Selasa, 18 Juni 2013


Terlahir dengan tubuh yang sempurna, penuh dengan kasih sayang meski sebenarnya jarang untuk bisa bertatp muka dengan orang tua, namun hal itu tak pernah bisa membutakan hati gadis mungil ini. Dia terlahir dengan penuh kenikmatan tak pernah mendapatkan suatu perlakuan yang kasar dari saudara ataupun keluarga besarnya. Dia selalu menjadi pusat perhatian dia selalu mendapatkan perhatian. Dia bak putri raja yang selalu terpenuhi apa yang ia minta. Sampai banyak orang yang mengira bahwa ia anak yang manja, anak yang tak pernah tau pekerjaan anak yang hanya bisa merepotkan banyak orang dan anak yang tak pernah bisa berfikir secara dewasa.
Dia memang cantik namun dia terlahir untuk menjadi seorang gadis yang tak pandai. Dia selalu kurang dalam prestasi akademiknya. Beda dengan kakaknya. Paras wajah yang lebih putih seperti orang cina dan otak yang bisa dibilang pandai. Kakaknya merupakan cucu kesayangan dari keluarga besarnya. Meski dia juga disayang, namun hal itu tak melebihi sayangnya keluarga kepada sang kakak. Sejak keil hidup kedua gadis mungil ini terpisah. Sang adek diasuh oleh adek dari ibunya, ia hidup serba kekurangan tak terawat sama sekali beda dengan kehidupan sang kakak yang sejak keil mendapatkan perhatian yang lebih dari keluarga besar sang ayah. Ia diberi makanan yang penuh gizi. Sedangkan sang adik hanya mampu makan seadanya saja ditambah tempat tinggal sang adik tidak mendukung untuk ia belajar karena mayoritas masyarakat disitu tak sekolah. Beda dengan kehidupan sekitar sang kakak yang semuanya sekolah.
Menginjak umur 3-4 tahun ibu kedua gadis mungil ini jatuh sakit, dn beliau menginginkan anak-anaknya kumpul menjadi satu dirawat oleh keluarga besar sang ayah. Meski terpisah sekian tahun tak pernah memisahkan jarak batin mereka. Mereka terlihat begitu akrab dan sangatlah rukun bagaikan pernah kenal sebelumnya. Padahal sejak lahir mereka telah hidup terpisah. Mereka seperti gadis kembar yang dalam segala model penampilan ataupun model pakaian disamakan persis tujuannya agar tak ada yang iri.
Kehidupan mereka selalu mangalami rotasi yang sangatlah berbeda. Setelah mereka besar banyak tantangan dalam hidup mereka yang harus mereka lalui. Mereka menemukan sebuah keluarga besar yang tak pernah bisa hidup rukun satu dengan yang lainnya. Mereka selalu merasa bahwa keluarganyalah yang selalu penuh dengan prahara. Tak pernah bisa saling membantu. Sampai merekapun merasa bahwa orang tuanyapun sudah tak peduli dengan kasih sayang ataupun perhatian yang seharusnya mereka berikan. Kedua gadis ini hanya merasa hidupnya tercukupi dengan hadirnya materi yang dikirimkan oleh orang tua mereka. Sekolahpun harus mereka urus sendiri. Namun sang adik selalu merasa tidak adil karena tiap zaman dia sekoloah ataupun penerimaan raport hanya sepupunyalah yang mampu mendampinginya. Tak ada orang tua yang disampingnya. Dia selalu berusaha untuk berfikir dewasa meski sebenarnya dia ingin berontak dengan apa yang terjadi pada dirinya.
Dia selalu bersikap dewasa dalam segala hal itupulalah yang mampu melatihnya untuk tidak selalu menyalahkan apa yang diperbuat orang lain. Karena ia merasa telah terbiasa untuk bisa lebih bersikap dewasa hingga sekarangpun pemikirannya lebih dewasa adiknya dibanding kakaknya karena sang kakak selalu mendapat segala pujian dari siapapun karena prestasinya yang mampu menembus sekolah negeri dan dibiayai oleh negara, sedangkan sang adik selalu diejek yang hanya menghabiskan uang orang tuanya saja. Banyak hal yang telah sang adik lakukan namun apa daya ia tak pernah berhasil untuk membuktikan bahwa ia setidaknya mampu mengimbangi sang kakak.
Ia sangatlah putus asa dalam usahanya mencari bukti demi meringankan beban orang tua. Kini ia telah menginjak umur 18 tahun mungkin bisa dibilang cukup dewasa untuk memikirkan cara yang tepat dalam meringankan bebab orang tuanya serta kakaknya. Iapun terus berusaha dengan bantuan banyak teman-temannya yang selalu mendukungnya dalam melakukan usaha demi kebahagiaan orang tuanya. J
Kini keseharian gadis mungil itu selalu berdoa berharap dan berusaha suatu nanti mampu mewujudkan harapannya untuk mampu meringankan bebabn orang tua dan membuktikan pada semuanya bahwa dirinya memang bisa, benar-benar bisa tak hanya DI MULUT SAJA J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar