Terlahir dengan tubuh yang sempurna, penuh dengan kasih sayang meski
sebenarnya jarang untuk bisa bertatp muka dengan orang tua, namun hal itu tak
pernah bisa membutakan hati gadis mungil ini. Dia terlahir dengan penuh
kenikmatan tak pernah mendapatkan suatu perlakuan yang kasar dari saudara
ataupun keluarga besarnya. Dia selalu menjadi pusat perhatian dia selalu
mendapatkan perhatian. Dia bak putri raja yang selalu terpenuhi apa yang ia
minta. Sampai banyak orang yang mengira bahwa ia anak yang manja, anak yang tak
pernah tau pekerjaan anak yang hanya bisa merepotkan banyak orang dan anak yang
tak pernah bisa berfikir secara dewasa.
Dia memang cantik namun dia terlahir untuk menjadi seorang gadis yang
tak pandai. Dia selalu kurang dalam prestasi akademiknya. Beda dengan kakaknya.
Paras wajah yang lebih putih seperti orang cina dan otak yang bisa dibilang pandai.
Kakaknya merupakan cucu kesayangan dari keluarga besarnya. Meski dia juga
disayang, namun hal itu tak melebihi sayangnya keluarga kepada sang kakak.
Sejak keil hidup kedua gadis mungil ini terpisah. Sang adek diasuh oleh adek
dari ibunya, ia hidup serba kekurangan tak terawat sama sekali beda dengan
kehidupan sang kakak yang sejak keil mendapatkan perhatian yang lebih dari
keluarga besar sang ayah. Ia diberi makanan yang penuh gizi. Sedangkan sang
adik hanya mampu makan seadanya saja ditambah tempat tinggal sang adik tidak
mendukung untuk ia belajar karena mayoritas masyarakat disitu tak sekolah. Beda
dengan kehidupan sekitar sang kakak yang semuanya sekolah.
Menginjak umur 3-4 tahun ibu kedua gadis mungil ini jatuh sakit, dn
beliau menginginkan anak-anaknya kumpul menjadi satu dirawat oleh keluarga
besar sang ayah. Meski terpisah sekian tahun tak pernah memisahkan jarak batin
mereka. Mereka terlihat begitu akrab dan sangatlah rukun bagaikan pernah kenal
sebelumnya. Padahal sejak lahir mereka telah hidup terpisah. Mereka seperti
gadis kembar yang dalam segala model penampilan ataupun model pakaian disamakan
persis tujuannya agar tak ada yang iri.
Kehidupan mereka selalu mangalami rotasi yang sangatlah berbeda. Setelah
mereka besar banyak tantangan dalam hidup mereka yang harus mereka lalui.
Mereka menemukan sebuah keluarga besar yang tak pernah bisa hidup rukun satu
dengan yang lainnya. Mereka selalu merasa bahwa keluarganyalah yang selalu
penuh dengan prahara. Tak pernah bisa saling membantu. Sampai merekapun merasa
bahwa orang tuanyapun sudah tak peduli dengan kasih sayang ataupun perhatian
yang seharusnya mereka berikan. Kedua gadis ini hanya merasa hidupnya tercukupi
dengan hadirnya materi yang dikirimkan oleh orang tua mereka. Sekolahpun harus
mereka urus sendiri. Namun sang adik selalu merasa tidak adil karena tiap zaman
dia sekoloah ataupun penerimaan raport hanya sepupunyalah yang mampu
mendampinginya. Tak ada orang tua yang disampingnya. Dia selalu berusaha untuk
berfikir dewasa meski sebenarnya dia ingin berontak dengan apa yang terjadi
pada dirinya.
Dia selalu bersikap dewasa dalam segala hal itupulalah yang mampu
melatihnya untuk tidak selalu menyalahkan apa yang diperbuat orang lain. Karena
ia merasa telah terbiasa untuk bisa lebih bersikap dewasa hingga sekarangpun
pemikirannya lebih dewasa adiknya dibanding kakaknya karena sang kakak selalu
mendapat segala pujian dari siapapun karena prestasinya yang mampu menembus
sekolah negeri dan dibiayai oleh negara, sedangkan sang adik selalu diejek yang
hanya menghabiskan uang orang tuanya saja. Banyak hal yang telah sang adik
lakukan namun apa daya ia tak pernah berhasil untuk membuktikan bahwa ia
setidaknya mampu mengimbangi sang kakak.
Ia sangatlah putus asa dalam usahanya mencari bukti demi meringankan
beban orang tua. Kini ia telah menginjak umur 18 tahun mungkin bisa dibilang
cukup dewasa untuk memikirkan cara yang tepat dalam meringankan bebab orang
tuanya serta kakaknya. Iapun terus berusaha dengan bantuan banyak
teman-temannya yang selalu mendukungnya dalam melakukan usaha demi kebahagiaan
orang tuanya. J
Kini keseharian gadis mungil itu selalu berdoa berharap dan berusaha
suatu nanti mampu mewujudkan harapannya untuk mampu meringankan bebabn orang
tua dan membuktikan pada semuanya bahwa dirinya memang bisa, benar-benar bisa
tak hanya DI MULUT SAJA J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar