara ekspedisi kami, dengan penuh semangat kamipun bergegas untuk segera meluncur ke Desa Tracap Kaliwiro. Sebelumnya kamipun sarapan terlebih dahulu dan kebetulan semua sarapan sudah dipersiapkan oleh ibu dari teman kami. Tepat pada pukul 07.00 WIB kamipu mulai perjalanan, namun sangat disayangkan bahwasanya sebelum perjalanan dimulai ban motor salah satu teman kami bocor dan kamipun segera mencari tempat tambal ban. Selesai menambal ban, kamipun melanjutkan perjalanan pada pukul 07.25 WIB. Perjalanan kami tempuh dalam waktu 1 jam. Sampai di Desa Tracap Kaliwiro pada pukul 08.25, teman-teman kami yang lain sudah mulai berangkat ke Paud untuk memberikan outbond dan kamipun dengan segera menyusul mereka. Sesampai di Paud itu kami dengan segera melakukan adaptasi dengan adik-adik di Paud tersebut. Kegiatannya kali ini adalah membuat buah-buahan dan hewan dari parafin atau lilin mainan, selain itu kamipun bermain bola dan bermain kereta-keretaan. Adaptasi adik-adik Paud disana sangat baik, dan merekapun merespon dengan baik setiap stimulus yang diberikan. Ditambah lagi, daya ingat merekapun sangat baik dan mereka juga sangat aktif. Jam menunjukkan pukul 09.30 WIB, disana setiap pukul 09.30 WIB adalah waktu untuk beristirahat, kamipun dengan segera P5024496.JPGmembagikan snack yang telah kami sediakan sebelumnya dan mengambilkan bekal adik-adik yang telah dibawa dari rumah. Setelah 15 menit, acara selanjutnya adalah berkumpul bersama untuk berdoa sebelum pulang. Di Paud P5024537.JPGKaliwiro ini juga ada tradisi agar murid-muridnya mejawab setiap pertanyaan yang diberikan, dan adik-adikpun menjawab semua pertanyaan denga baik dan benar. Sebelum pulang, kamipun putuskan untuk berfoto dengan adik-adik dan para guru Paud Kaliwiro. Semua kegitan selesai pada pukul 10.15 WIB saatnya penyerahan fandle kepada ibu Salas. Kamipun segera kembali ke rumah ibu Salas dan merapikan segala sesuatunya, jam tela menunjukkan pukul 11.45 WIB mengingat hari ini adalah hari Jumat maka yang laki-lakipun sholat Jumat terlebih dahulu dan yang perempuan menunggu di rumah ibu Salas sembari berbagi cerita dengan ibu Salas. Tepat pukul 13.00 WIB jumatanpun telah selesai, dan teman laki-laki kamipun memutuskan untuk istirahat sebentar dan tepat dipukul 14.00 WIB kamipun putuskan untuk kembali ke Solo.Perjalanan pulang kami kali ini sangat cerah namun cukup ramai. Perjalanan kami tempuh selama 3 jam kami sampai di Temanggung pukul 17.00 WIB dan memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk makan siang. Kamipun melanjutkan perjalanan pada pukul 17.45 WIB. Untuk sampai di Solo, lama perjalanan kami tempuh selama 3 jam. Setelah melakukan perjalanan selama 6 jam, kamipun sampai di Solo Kampus Psikologi dan Posko Psychopala pada pukul 20.45 WIB. Dengan perasaan yang lega karena telah berhasil melaksanakan eksedisi kartini ini, kamipu datang disambut oleh Ketua Umum dan segenap jajaran senior Psychopala. Dengan ungkapan bangga para seniorpun memberikan ucapan selamat kepada kami. Malam ini kami putuskan untuk beristirahat sejenak di Posko Psychopala dan pulang ke rumah masing-masing keesokkan harinya.
Ekspedisi Kartini telah usai, tak lantas memudarkan kebersamaan dan menurunkan semangat juang kami. Ekspedisi Kartini melatih kami untuk tidak mudah berputus asa dan selalu menjaga solidaritas team. Dengan semangat Kartini, di bulan Kartini ini menjadi suatu bukti bahwa para perempuan memiliki semangat dan daya juang yang tiada habisnya. Bertahan, bertahan dan selalu bertahan untuk tidak takut menghadapi tantangan agar tak pernah terbawa bujukkan untuk menyerah dan berputus asa. Tak pernah gentar untuk melewati seberapa terjalnya medan pendakian. Medan yang terjal adalah tantangannya dan tantangan itulah yang harus dikalahkan.
 

Selasa, 27 Mei 2014

Ekspedisi Kartini Psychopala (Psikologi Pecinta Alam UMS)


EKSPEDISI KARTINI
PENDAKIAN 3S (SINDORO SUMBING SLAMET)
26 APRIL-2 MEI 2014











Ekspedisi Kartini adalah agenda dari Corps Psychopala yang mengedepankan peranan para wanita psychopala dari berbagai kegiatan mulai dari Pendakian dan Penelitian. Ekspedisi Kartini dilaksanakan selama tujuh hari dengan dua hari satu malam pendakian dan lima hari empat malam penelitian.  Pada hari Sabtu,26 April 2014 semuanya mulai dikumpulkan, para kartinipun mulai berkumpul pada pukul 07.00 WIB di Posko Corps Psychopala guna melakukan cek list ulang dan pemantapan persiapan keberangkatan. Tepat pada pukul 07.30 WIB sebelum pelaksanaan upacara keberangkatan para kartini memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu. Selesai sarapan pada pukul 08.30 WIB. Tepat pada pukul 09.00 para tamu undangan sudah mulai datang dan dengan segera dilaksanakannya upacara keberangkatan Ekspedisi Kartini. Upacara kali ini didatangi oleh segenap jajaran senior dari Corps Psychopala, Gubernur BEM, Perwakilan Imamupsi, dan tentunya Bapak Wakil Dekan 3 Psychology Bapak Aad Satria Permadi S.Psi M.A.
Upacara berjalan dengan khitmat. Upacara keberangkatan dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia raya dengan dipimpin oleh Dirigen Fivien. Dilanjutkan dengan pembacaan Kode Etik Pecinta Alam yang dipimpin oleh Protokol Upacara dan ditirukan oleh seluruh perserta Upacara. Selesai pembacaan Kode Etik Pecinta Alam dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Ketua Umum Psychopala, Ketua Pelaksanaan Ekspedisi Kartini, Coordinator Departemen Outdoor, Perwakilan dari DPO dan Sambutan dari Bapak Wakil Dekan 3 serta acara terakhir yaitu doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Aad Satria Permadi S.Psi M.A. upacara keberangkatan Ekspedisi Kartini selesai pada pukul 10.00 WIB yang dilanjutkan dengan pengambian foto bersama dan bersalaman bersama. Tidak ketinggalan kebiasaan dari Corps Psychopala untuk menambah semangat dan kekompakan dari Corps Psychopala itu sediri dengan meneriakkan nama Psychopala sembari menyatukan tangan kita dengan membentuk lingkaran.
Setelah selesai agenda kegiatan upacara keberangkatan, waktuya untuk mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa menuju Kota Wonosobo. Agenda awal keberangkatan dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB namun karena fandle yang akan dibawa ke tempat penelitian Desa Tracap belum diambil, sehingga keberangkatan diundur sampai pukul 11.00 WIB. Pukul 11.00 WIB kami berangkat menuju tempat Ekspedisi dengan mengendarai Sepeda Motor. Kami berangkat dengan 6 motor 12 orang. Sebelum keberangkatan kami mampir ke Pom Bensin terlebih dahulu, sehingga pada pukul 11.30 WIB kamipun meninggalkan kota Solo menuju kota Wonosobo. Tepat pada pukul 13.00 WIB kami sampai di Kota Boyolali,dipertengahan jalan hujanpun mengguyur perjalanan kami. Pada akhirnya kamipun memutuskan untuk berhent sejenak menggunakan Mantel. Setelah 15 Menit lamanya kamipun melajutkan perjalanan. Sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan hujanpun senantiasa menemani perjalanan kami. Sehingga jampun menunjukkan pukul 15.30 WIB kamipun sampai di Basecamp Utama tepatnya di Kota Wonosobo.
Sesampainya di basecamp utama Ekspedisi Kartini hujanpun masih senantiasa menemani kegiatan kami. Dalam mempercepat segala sesuatunya ketua pelaksanapun membagi perjobdesnya, adanya yang merapikan carier dan depack, ada juga yang sesegera berganti pakaian dan ada juga yang belanja makanan. Setelah jam menunjukkan pukul 17.00 WIB kamipun makan bersama. Selesai makan kamipun membereskan semuanya dan mempersiapkan masakan untuk besok paginya. Sembari menunggu masakan selesai, kamipun berbagi tugas untuk melakukan cek list ulang barang yang akan di bawa keesokka harinya mulai pendakian sampai pada penelitian. Tepat pada pukul 20.00 WIB kami berkumpul bareng di ruang depan sembari melaksanakan evaluasi dan briefing untuk kegiatan keesokan harinya. Evaluasi dan briefing selesai pada pukul 21.30 WIB dilanjutkan dengan istirahat.
Minggu, 27 April 2014 menghampiri kita dengan iringan sinar mentari yang senantiasa menyinari alam ini dengan indahnya. Anginpun berhembus dengan ramahnya, pagi ini adalah waktu dimana kami mulai untuk berjuang mencapai puncak gunung sindoro sumbing dan melakukan penelitian di Desa Tracap Kaliwiro. Tepat pada pukul 05.00 WIB segala bentuk aktivitas kami kerjakan, mulai dari belanja di pasar, masak untuk sarapan, packing barang yang diperlukan dan mempersiapkan segala sesuatu yang lainnya. Jampun menunjukkan pukul 06.30 WIB waktunya untuk sarapan sebelum berangkat menyongsong perjuangan. Setelah selesai sarapan dilanjutkan dengan merapikan semua ruangan dan membereskan semua alat. Setelah rapi semuanya, tepat pukul 07.30 WIB kami berkumpul di halaman untuk sekedar foto bareng dan berdoa terlebih dahulu sebelum keberangkatan melaksanakan tugasnya masing-masing. Mengingat rencana awal keberangkatan pukul 08.00 WIB kamipun sesegera mungkin menuju Basecamp masing-masing. Keberangkatan ke Basecamp Sumbing tiga kartini ( Monde, Bebek dan Ompreng ) diantar oleh Basecamper Udin diikuti oleh Romadhon, Fifien, Endah dan Soni. Kami sampai di Basecamp Sumbing pukul 08.08 WIB sampai disana kami langsung melakukan registrasi dengan membayar Rp 12.000,00. Mengingat akan target pendakian, pukul 08.30 WIB kami mulai meninggalkan Basecamp. Kami mulai menyusuri jalanan yang ditemani dengan pemandangan ladang warga. Kami melewati ladang warga selama dua jam. Dipertengahan jalan tepat pukul 10.00 WIB hujanpun menemani perjalanan kita. Mengingat jalan berbatu dan licin kamipun memutuskan untuk berteduh di gubuk ladang warga sejenak. Di dalam gubuk kamipun saling bercengkrama dan berbagi cerita sembari melepas lelah.
Jalan yang licin dan menanjak senantiasa menemani perjalanan kami untuk mencapai puncak Gunung Sumbing. Menyusuri setiap sudut medan yang terjal dengan semangat tinggi tanpa ada keinginan untuk tumbang, langkah kaki tak ada lelah untuk melangkah dan matapun tak bosan untuk melihat ke depan. Tenaga yang masih bugar menambah keyakinan kami untuk melanjutkan perjalanan. Tepat pada pukul 11.00 WIB hujanpun mulai reda dan kamipun melanjutkan perjalanan dan masih senantiasa ditemani oleh pemandangan ladang warga yang hijau nan subur. Untuk mencapai Pos 1 kami perlu melewati aliran sungai yang masih jernih dan alami. Tepat ketika kami telah berhasil menyeberangi sungai itu, hujanpun mulai mengguyur kami kembali. Dengan langkah yang lebih cepat kami dengan segera mencapai Pos 1. Kami berhasil mencapai Pos 1 pada pukul 12.00 WIB. Sampai di Pos 1 hujan semakin deras mengguyur kami, sehingga kamipun memutuskan untuk berteduh sejenak di Pos 1 dan mendirikan Flysheet untuk menghalangi hujan mengguyur tubuh kita secara langsung. Kami mendirikan Flysheet disela-sela hujan yang dengan setia mengguyur tubuh kami, dengan semangat yang tinggi kamipun melanjutkan untuk mendirikan flysheet untuk berteduh sejenak. Sembari menunggu hujan reda, di dalam Flysheet kami gunakan untuk selalu berkomunikasi agar tercipta suatu kesolidan dalam team. Tepat pada pukul 12.30 WIB hujanpun agak reda, dan kami memutuskan untuk memakai mantel agar tidak terlalu basah baju yang kami kenakan. Selesai memakai Flysheet dan membereskan segala barang-barang, tepat dipukul 13.00 WIB kamipun siap melanjutkan perjalanan.
Mengingat hari itu hujan turun sangatlah lebat sehingga medan yang kami laluipun bertambah sangat licin. Namun hal itu tak lantas menyurutkan semangat kami untuk terus melangkahkan kaki menuju Pos 2. Untuk menuju Pos 2 medan yang kami lalui sangat berbeda dengan medan yang kami lewati ketika akan menuju Pos 1. Ketika dari basecamp ke Pos 1 kita senantiasa ditemani dengan pemandangan Ladang Warga, sedangkan untuk mencapai Pos 2 kami ditemani oleh medan jalur air yang akan sangat licin ketika hujan turun sangat lebatnya. Dipersimpangan jalan, dengan rintikan hujan kami para kartini bertemu dengan komunitas Bajangers. Meski dipersimpangan jalan sekalipun tak menyurutkan kami untuk berfoto bareng dan membagikan sticker Ekspedisi Kartini 3S. Kamipun juga bertukar alamat Fb untuk menjalin silahturahmi. Perkenalan dan pengambilan fotopun berakhir hingga kamipun melanjutkan perjalanan kami masing-masing. Sepanjang perjalanan menuju puncak Sumbing kami bertemu dengan pendaki lainnya dari berbagai wilayah. Namun sayangnya, waktu itu jadwal mereka untuk turun sedangkan kami baru ingin mencapai puncak Sumbing. Dipertengahan jalan, hujan kembali turun dengan derasnya dibarengi adanya petir. Namun semua itu tak menyurutkan kami untuk dapat mencapai Pos 2. Meski dengan langkah yang sangat berat karna sepatu yang penuh dengan air, meski dengan dinginnya badan karna dari awal pendakian baju selalu terguyur air semua itu tak lantas membuat kami berhenti berjuang menakhlukkan medan jalur air yang licin itu.
Tepat pada pukul 14.30 WIB kami berhasil mencapai Pos 2. Kamipun beristirahat sejenak sembari mengambil keputusan untuk melanjutkan ke Pestan atau tidaknya. Setelah menimbang-nimbang dengan apa yang disarankan para pendaki yang turun, akhirnya kamipun memutuskan untuk membuat camp di Pos 2. Dengan sesegera mungkin kami membagi jobdes masing-masing mengingat baju yang kami kenakan basah kuyup. Monde bertugas untuk mencari ranting dan membuat perapian, Bebek bertugas untuk mendirikan tenda, sedangkan ompreng menyiapkan minuman dan makanan yang hangat. Semua tugas berjalan dengan rapi, setelah selesai semua,gilirannya untuk berganti pakaian. Yang pertama ganti pakaian adalah Ompreng,sedangkan bebekpun menggantikan tugas ompreng untuk membuat makanan hangat. Setelah ompreng dilanjutkan dengan Monde dan Bebek yang terakhir. Kami ngecamp di Pos 2 senantiasa dihampiri para pendaki untuk sekedar mampir istirahat atau bahkan menikmati makanan dan minuman yang kami buat. Dan kamipun sangat senang karna camping yang kami buat sangat rame pengunjung meski hanya sampai pada pukul 17.30 WIB setidaknya telah menemani kami dalam mempersiapkan segala sesuatunya untuk malam ini dan besok. Kamipun juga saling bertukar wawasan dan memiliki rencana bersama untuk mendaki kembali.
Tepat pada pukul 18.30 WIB suasana mulai sepi dan kantukpun menghampiri kami, sembari membereskan segala peralatan kamipun juga mempersiapkan briefing dan evaluasi untuk hari ini. Kami melakukan evaluasi dan briefing dengan suasana yang santai. Untuk menghilangkan kesunyian malam ini kamipun saling bererita satu sama yang lain dengan iringan musik klasik yang diputar dari MP3 pink yang tergantung di dalam tenda. Dan tanpa tersadaripun mata kami mulai terpejam. Hingga pada akhirnya, tepat pukul 20.30 WIB kamipun memutuskan untuk istirahat dengan mematikan MP3 dan menyalakan lampu emergency. Mengingat rencana kami adalah besok pagi pukul 02.00 WIB mulai muncak. Dengan rintikan hujan kami memejamkan mata malam ini, dengan harapan doa besok ketika mendaki menapai Puncak Sumbing Cuacapun sangat mndukung. Amin...
28 april 2014
Krinnggggggg!!!!!!!!!!!!!!!! Alarm pukul 01.30 WIB berbunyi. Kami lantas membuka mata guna mematikan alarm sembari menyiapkan segala peralatan yang akan di bawa ke puncak. Namun, setelah kami sadari bahwasanya di luar hujan cukup deras, sehingga kamipun mengundur jadwal pendakian kami menjadi pukul 05.00 WIB. Hingga pada pukul 01.45 WIB kami memutuskan untuk kembali istirahat dan bagun kembali di pukul 04.45 WIB. Namun, air hujan turun dengan deras dan iringan kabut yang tebal membuat cuaca pagi ini menjadi sangat dingin. Sehingga kamipun mulai merapatkan barisan tidur kami, karna hanya bertiga, sebisa mungkin kami menciptakan kehangatan dalam tenda. Tepat pukul 05.00 WIB kamipun terbangun, udarapun masih sangat sejuk dan hujanpun telah berhenti. Kamipun bergegas untuk membuat sarapan terlebih dahulu, sembari menikmati udara pagi hari di Gunung Sumbing. Pagi ini kami lewati dengan santainya, pukul 07.00 WIB kami mulai untuk mendaki, meninggalkan Pos 2 untuk menuju Pestan, Pasar Watu, Watu Kotak, Tanah Putih dan Puncak Kawah. Udara pagi masih sangat sejuk sehingga tak mematahkan semangat kami untuk terus melanjutkan perjalanan mencapai Puncak Sumbing. 30 menit berjalan kami berhenti di Pos Memoriam Tri Antono yang meninggal pada tanggal 31 Desember 2006 diketinggian 2257 Mdpl. Kamipun mmutuskan untuk mampir sejenak mengirinkan surat-surat pendek untuk beliau yang telah menemukan keabadianya. Tak lantas melupakan pmandangan yang terlihat dari Pos ini, Gunung Sindoro yang berselimutkan awan di bawahnya membuat kami senatiasa bersyukur atas nikmat yang Allah ciptakan. Melihat dengan kasat mata dan di alam bebas bahwa ciptaan Allah sangatlah Luar Biasa, melihat dengan lautan awan putih menyelimuti gunung-gunung yang gagah dan berhiaskan pepohonan yang rindang sebagai pelengkap bertambahnya keindahan itu. Tak ketinggalan kamipun mengabadikan setiap pemandangan yang tersajikan. 15 menit telah berlalu, kamipun mlanjutkan perjalanan menuju Pestan. Melanjutkan perjalanan dengan suka cita dan penuh semangat. Perjalanan kami lalui selama 1 jam untuk sampai di Pestan. Tepat pukul 08.45 WIB kamipun sampai di Pestan. Kali ini kabut sangatlah tebal menyelimuti perjalanan kami untuk mencapai puncak Sumbing. Kabut yang tebal, udara yang dingin dan jalanan yang terjal takkan mampu mematahkan semangat kami untuk terus melanjutkan pendakian sampai pada puncak Gunung Sumbing. Udara dingin senantiasa mengiri perjalanan kami, dari Pestan kami melanjutkan ke Pasar Watu yang kami tempuh selama 45 menit. Tepat pada pukul 09.30 WIB kamipun sampai di Pasar Watu dan kami memutuskan untuk istirahat sejenak untuk sekedar melepas lelah dan kantuk karna cuaca yang dingin nan sejuk. Dalam waktu 40 menit berlalu kamipun melanjutkan perjalanan kembali menuju ke Watu Kotak. Perjalanan menuju Watu Kotak tidak jauh beda ketika kami menuju ke Pasar Watu, perjalaanan ini kami tempuh selama 35 menit. Tepat pada pukul 10.45 WIB kami sampai di Watu Kotak. Perjalanan yang kami tempuh terasa sangat singkat, di Watu Kotakpun kami memutuskan untuk berhenti sejenak guna memakai jas hujan karna hujan mulai turun meski tidak terlampau deras namun untuk menghindari akan baju yang basah kuyup. Di Watu Kotak kamipun bertemu dengan seorang bapak-bapak yang sedang mencari burung sebagai ata pencahariannya sehari-hari. Waktu istirahat selain kami gunakan untuk memakai jas hujan kamipun juga berbincang-bincang dengan bapak-bapak itu. Ternyata, bapak tersebut mendaki gunung sumbing hanya membutuhkan waktu empat jam untuk sampai di Watu Kotak. Perbincanganpun kami akhiri dan kami dengan segera melanjutkan perjalanan menuju Tanah Putih, sedangkan Bapak yang tadi memasang perangkap di Watu Kotak bagian atas untuk mendapatkan burung.
Perjalanan menuju Tanah Putih kami lanjutkan dengan iringan rintikan hujan turun. Kamipun merasa ragu untuk melanjutkan karena takut akan turunnya badai. Namun dengan keyakian kuat kamipun teguh melanjutkan perjalanan tepat pada pukul 11.15 WIB. Untuk menuju Tanah Putih kamipun harus melalui medan yang sangat terjal karena kami harus semi memanjat. Dengan medan yang tak kalah licinnya kamipun mampu mencapai Tanah Putih pada pukul 12.15 WIB. Perjalanan terus kami lanjutkan dengan sisa tenaga yang kami miliki dan dengan semangat tinggi. Perjalanan kami untuk menuju puncak sumbing hampir sampai, kamipun terus berusaha menyemangati dan saling menyemangati diri kami. Tepat ditumpukan bebatuan disana tertulis Puncak Buntu atau Puncak Kawah. Kamipun memutuskan untuk menuju Puncak Kawah. Perjalanan menuju Puncak Kawah lumayan landai dan medannyapun cukup mudah namun tak lepas dari usaha kami untuk terus melakukan panjat. Selama 45 Menit perjalanan kamipun sampai di Puncak Kawah. Dengan puji syukur sembari bersujud kepada Sang Kholiq kamipun berhasil mencapai Puncak Sumbing tepat pada pukul 13.00 WIB. Di Puncak kami habiskan waktu untuk mengabadikan setiap pemandangan dan menikmati snack yang telah kami bawa. Meski di Puncak Sumbing penuh dengan bebatuan dan hampir tidak ada tempat lapang, namun hal itu tidak menyurutkan kami untuk terus mengabadikan setiap pemandangan. Satu jam kami gunakan untuk terus menikmati pemandangan Puncak Sumbing yang berhiaskan dengan bebatuan dan kawah hijau yang enak dipandang. Tepat dipukul 14.00 WIB kamipun memutuskan untuk turun mengingat perjalanan yang harus kami tempuh cukup jauh dan haripun mulai sore. Perjalanan turun terasa sangatlah cepat. Sembari menyusuri perjalanan turun kamipun menyempatkan diri untuk membersihkan sampah yang mengotori setiap perjalanan dari Puncak Kawah Sumbing sampai di Pestan. Kami sampai di Pestan pukul 16.00 WIB. Mengingat teman kami Ompreng mengalami sakit kepala kamipun memutuskan untuk beristirahat sejenak melepas lelah. 15 menit lamanya kami gunakan untuk istirahat, kamipun segera melanjutkan perjalanan menuju pos 2 karena kabutpun sudah mulai turun dan menghalangi jarak pandang kami. Kami berjalan dari Pestan ke Pos 2 selama 45 menit. Sampai di pos 2 tepat pada pukul 17.00 WIB kami sangatlah lega karena mampu untuk mencapai Pos 2 sesuai dengan target sebelumnya. Namun, kamipun juga sangat kaget ketika kami menyadari bahwa ada barang kami yang tidak ada. Mulai dari Flysheet, Sleeping Bag, Samurai, Hp, Deppag dan Webbing. Ketika menyadari hal itu kamipun merasa takut dan was-was apabila orang yang mengambil barang kami itu masih berada disekitar kami. Kamipun dengan segera memutuskan untuk segera membereskan semua barang-barang kami yang tersisa. Tepat pada pukul 17.45 WIB, kamipun segera melanjutkan perjalanan agar bisa sampai di basecamp dengan perasaan yang teramat panik dan takut. Ditambah dengan suasana yang semakin malam semakin gelap membuat hati dan perasaan kami mulai tidak bisa berfikir secara positif. Namun, hal itu tak lantas menimbulkan permasalahan di antara kami. Disepanjang perjalanan kami selalu berharap agar ada pendaki lain yang mungkin melakukan perjalanan turun sehingga kami bisa bareng ataupun yang melakukan pendakian agar kesenyapan malam yang gelap ini segera pudar. Namun, tak satupun kami menjumpai pendaki yang naik ataupun turun malam itu. Dan kamipun terus melanjutkan perjalanan sampai pada pos 1. Kami sampai di Pos 1 pada pukul 18.30 WIB. Sampai di pos 1 kami saling mengutarakan keluh kesah masing-masing yang sudah merasa kelelahan karena langkah kami yang tiada henti-hentinya untuk me;angkah. Di Pos 1 sempat terjadi adu argumen antara kami, namun hal itu tak lantas memudarkan semangat kami untuk turun. Sebelum turunpun kami berdoa untuk menghindari segala pemikiran negatif sepanjang perjalanan kami. Tepat pada pukul 19.00 WIB kamipun melanjutkan perjalanan menuju basecamp menyusuri perjalanan yang gelap dengan penerangan sinar senter kecil yang terpasang di kepala kami.
Setelah melakukan perjalanan selama dua jam kamipun mampu sampai di basecamp sumbing pada pukul 20.30 WIB. Mengingat perjalanan yang sangat melelahkan kamipun memutuskan untuk beristirahat sejenak di basecamp sumbing sebelum kembali ke basecamp utama Ekspedisi Kartini. Mengingat keadaan teman kami yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan akhirnya kamipun memutuskan untuk menghubungi basecamper agar menjemput kami di basecamp sumbing dan mengantar kami kembali ke basecamp utama ekspedisi kartini. Setelah menunggu selama 10 menit basecamperpun datang dan segera membawa kami kembali ke basecamp utama ekspedisi kartini. Tepat pada pukul 21.15 WIB kamipun sampai di basecamp utama dan segera bersih-bersih. Selesai bersih-bersih kami habiskan waktu luang untuk sekedar berbagi cerita antara pendaki Sindoro dan Sumbing sembari melakukan evaluasi dan beriefing pada pukul 22.00 WIB. Selesai semua kegiatan kamipun memutuskan untuk istirahat pada pukul 23.15 WIB.
Pagi harinya tepat pada tanggal 29 april 2014 menghampiri kami dengan hangatnya. Hari ini kami mendapat perintah dari Ketua kegiatan ekspedisi untuk beristirahat di Basecamp utama terlebih dahulu dan esok harinya bisa menyusul membantu team penelitian. Hari ini kami habiskan untuk membersihkan basecamp utama sekaligus menikmati pemandangan sekitar yang diapit oleh dua gunung Sindoro dan Sumbing. Pagi hari dengan udara yang segar kami putuskan untuk belanja makanan guna sarapan, makan siang dan makan malam nantinya. Dengan kemampuan yang kami punya kamipun memasak dengan suka cita, kegiatan dihari ini cukup membosankan kalau bisa diungkapkan karena hari ini kami hanya bisa memasak, makan, menikmati pemandangan dan tidur. Sore haripun menghampiri kami tepat pukul 18.00 WIB kamipun mulai makan malam dan pada pukul 20.00 WIB kami gunakan untuk packing barang yang akan kami bawa ke tempat penelitian. Sembari mempersiapkan semuanya kamipun tak lantas meninggalkan moment untuk sekedar bercanda tawa melepas penat. Briefing kami hari ini adalah rencana untuk keesokan harinya dengan adanya pembagian dua team ada yang membantu team penelitian dan sebagiannya lagi mencoba surei ke gunung slamet untuk memastikan bisa atau tidakna untuk melakukan pendakian ke gunung slamet. Tepat pada pukul 22.00 WIB kamipun mulai untuk beristirahat guna mempersiapkan tenaga untuk besok.
Hari Rabu, 30 April 2014 menghampiri dengan suasana yang hangat dan ceria. Kabut pagi ini tidak begitu lebat dan sinar mataharipun senantiasa menyinari dunia dengan keelokkannya. Pagi ini agenda kita adalah menyusul team penelitian di Desa Tracap Kaliwiro dan melihat suasana di Gunung Slamet. Dalam pertengahan perjalanan kamipun berhenti dulu di Pasar Kretek untuk membeli alat-alat outbound. Namun, di tengah perjalanan kami mendapat kabar dari Senior bahwasanya warga di sekitar Gunung Slamet sudah mulai mengungsi dan kamipun tidak diizinkan untuk ke sana sehingga kamipun memutuskan untuk berhenti sejenak diperbatasan Wonosobo dan Purwakarta arah menuju Desa Kliwiro. Setelah berunding selama 15 menitpun kami memutuskan untuk tidak berangkat ke Gunung Slamet namun memutuskan untuk ke Sikunir. Untuk mempersingkat waktu, kamipun segera menuju ke basecamp penelitian guna meletakkan barang-barang bawaan dan pamitan pada ibu Salas selaku pemilik sekaligus ketua dari komunitas TKW di Kampung Buruh tepat pada pukul 12.00 WIB. Setelah beristirahat selama satu jam, tepat pada pukul 13.00 WIB kamipun berangkat menuju ke Sikunir. Namun, kamipun memutuskan untuk mampir terlebih dahulu ke tempat teman kami di Daerah Banjarnegara. Kami sampai di Banjarnegara pada pukul 15.00 WIB. Disana kami gunakan untuk beristirahat sejenak sekaligus mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa. Disana kami disambut orang tua teman kami dengan hangatnya dan kamipun disediakan banyak macam makanan. Sebelum berangkat kamipun diharuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Setelah persiapan dan membersihkan segala sesuatunya selama 2 jam, tepat pada pukul 17.00 WIB kamipun berangkat menuju Sikunir. Perjalanan menuju Sikunir kami tempuh dalam waktu hampir 3 jam. Kamipun sampai di Sikunir pada pukul 19.00 WIB dengan membayar retribusi dulu. Sikunir adalah desa dengan keindahan sunrise dan sunsetnya sekaligus desa tertinggi di pulau Jawa.
Namun, untuk dapat melihat sunrise ataupun sunset kamipun diharuskan untuk melakukan perjalanan kaki terlebih dahulu selama 30 menit. Setelah melewati medan perjalanan yang menanjak dan lumayan licin kamipun menemukan tempat untuk mendirikan tenda tepat pada pukul 20.00 WIB. Setelah menemukan tempat untuk mendirikan tenda, ketua pelaksanapun membagi per jobdesnya, ada yang membuat minuman hangat, mendirikan tenda, mencari ranting untuk membuat perapian dan ada pula yang merapikan tenda beserta isinya. Tepat pada pukul 21.00 WIB semua aktivitas selesai, dan kamipun memutuskan untuk berkumpul bersama di depan tenda sembari bercanda tawa guna menambah keakraban diantara kita. Namun, kamipun menyadari ada yang kurang akhirnya kamipun memutuskan untuk membuat siomay. Dengan penuh kebahagiaan kamipun saling membantu membuat siomay dan memasak mie. Selesai semuanya, kamipun beristirahat pada pukul 23.00 WIB. Namun, karena tenda yang kami bawa hanyalah dua maka untuk anak laki-lakipun tidur di luar tenda dengan berselimutkan awan hitam yang dipenuhi oleh hiasan cahaya bintang dan berselimut hembusan angin yang dingin. Malam ini angin berhembus dengan dinginnya menemani istirahat kami dengan berhiaskan sinaran sang rembulan juga bintang yang membantu harapan kami untuk selalu melewati setiap harinya dengan iringan kebahagiaan.
Pagi harinya dengan suasana yang tak jauh beda dengan malam hari karena jam masih menunjukkan pukul 04.00 WIB. Pagi ini hari Kamis, 1 Mei 2014 kami sambut bulan baru di tempat yang baru dan sangat indahnya. Meski masih berselimut dengan awan hitam dan pancaran rembulan tak menyurutkan bagi para pengunjung untuk menantikan sang mentari datang dengan anggunnya. Menanti dengan sabar datangnya sang surya bersinar dengan hangatnya ditemani semilir angin pagi hari yang dingin. Setelah menunggu hampir satu jam, tiba saatnya sang suryapun muncul.
Tepat pukul 05.30 WIB terlihat dengan jelas di depan mata kita terpancar cahaya yang indah nan anggunnya membuat semua yang menyaksikan semakin terpana. Udara dingin yang sempat terasa sebelumnya kinipun mulai pudar dan berganti dengan kehangatan karna adanya pancaran sinar sang surya mentari. Tak ingin meninggalkan setiap moment pemandangan yang indah ini, kamipun mengabadikan momen pagi ini dengan berfoto bersama. Mengingat Sikunir adalah daerah yang tertinggi di Pulau Jawa, kamipun mampu melihat pemandangan luas dari ketinggian dengan iringan rasa syukur bahwasanya kita masih mampu benar-benar menikmati pemandangan nan elok dan mempesona ini. Puas menikmati semua pemandangan yang ada, tepat pukul 07.15 WIB kami putuskan untuk kembali ke tempat camp dan merapikan semua tenda. Selesai membersihkan semuanya, kamipun turun pada pukul 07.45 WIB. Mengingat agenda kegiatan belum selesai, kamipun memutuskan untuk segera kembali ke Banjarnegara. Sebelum kembali ke Banjarnegara kamipun berfoto sejenak di depan tulisan SIKUNIR. Perjalanan menuju Banjarnegara kami tempuh dalam waktu 3 jam tepat pukul 10.45 kamipun sampai di Banjarnegara, disana kami habiskan waktu untuk istirahat total sebelum kembali ke Desa Tracap Kaliwiro. Setelah selama dua sampai tiga jam kami habiskan untuk istirahat, kamipun segera melakukan packing untuk keperluan outbond keesokkan harinya, ada yang belanja dan ada juga yang merapikan segala barang-barang yang kemarin dibawa ke Sikunir. Tepat pukul 15.35 WIB kami berbelanja keperluan outbond selesai pada pukul 16.15 WIB di tengah perjalanan pulang kamipun ditemani hujan yang deras dan kamipun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mengingat jarak tempat belanja dengan rumah teman kita juga dekat.
Sembari menunggu hujan reda, kamipun mengadakan perundingan bahwasanya sebagian ada yang berangkat ke Desa Tracap Kaliwiro dan sebagian lainnya tetap tinggal di Banjarnegara. Tepat pukul 17.15 WIB team yang kembali ke Desa Tracap Kaliwiropun memulai perjalanan dengan iringan rintikan hujan. Dan tersisa enam orang tetap tinggal di Banjarnegara dan memutuskan untuk ke Kaliwiro besok pagi. Di banjarnegara kami juga mempersiapkan segala sesuatunya yang perlu dibawa. Jam menujukkan pukul 19.00 WIB waktunya untuk makan malam, kamipun memutuskan untuk memasak ikan lele dan membuat sambel. Selesai makan kamipun melanjutkan untuk sekedar menonton tv dan berbincang-bincang. Tepat pada pukul 22.00 WIB kamipu beristirahat mengingat acara keesokkan harinya adalah perjalanan ke Desa Tracap Kaliwiro.
Hari Jumat, 2 Mei 2014 adalah ahri terakhir acara ekspedisi kami, dengan penuh semangat kamipun bergegas untuk segera meluncur ke Desa Tracap Kaliwiro. Sebelumnya kamipun sarapan terlebih dahulu dan kebetulan semua sarapan sudah dipersiapkan oleh ibu dari teman kami. Tepat pada pukul 07.00 WIB kamipu mulai perjalanan, namun sangat disayangkan bahwasanya sebelum perjalanan dimulai ban motor salah satu teman kami bocor dan kamipun segera mencari tempat tambal ban. Selesai menambal ban, kamipun melanjutkan perjalanan pada pukul 07.25 WIB. Perjalanan kami tempuh dalam waktu 1 jam. Sampai di Desa Tracap Kaliwiro pada pukul 08.25, teman-teman kami yang lain sudah mulai berangkat ke Paud untuk memberikan outbond dan kamipun dengan segera menyusul mereka. Sesampai di Paud itu kami dengan segera melakukan adaptasi dengan adik-adik di Paud tersebut. Kegiatannya kali ini adalah membuat buah-buahan dan hewan dari parafin atau lilin mainan, selain itu kamipun bermain bola dan bermain kereta-keretaan. Adaptasi adik-adik Paud disana sangat baik, dan merekapun merespon dengan baik setiap stimulus yang diberikan. Ditambah lagi, daya ingat merekapun sangat baik dan mereka juga sangat aktif. Jam menunjukkan pukul 09.30 WIB, disana setiap pukul 09.30 WIB adalah waktu untuk beristirahat, kamipun dengan segera membagikan snack yang telah kami sediakan sebelumnya dan mengambilkan bekal adik-adik yang telah dibawa dari rumah. Setelah 15 menit, acara selanjutnya adalah berkumpul bersama untuk berdoa sebelum pulang. Di Paud Kaliwiro ini juga ada tradisi agar murid-muridnya mejawab setiap pertanyaan yang diberikan, dan adik-adikpun menjawab semua pertanyaan denga baik dan benar. Sebelum pulang, kamipun putuskan untuk berfoto dengan adik-adik dan para guru Paud Kaliwiro. Semua kegitan selesai pada pukul 10.15 WIB saatnya penyerahan fandle kepada ibu Salas. Kamipun segera kembali ke rumah ibu Salas dan merapikan segala sesuatunya, jam tela menunjukkan pukul 11.45 WIB mengingat hari ini adalah hari Jumat maka yang laki-lakipun sholat Jumat terlebih dahulu dan yang perempuan menunggu di rumah ibu Salas sembari berbagi cerita dengan ibu Salas. Tepat pukul 13.00 WIB jumatanpun telah selesai, dan teman laki-laki kamipun memutuskan untuk istirahat sebentar dan tepat dipukul 14.00 WIB kamipun putuskan untuk kembali ke Solo.
Perjalanan pulang kami kali ini sangat cerah namun cukup ramai. Perjalanan kami tempuh selama 3 jam kami sampai di Temanggung pukul 17.00 WIB dan memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk makan siang. Kamipun melanjutkan perjalanan pada pukul 17.45 WIB. Untuk sampai di Solo, lama perjalanan kami tempuh selama 3 jam. Setelah melakukan perjalanan selama 6 jam, kamipun sampai di Solo Kampus Psikologi dan Posko Psychopala pada pukul 20.45 WIB. Dengan perasaan yang lega karena telah berhasil melaksanakan eksedisi kartini ini, kamipu datang disambut oleh Ketua Umum dan segenap jajaran senior Psychopala. Dengan ungkapan bangga para seniorpun memberikan ucapan selamat kepada kami. Malam ini kami putuskan untuk beristirahat sejenak di Posko Psychopala dan pulang ke rumah masing-masing keesokkan harinya.
Ekspedisi Kartini telah usai, tak lantas memudarkan kebersamaan dan menurunkan semangat juang kami. Ekspedisi Kartini melatih kami untuk tidak mudah berputus asa dan selalu menjaga solidaritas team. Dengan semangat Kartini, di bulan Kartini ini menjadi suatu bukti bahwa para perempuan memiliki semangat dan daya juang yang tiada habisnya. Bertahan, bertahan dan selalu bertahan untuk tidak takut menghadapi tantangan agar tak pernah terbawa bujukkan untuk menyerah dan berputus asa. Tak pernah gentar untuk melewati seberapa terjalnya medan pendakian. Medan yang terjal adalah tantangannya dan tantangan itulah yang harus dikalahkan. Semangat untuk Kartini Psychopala kaulah inspirasi Kami !! Psychopala...Psychopala !!