Ketika
penyesalan harus datang
Kata
orang jawa Witing Tresno Jalaran Soko Kulino. Ya kalau di bahasain Indonesia
itu artinya Orang Jatuh Cinta itu Karena Terbiasa. Mungkin itu juga yang tengah
aku alami saat ini. Cimonku di masa kecil tak mampu aku capai, kini ada seorang
teman masa kecilku yang datang dengan penuh harapan. Dia Trianda Kurniawan.
Dulu semasa kecil anak mami banget deh. Tapi entah untuk sekarang ini, aku tak
tahu pasti karena setelah sekian lama berpisah karena ia harus melanjutkan
sekolahnya di Bandung kini ia datang kembali.
“
Ran, kamu dah lupa apa sama temanmu di masa kamu kecil dulu ?” Tanya ibu awan
“
hah ?? ( dengan wajah bengong dan sedikit bingung ) “
“
ia ini awan sayang “ tegas tante Sirma
“
owh, habisnya beda banget tante maaf. Apa kabar kamu wan ?( sambil mengulurkan
tanganku ke arah awan) “
“Alhamdulillah
baik Ran, kamu sendiri gimana ?” Tanya awan
“Alhamdulillah
baik juga wan” jawabku sambil bengong melihat ketampanan awan
“
Ran,,hello...Kiran ?? Are you okey ?(tanyanya sambil melambai-lambaikan
tangannya di depan wajahku)”
“(dengan
sedikit kaget dan tersipu malu aku hanya mampu menjawabnya dengan anggukkan dan
senyuman) ya udah aku pulang dulu ya wan, tante ?” Pamitku
“lah
kok buru-buru Ran? Tak mau ngobrol-ngobrol dulu sama Awan ?” Tanya tante Sirma
“lain
kali aja tante,Assalamualaikum?” Pamitku
“
walaikumsallam” jawab mereka kompak
Ku
langkahkan kaki ini menyusuri jalan-jalan diiringi tiupan angin yang sangat
sejuk dan ditemani bunyi petir yang menggebu-gebu dengan gelapnya langit
pertanda akan hujan. Ku langkahkan kaki ini dengan cepat menuju rumah dan
menghindari turunnya hujan. Dengan penuh kebahagiaan ku mulai memasuki rumah
dengan wajah yang sumringah dan penuh dengan senyuman.
“
Ran, kamu kenapa ? Pulang-pulang kok senyum-senyum sendiri ? Udah tahu belum
Awan pulang dari Bandung ?” Tanya kakak Anya
“
hehehehe udah kok kakak tadi tak sengajakan lewat depan rumah terus di panggil
tante Sirma disuruh mampir eh ternyata Awan dah balik dari Bandung” jelasku
“umbzz..pantes
pulang-pulang ketawa-ketiwi sendiri gitu, cinta loe sama Awan ?” Ejek kak Anya
“hehehehe
taklah kak, jangan sampe dech. Nanti ketahuan sama mama papa kena marah dech
aku” jawabku lesu
“ya
dah jangan difikirin, dah ganti baju sana gih terus makan”perintah kak Anya
“oke
bozt” jawabku singkat
Ku
masuki kamarku yang penuh dengan hiasan hello kitty dengan warna pink putih. Ku
buka jendela kamarku, disana ku lihat rintikan hujan mulai membasahi balkon
kamarku. Di atas awan, di balik jendela ku melihat ada bayang-bayang seorang
lelaki yang tengah tersenyum manisnya dengan penuh harap. Tak mau terlalu larut
akan wajah Awan ku hilangkan bayang itu menyibukkan diri dengan mendengarkan
musik dan berbaring di kasur Hello Kittyku. Tanpa ku sadari saat itu aku
tertidur pulas sampai pagi menjelang kembali. Tidurku mulai terusik dengan
bunyi alarm di hpku.
“ KRINGGG!!!!”
Ku
mulai hari ini dengan menyusuri jalan menuju tempatku bersekolah dengan iringan
daun-daun yang bertebaran karena angin yang cukup kenjang dan di temani sinar
sang surya yang tak pernah lelah untuk memberi penerangan dunia ini. Hari ini
aku merasa sangat bahagia,entah apa sebabnya. Di sekolah aku mengikuti
pelajaran dari awal sampai akhir dengan suka cita. Namun yang lebih membuatku
suka cita yaitu karena kelompok danceku terpilih untuk mengikuti perlombaan
mewakili sekolahanku. Umbzzz bangga seneng dan tak menyangka banget deh.
Bel
pulang telah berdering waktunya semua siswa pulang deh. Namun karena kita akan
lomba dance mewakili sekolah jadi ada rapat dulu untuk mengatur jadwal latihan
dan tempat latihan didampingi bapak kepala sekolah dan guru pembimbing.
Keputusan telah disepakati, latihan di lakukan setiap hari rabu dan sabtu di
aula sekolah sepulang sekolah. Setelah semua selesai kita diizinkan untuk
pulang. Dalam perjalanan pulang aku melihat ada sesosok laki-laki yang tengah
duduk termenung sendirian.
“
permisi ?” Tanyaku sopan
“
umbzz.. Iya ? Jawabnya sambil menatapku dengan senyum
“
Ya, ampun ... Awan,,ngapain disini wan ? Tak sekolah apa ?” Tanyaku
“
nungguin kamu, udah kelar dari tadi sekolahku Ran, tak kaya’ sekolahmu ini jam
segini baru kelar “ jawab dia penuh ejekan
“
umbzz...nglecehin ini anak, tapi kok kamu tahu sekolahku?Kamukan baru disini ?”
“
hehehe canda Ran, yee giliran kamu yang nglecehin gitu, “ jawabnya dengan
cemberut
“
hehehhe...udah-udah pulang aja yoo Wan “ pintaku
“
eh iya kenapa jadi bercanda di pinggir jalan gini ya kita ? Ya udah pulang yuk”
pinta Awan
“
okke bozt,,aku bonceng kamu benerkan ini?”Tanyaku
“
iya Kiran ,, aku kesinikan mau jemput kamu, tapi makan dulu yuk Ran tak laper
apa kamu ? “ jelas Awan
“
hehehe,,banget” Jawabku sambil cekikikan
“
ya dah cusss !!!!!!
Motor
Awan melaju dengan cepat, sepanjang perjalanan kami mengobrol banyak banget
sampek tak sadar kalau Rumah Makannya kelewatan.
“
Wan..wan kita mau makan dimana emang ?”Tanyaku sambil menepuk bahu Awan
“
tempat kamu biasa makan aja Ran, emang dimana ?” Jelasnya
“
hehehehe udah kelewat noh wan, kamu sih ngajak ngobrol mulu “ cetusku
(Dengan
rem yang mendadak dan tak sengaja aku memeluk Awan)”upzz maaf wan” jelasku
gagap
“
iya tak apa salahku juga kok, terus ini gimana ?” Tanya awan
”
ech ayo puter balik, rumah makannya terlewat itu wan ?” Pintaku
“okke
dech” jelas Awan singkat
“
huft..akhirnya sampai juga Wan” jelasku lega
“
ya dah kita masuk,,yang tadi jangan diinget-inget lagi”Pinta Awan
“
hahahaha...kamu sih,,ya dah ayo makan” jelasku
Kitapun
mulai memesan makanan, dan tak berselang lama makanan itupun diantarkan ke meja
kami. Dalam menikmati makanan kitapun bercanda, dan saling bertukar cerita
serta mengenang masa-masa kecil dahulu. Hari ini serasa sudah mulai akrab saja
dan larut dalam suasana yang sangat menyenangkan. Kami sama-sama anak terakhir
jadi kemungkinan nyambunglah, hehehehe. Usai menikmati makan malam kamipun
langsung pulang.
“
udah yuk, pulang yuk wan ? “ pintaku
“
ya oke deh “ jawab awan singkat
Kami
mulai melangkah keluar dari Rumah Makan itu. Dalam perjalanan pulang kita
melewati taman nan cantik dengan hiasan lampu-lampu dan disitu pulalah ku
melepas semua keluh kesahku bersama bulan dan bintang yang bersinar. Sinarnya
indah sehingga mampu sedikit menyinari hati yang tengah gundah gulana. Akupun
mengajak Awan untuk mampir sejenak di taman itu.
“
( sambil menepuk bahu Awan ) wan...wan mampir ke taman itu dulu yuk ? Pintaku
“
ya udah deh ayo “ jawab awan
Kami
mulai berjalan menyusuri jalanan yang penuh dengan rerumputan dengan
dikelilingi hiasan air mancur menambah keindahan taman. Kami menuju tempat
dimana dapat melihat keindahan bintang yang seolah-olah hanya di depan mata
kita.
“
nah, disini wan tempat faforitku “ jelasku
“
wow..indah banget Ran, ( sambil memandangi sekitarnya ) “ jawab Awan
“
kalau aku sedang sedih, galau, penuh dengan kekacauan hati aku selalu kesini
mengadu pada bulan dan bintang di atas sana, kalau pagipun ku sempatkan untuk
ke sini melihat sang surya yang mulai menampakkan diri, rasanya sangat nyaman
di hati dan lega banget kalau melihat sinar bulan, bintang dan sinar matahari
itu “ jelasku
“
wow,, sepertinya kamu sangat mendalami khasiat ketiganya ya, tapi
ngomong-ngomong kok jadi curcol gini ya ? Besok-besok aku kesini deh “ ledek
awan
“
hahahaha maaf...maaf aku hanya ingin sedikit menjelaskan saja “ jawabku ngeles
“
tapi memang benar indah kok Ran jadi ya wajar kalau disinilah tempat yang kamu
jadikan buat sekedar menyendiri menenangkan hati dan fikiranmu disaat sangat
kacau “ jelas awan
“
betul..betul..betul “ jawabku singkat
Suasanapun
terpecahkan dengan tawa kami berdua. Disana kami mulai sedikit demi sedikit
mendalami dalam menatap bulan dan bintang. Tak sadar tangan kami saling
bergandengan dan sama-sama terpejam di bawah sinarnya bulan dan bintang. Aku
merasakan hal yang berbeda saat itu, entah apa akupun tak tahu. Aku merasa
sangat dekat dengan Awan meski saat itu aku baru mengenal awan kembali setelah
sekian lama tak pernah bertemu. Tak lama kami memejamkan mata, kami mulai
membuka mata dan mulai tersadar bahwa tangan ini sangat erat dalam genggaman.
Akupun spontan melepaskannya namun tertahan oleh tangan awan.
“
jangan di lepas Ran “ pinta awan
“
tapikan kita .... “ jawabku tertatih
“
ssst ( telunjuk awan seolah menutup mulutku ) seolah-olah kita baru kenal ? Karena
lama tak pernah bertemu ? Tapi kitakan teman di masa kecil Ran ? Gak apalah
genggaman sebagai pertanda untuk gak kehilangan sesosok sahabat “ jelas awan
“(
aku hanya terdiam tersipu malu ) ya udah pulang yuk udah malem banget nanti kamu
dicariin mama kamu lagi. Kamu kan anak mami wekkk “ ledekku
“
yee ini anak ngajak berantem, kalau bukan anak mama masak anak nenek ? Kan yang
nglahirin nyokap bukan nenekku “ cetus awan
“
hahahahaha, ya udah ayo pulang “ pintaku lagi
“
ayoo...tapi jangan di lepas ya Ran genggaman ini selama berjalan keluar taman ?
Pliss “ pinta awan
“
hah ? Ya okelah..aneh banget kamu tuh wan “
“
biarin wekk ( sambil menjulurkan lidah ) “
Kami
mulai menyusuri jalan keluar taman. Melewati jembatan yang dipenuhi rambatan
dedaunan yang menjalar. Dihiasi dengan tumbuhnya bunga-bunga kecil yang
disinari lampu lampion kecil menambah keromantisan suasana malam itu. Kami
mulai meninggalkan daerah taman menuju rumah dan beristirahat.
Malam
ini sangatlah indah melewatinya bersama sang sahabat kecilku yang sekarang
tumbuh menjadi sesosok lelaki yang terbilang sangat romantis dan sangat
penyayang. Entah dia menganggap aku sahabat atau lebihpun aku gak tahu, yang
pasti aku merasakan kenyamanan bersama seorang lelaki saat bersama dia.
Jiwa ini tak mampu berbohong ada
rasa yang beda saat kamu hadir dalam hidup ini
Sangat singkat pertemuan ini
Namun aku merasakan kenyamanan yang
serasa kita telah lama bersama
Kaulah sahabat kecilku yang sempat
menghilang
Kaulah sahabat kecilku yang dulu
tak pernah kau mengenaliku
Kaulah sahabat kecilku yang mampu
membuatku bahagia
Engkau bagaikan magnet yang mampu
menarik logam-logam rasa dan hatiku
Engkaulah sang penggugah tidurnya
hati ini
Engkaulah harapanku memulai hidup
bersama cinta
Cinta yang tulus dari sang pangeran
hati
Rasanya
malam ini tak ingin tidur, ingin selalu berbagi kebahagian bersama buku kecil
hello kittyku di temani sinar bulan dan bintang yang nampak dari jendela
kamarku. Kumulai membuka jendela dan duduk dibalkon kamar mulai ritualku
mengadu segalanya bersama bulan dan bintang. Aku tak pernah merasakan hal ini
sebelumnya. Aku selalu canggung dengan orang terutama cowok tetapi dengan dia
segala ke canggungan itu serasa menghilang, dia mampu mencairkan suasana. Semua
karena dia.
Semua Karena Dia
Malam nan indah berhiaskan sinar
bulan dan bintang
Ku menyusuri taman dengan hiasan
air mancur ini
Menyusuri jalan yang penuh
rerumputan
Dan menyusuri jembatan dengan
hiasan daun dan bunga menjalar
Aku tak lagi sendiri melewati
keindahan taman di malam hari
Aku tak lagi sendiri menyaksikan
keindahan sinar bintang dan bulan
Aku tak lagi merasa sendiri
Pecah segala kebuntuan
Cairnya hati yang beku
Berubahnya kecanggungan
Semua itu karena dia
Dia yang dulu sempat pergi
Dia yang dulu tak pernah ku
harapkan
Dia yang tak pernah mengenalku
Dia yang dulu tak pernah
menganggapku
Dia yang dulu slalu menjadi teman
debatku
Kini hati ini merasa tak karuan
Jantung ini selalu berdetak dengan
kencang
Semua karena dia
Ku
tutup buku kecilku, ku tutup jendela kamarku, ku mulai terbaring dalam
kesenyapan. Mengkhayal dalam harap, mulai memejamkan mata dengan penuh
kebahagiaan dan ketenangan dalam hati dan fikiran. Dengan harapan besok dan
hari-hari berikutnya akan lebih indah lagi. Aminnn
“ Pagi!!!!! ( Aku menyambut seisi rumah dengan
senyuman manisku dan mata yang berbinar serta wajah yang penuh dengan
kebahagiaan ) “ sapaku
“
( kakakku hanya memandangiku ) kenapa loe ? Kesambet ya ? Tumben banget bangun
pagi dan sempet sarapan ? “ cerocos kak Anya
“
hehehehe, hidup itu kak perlu adanya perubahan agar gak monoton hidup ini “
jelasku
“
ya udahlah terserah aja “ jawab kak Anya nyerah
“
( Selesai sarapan aku langsung berangkat sekolah ) aku berangkat dulu kak ? Assalamualaikum
? “ jelasku
“
ya udah ati-ati, walaikumsalam “ jawab kak Anya
Kebersamaan
selalu kita lalui bersama,bercanda bersama,bermain bersama bahkan jalanpun
bersama, sudah layaknya sepasang kekasih yang tengah dimabuk cinta. Terlalu
lelah kitapun beristirahat disebuah caffe.
“
Awan ? “ tanya gadis itu
“
Eh iya ( sambil terbata-bata dia menoleh ke arah gadis itu terlihat sangat
kaget ) Septi ?? ( spontan langsung berdiri ) “ jawab awan
“
ini siapa ? Hp kamu kenapa ? Dihubungi dari tadi tak pernah nyambung ternyata
loe jalan sama cewek lain ?” Ketus gadis itu
(
Tak ingin ada kesalah pahaman aku langsung berdiri menjelaskan semua )
“
maaf mbag,,aku Kiran sahabat kecilnya awan. Mbak jangan cemburu dulu, tadi hp
awan lowbet di perjalanan pulang ban awan bocor dan kebetulan ketemu saya, dan
saya membantu mendorong motor awan karena kami kelaparan jadi kami putuskan
untuk makan disini” jelasku panjang lebar meski agak mengarang
“
owh..gitu! Ya udah kalau gitu aku fikir kamu macem-macem. Eh iya kenalin aku
Septi pacar baru Awan” jelasnya
“
iya, saya Kiran. Tadi Awan juga sempat cerita tentang mbag “ jelasku agak
mengarang lagi
“
umbzz.. Kalau kamu udah selesai mending kita balik aja deh yank, kamu mau kan
nganterin aku ?” Pinta gadis itu dengan penuh manja
“
eh,,i..i..iya( sambil melirik ke arahku)” jawab awan dengan terbata-bata
“
kami duluan ya Kiran, senang berkenalan dengan kamu” tegas septi
(
aku hanya mampu tersenyum melihat mereka )
Malam
ini ku arungi jalanan dengan seorang diri. Sepinya malam menemani langkahku dan
hatiku kini. Tak ada yang mampu aku harapkan dari kehadiran seorang sahabat
masa kecilku dulu untuk sekedar menemaniku dalam kesepian hati ini. Tak mau
terlalu larut akan harapanku yang tak tentu ini ku percepat langkahku untuk
menuju rumah dan mengistirahatkan fikiran dan tubuh ini.
Tak
ku sadari air mata jatuh membasahi pipiku. Entah apa yang ku tangisi entah
kenapa hati ini terasa sangat sakit setelah di pagi hari aku sangat merasa
bahagia. Sebenarnya apa yang aku rasakan saat ini ? Ada apa dengan hati ini
yang seakan merasakan sakit hati. Akankah aku cemburu dengan kebersamaan Awan
dengan Septi? Mungkinkah aku mulai mencintainya ? Banyak tanda tanya dalam
hidupku kini.Entahlah apapun yang terjadi semoga semuanya cepat untuk berlalu.
......
Pagi
ini sama seperti pagi-pagi sebelumnya. Melangkah menuju sekolah, mengikuti
pelajaran dengan penuh suka cita, pulang dengan penuh kelelahan fikiran dan
segudang pekerjaan rumah. Namun tak hanya itu saat ini di temani dengan gemuruh
kendaraan yang lalu lalang aku terfikirkan akan apa yang telah Awan lakukan
kepadaku. Namun aku mencoba menghilangkan semuanya.
Sore
ini aku bersantai ditemani Saputra tetanggaku, kami mengobrol-ngobrol seru.
Dari kejauhan terlihat sosok lelaki datang menghampiri kami. Saputrapun menyapanya.
“
Wan..katanya nyariin Kiran? Ini loh orangnya ada “ tanyanya
(
Awan hanya tersenyum tanpa berkata)
(
akupun lantas pergi masuk ke rumah dan mereka melanjutkan obrolan mereka entah
apa yang diobrolkan akupun tak tahu)
Dari
dalam rumah aku mengintip obrolan mereka, aku melihat wajah awan. Namun tak
sengaja atau tidak ia menoleh ke arahku sambil melontarkan senyumannya. Akupun
tak tahu harus bagaimana lantas spontan aku menutup jendelaku.
“
Astaga manis banget senyum itu. Tapi aku tak boleh jatuh cinta sama dia, dia
udah punya cewek “ gumamku
Tak
lama hpku pun bunyi, ada sms dari seseorang tak ku kenal
“Hai kiran, kenapa kamu langsung
pergi melihat aku tadi ? Kamu masih marahkah sama aku karena kemarin malam aku
meninggalkanmu sendirian di Rumah Makan ? Maafkan aku Ran. Aku harus menembus
bagaimana agar kamu mau maafin aku ? Aku tak tahu sebelumnya itu akan terjadi,
jadi maafin aku Ran! Aku mohon”jelas awan panjang lebar
Akupun
tak mampu membalas apa-apa, namun aku beranikan diri untuk berbicara dengannya,
ku buka pintu rumahku
“
Wan,, aku udah memaafkanmu kok”jelasku
“
hah ? Yang bener Ran ? Makasih banget ( di kegirangan dan memelukku spontan )
“ehm...ya
dech yang lagi bahagia biasa aja gitu” sahut saputra
“
ech sorry tra” jawab kami kompak
“
umbzz emang kalian cocok banget ya gitu aja kompak banget” ledek saputra
Sejak
saat itu hubungan kami semakin dekat. Dimana ada aku disitu ada Awan. Layaknya
sepasang kekasih tetapi aslinya just friend karena dia udah punya cewek idaman
yang lain. Suatu ketika ia curhat denganku tentang putusnya hubungannya dengan
kekasihnya sejak saat itu pula hubungan kami semakin dekat.
Di
malam yang sepi dengan langit yang gelap dihiasi sinar bulan dan bintang yang
indah menemaniku dalam kesendirianku di balkon rumahku. Tanpa ku sadari dari
luar rumahku terdengar suara nyanyian dan lantunan gitar yang merdu
Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu
Seiring detak kakiku berdetak
Aku terhanyut dalam mimpiku
Sepenuhnya aku ingin memelukmu
Mendekap penuh harapan tuk
mencintaimu
“
Awan ?” Tanyaku tak percaya
“
yaa...turun dong, ada yang ingin aku bicarakan ini “ pintanya
Akupun
turun dengan hati yang penuh tanda tanya dan jiwa yang bergetar. Rasanya hati
dan perasaan ini tak karuhan pokoknya. Sampai aku di halaman rumah.
“
ada apa wan ? “ tanyaku polos
“
Ran, mungkin terlalu cepat tapi aku tak mau bohongin perasaan ini dan aku tak
mau lagi menyembunyikan semua ini, kalau sebenarnya...aku...aku...aku sayang
kamu Ran ! Kamu mau tak jadi cewek aku ?” Jelas Awan
“(
aku kaget dan tak mengira hal ini akan ia ucapkan, aku tak mampu menjawab
apa-apa), maaf Wan ini terlalu cepat, kamu baru aja putus dengan Septi, aku gak
mau dibilang jadi pihak ketiga karena kandasnya hubungan kamu dengan dia...beri
aku waktu sampai aku benar-benar siap wan “ jelasku
“(
menghela nafas ) baiklah aku akan selalu menunggu jawaban dari kamu Ran sampai
kapanpun itu “ jawab Awan
“
ya sudah,,tapi kita tetap berteman ya jangan ada kecanggungan setelah ini aku
gak mau pertemanan kita terganggu karena salah satu dari kita mengungkapkan
perasaannya” pintaku
“
siap deh,,kamu tetap jadi sahabatku sampai aku menunggu kamu siap buat jadi
cewek aku “ jelas awan
“
ya sudah pulang gih udah malam, gak enak sama tetangga “ pintaku
“
siap Kiranku Sayang “ jawabnya genit
“
awan !” Teriakku
“
hahahaha ( diapun langsung kabur )” respon awan
Malam
ini entah apa yang harus aku rasakan. Haruskah aku merasa bahagia atau malah
sebaliknya aku tak tahu. Akupun juga bingung akankah ketika Awan meminta
jawaban aku sudah mampu menjawabnya mengingat ayah dan ibuku tak terlalu suka
dengannya. Astaga kenapa harus seperti ini. Ku baringkan tubuh ini di tempat
tidur kecilku yang penuh dengan boneka hello kitty yang menemaniku malam ini. Belum
sempat ku memejamkan mata ku mendengar handphoneku berbunyi ku buka pesan
singkat itu ternyata dari Awan,
Selamat Malam Kiran mimpi indah
malam ini dan ingat aku akan selalu menunggumu sampai kapanpun dan aku takkan
menyerah sebelum aku mendapatkan cintamu karena aku sangat Menyayangimu. I LOVE
YOU. Nice Dreams Honey
Astaga
kata-kata itu lantas membuat hati ini semakin tak karuan ditambah dengan
jantung yang berdetak amat kencangnya. Akankah aku mulai menyukai Awan ? Sanggupkah
aku menjalani hubungan di belakang keluargaku ? Siapkahaku dengan segala risiko
yang akan terjadi nanti ? Hah ! Aku tak tahu ku istirahatkan saja fikiran ini
berharap semua hanyalah sebuah mimpi yang takkan pernah terjadi. Amin
Pagi
hari yang cukup di silaukan oleh sinar mentari dari balik jendela aku terbangun
karena terdengar bunyi nada dering handphoneku. Aku mengangkat telphone itu
dengan rasa kantuk yang masih menyelimuti tubuhku.
“
hallo “ jawabku dengan lemes
“ Pagi Kiran ? Bangun dong
ayo aku antar ke sekolah sekalian aku berangkat dech “ terdengar suara Awan
yang halus
“ hah ! ( aku langsung
terbangun dan melihat jam bekkerku ) Astaga...bentar-bentar aku mandi dulu aku
kesiangan ini “ jawabku cepat lantas handphone aku matikan
Aku bergegas menuju
kamar mandi, lalu siap-siap dandan sekadarnya saja dan lagi-lagi tak sempat
sarapan. Umbzz,, disaat sedang memakai sepatu handphoneku berdering lagi, tak
lain dan tak bukan Awan
“ hallo “ jawabku
tergesa-gesa
“ udah siap belom ? Aku
udah di depan rumahmu ini “ jawb Awan
“ yakin ini nganterin
aku ? “ tanyaku lagi
“ iya sayang,, buruan
keluar “ pinta awan
“ oke “ jawabku singkat
Setelah kejadian
beberapa hari yang lalu sikap Awan mulai berbeda. Dia lebih perhatian dan
sangat sering menghubungiku bisa jadi seharian semalam tyada henti kecuali
kalau tidur doang. Mungkinkah ini cara dia memperlakukan cewek yang dia sayang
yang dia cinta dan yang ingin dia miliki ? Namun aku masih tetap belum yakin
untuk menerima dia. Dengan alasan utama adalah Orang Tua aku. Aku masih begitu
polos mungkin ya masih takut dengan ortu aku. Tapi kata-katanya kalau kita
melakukan sesuatu tanpa restu ortu itu gak bakalan bisa berjalan dengan mulus
dech. Maka dari itu aku selalu kelamaan mikir untuk masalah hal yang tak
disukai orang tua ini.
Umbzz tau deh, udah gak
mau mikirin lagi aku. Biarin deh ntar juga ada jalan yang terbaik buat aku dan
awan. Nanti kalau udah gak sabar nunggu aku pasti juga bakalan cari cewek lain
kok. Dikira cewek yang paling cakep dan ditunggu aku doang apa. Ya gaklah ! Sadar
kiran !!.
Lamunanku terbuyarkan
dengan hadirnya bunga mawar merah di hadapanku.
“ DORR !! Ngelamun aja
? Neglamunin omonganku kemarin ya ? “ tanya Awan
“ astaga Awan !!! Byasaan
ya, engg,,,enggak kok “ jawab ku gagap
“ kalaupun iya gak papa
kok Ran, lagian jangan terlalu difikirin aku gak maksa kamu harus suka aku
untuk sekarang ini. Asalkan kamu gak pergi dari aku, aku udah ngerasa bahagia
kok karena aku udah bisa di dekat cewek yang benar-benar aku sayang “ jelas dia
“ gini loh wan, jujur
ini tapi sebenarnya aku berat mau bilang ini dan gak tega “ jawabku tertatih
“ ( sambil memegang
tanganku dan menatapku dalam ), katakan aja Ran. Aku gak apa-apa kok aku janji
aku akan terima apa yang akan kamu katakan “ Awan meyakinkanku
“ aku udah pastiin dan
yakinin hati ini kalau aku..kalau aku gak bisa terima kamu sekarang wan “
jawabku
“ ( awan tertunduk diam
) “
“ ( ku coba tegakkan
pandangannya, ku lihat mata yang kecewa di sana ) Wan maafin aku, kamu juga
pasti tau apa alasan aku tolak kamu. Karena orang tuaku, aku gak bisa ingkari
semua yang orang tuaku bilang wan. Mungkin aku terlalu bodoh atau apalah itu
tapi saat ini aku benar-benar masih dikendarai orang tuaku. Aku tak ingin
mengecewakan dia juga...” Penjelasanku terputus
“ lantas kamu memilih
mengecewakanku Ran ? “ jawab dia tegas
“ Wan,,( ku coba pegang
lengannya untuk meredam emosinya ) tadikan kamu bilang akan berusaha terima
alasaannya ? Jadi jangan emosilah wan, aku sebenarnya juga gak mau bikin kamu
kecewa tapi aku harus pilih salah satu dong, sekali lagi maaf wan “ jelasku
lantas aku meninggalkan Awan sendirian
Aku tak tahu apa yang
terjadi setelah aku meninggalkan awan sendirian di taman. Kini rasanya hatiku
sangat lega namun juga sangat berat untuk melepaskannya. Sebenarnya aku gak mau
bohongin perasaanku sendiri tapi aku begitu pengecutnya gak mau mengakui
semuanya dan gak berani ( bukan gak berani tapi belum berani ) melanggar orang
tua meski sejujurnya ortuku gak tahu soal kedekatanku dengan dia. Tapi ya
sudahlah mungkin ini jalan terbaik biar aku nantinya gak bikin kecewa saat kita
putuskan untuk jadian. Huuft!
“ oke sekarang aku
harus terima jika Awan marah kepadaku saat ini, itu hak dia,nanti pasti dia
bisa temukan sesosok cewek yang dia harapkan selama ini kok ( gumamku dengan
menghela nafas panjang )”
Semuanya kini terasa
sangat canggung. Lantas semuanya terasa tidak saling mengenal. Saat bertemupun
hanya bisa saling memalingkan pandangan tak berani saling melihat mata satu
sama lainnya. Akupun tak tahu harus bagaimana untuk bisa merubah kecanggungan
ini menjadi hal yang seperti dulu saat kita akrab.
Lama aku tak mendengar
kabar bahkan tak melihat wajahnya, diapun tengah jalan dengan wanita lain
mungkin itulah pilihannya. Sangat menyesal memang namun apa boleh dikata karena
itu mungkin pilihan awan yang terbaik. Saat melihatnya aku berusaha bersikap
biasa saja. Namun aku tak dapat memungkiri tak sengaja aku memandang mata itu,
mata yang sangat penuh dengan kekecewaan namun juga mengisyaratkan bahwa dia
masih mengharapkan aku. Tetapi aku masih belum berani untuk menerima dia untuk
sekarang.
Kepergian awan dari
sisiku membuat seseorang datang mendekatiku entah untuk apa akupun tak tahu. Aku
mengenalnya hanya sebatas seorang teman di sekolahanku. Namanya dewa, dia dulu
sempat suka dengan sahabatku dina namun tak sampai untuk dapat meraih hati
dian. Entah hanya sekedar pelarian atau pelampiasan aku tak tahu, aku mencoba
untuk menjalani bersamanya berharap suatu saat bisa cocok dan melupakan awan.
“ kiran,, pulang bareng
yuk “
“ hah ? Seriusan ? Umbzz
kapan-kapan aja ya wa “
“ umbzz ya udah deh
kalau gitu “
“ maaf yaa “
“ ga papa “
Hari ini hatiku terasa
sangat berat, entah karena apa. Ku terbaring lemah tak berdaya dalam kamar
hello kittyku. Sedikit terpejam namun handphoneku berbunyi.
“ hai kiran apa kabar ?
Aku udah kangen bisa jalan bareng sama kamu..besok kamu ada waktu ndag ? “
“ awan ya ? Kabar baik
wan .. Habis kamu menghilang tak tahu kemana juga sih..owh ada kok wan, kenapa
?”
“ aku pengen bicara
sama kamu ran untuk memperjelas status hubungan kita “
“ lowh ? Emang kita
seperti orang pacaran ya wan ? Kok mau memperjelas hubungan kita segala ? Bukannya
emang kita hanya sebatas teman ? “
“ memang terlihat
seperti itu ran tapi aku ngerasa beda “
Makin bingung dengan
apa yang dibicarakan awan, akupun mulai menyerah dan megiyakan semuanya.
......
“kiri pak !”
Aku mulai turun dari
angkutan dan terkaget ada dewa disana telah menungguku
“ dewa ? Kok .... Kok
disini ? ( tanyaku terbata-bata sambil melihat kesebrang jalan ada awan yang
sudah menungguku )
“ hehehe segaja ran,
habis kamunya nolak terus waktu aku mau nganterin kamu “
“ ta...ta..tapi...!” (
belum sempat aku melanjutkan omonganku dewa menarik tanganku)
“ tapi apa ? Udah ayo
... Gak papa lagi ran santai aja “
Akupun hanya bisa diam
tak bisa lagi memandang ke arah awan, aku tahu diapun kecewa untuk kedua
kalinya padaku. Saat itu aku bagaikan cewek yang tak tahu diri dan hanya bisa
mempermainkan perasaan cowok saja.
“ makasih ya wa , maaf
udah ngerepotin “
“ iya sama-sama ran ,
gak ngerepotin sama sekali kok. Kalau gitu aku pulang dulu “
“ iya ati-ati “
Saat itu hatiku tak
tenang, jantungku berdebar kencangnya , tubuhku bergetar layaknya sedang gugup.
Saat itu ternyata kak anyapun juga menjemput aku, sesampainya di rumah akupun
hanya terdiam mendengar kemarahan kak anya. Saat itu handphonekupun berdering.
“ ran! Kenapa kamu
memilih untuk bareng dengan cowok itu ? Kenapa kamu sebegitu gampangnya
mengingkari janjimu sendiri kenapa kamu jadi cewek gak bisa berpegang teguh
sama janjimu ! “ nada kemarahan itu datang
“ oke fine ! Aku minta
maaf ,, sebagai hasilnya sekarang aku tunggu di depan rumahku kalau emang kamu
pengen kita ketemu ! “
“ oke ! Tapi aku gak
mau kalau kamu hanya akan nggantungin aku tanpa memberi kejelasan tentang kita
! “
“ iya !”
Tak lama aku mendengar
suara motor awan, lantas aku keluar.
“ kenapa ?”
“ marah ya ran ? Maaf kalau
kata-kataku bikin kamu marah “
“ gak kok biasa aja,
kenapa emang ? Kamu mau penjelasan apa ? Kamu mau kita gimana emang ? “
“ (awan hanya terdiam
pasrah) terserah kamu ran yang pasti aku sayang ke kamu “
“ lowh ! Kok gitu ? Sekarang
ini maksud kamu ngajak ketemu aku apa wan ? “
“ aku hanya pengen tahu
perasaanmu ke aku untuk sekarang ini “
“ berat wan, aku gak
bisa jawab “
“ umbzz...mulai ran
kamu kayak gini ? Ini yang membuat aku ragu dan ngerasa digantungin “
“ tapi kan aku gak
pernah memberi harapan sama kamu wan ! “
“ kamu ngerasa seperti
itu Ran ! Tapi aku ngerasa beda ran ! Kamu selama ini sangat memberi aku
harapan makanya aku berani untuk mengungkapkan perasaanku ke kamu !
“ terserah kamu wan ! “
lantas aku masuk ke dalam rumah
.....
“ din ... “ sapaku kepada
sahabatku
“ kenapa ran ?”
“ aku sedih bingung
bimbang taulah campur aduk semua “
“ kenapa-kenapa ? Cerita
sini “
“ kemarin aku kan
dianterin dewa awalnya aku gak tahu kalau dia kemarin mau nganteri aku secara
dia gak bilang dulu awalnya dan secara kebetulan saat itu awan datang menjemput
begitu juga dengan kak anya. Saat itu kalau aku tahu kak anya jemput aku bakal
ikut kak anya masalahnya kak anya datangnya saat aku dah terlanjur dibonceng
sama dewa, saat itu aku gak sanggup memandang wajah awan din “
“ lah kamu seharusnya
itu pulang sama orang yang janjian duluan sama kamu ran, ada gak yang janjian
dulu sama kamu kemarin ?”
“ ada sih, si awan .. Tapi
belum sempat aku njelasin ke dewa... Dewa maen tarik aja ini tangan ya udah aku
gak bisa ngelak din, kemarin aku hancur deh din kena marah sama kak anya dan
awan. Mana awan minta kejelasan ke aku dan akupun bingung harus njelasin apa ke
dianya “
“ udah-udah
santai-santai kalau dia emang sayang kamu mungkin dia akan marahnya gak bakalan
lama-lama kok dan kamunya sekarang harus bis tegas ran “
“ gitu yaa din ,, oke
deh makasih ya “
“ iya Ran. Apa aku
bantu ngomong sama dewa buat gak deketin kamu dulu karena aku tahu ran
sebenarnya kamu hanya sayang ke awan kan ? Dan kamu juga gak bakalan bisa nerima atau njadiin dewa sebagai pelarianmu
doang kan ? “
“ iya din bener banget
itu. Terus kamu mau bilang gimana sama dewanya ?”
“ gampang besok deh,
tenangin hati kamu dulu cintah “
“ iya Din, makasih
banget ya “
“ iya “
Aku pusing gara-gara
perasaan yang gak jelas ini, mending aku tidur sianglah biar sedikit reda ini
pusingku. Sore menjelang aku terbangun dan keluar rumah untuk sedikit
melebarkan pandanganku ke dunia. Tetapi ! Sedih rasanya melihat awan harus
berduaan lagi bersama saudarannya saputra, serasa darah berhenti mengalir
ketika mengingat apa yang dikatakan awan kemarin. Sebenarnya apa maksud dari
ini semua ! Agh spontan aku berteriak dan berlari ke dalam, tetapi langkahku
terhenti karena kak anya minta temenin keluar dan untuk kesekian kalinya aku
harus bersabar melihat awan dengan ulan pacarnya. Lantas aku pergi dengan tidak
memandang mereka, dan entah sengaja atau tidak diapun juga pergi menyusulku aku
hanya terdiam dan tertunduk. Diapun lantas pergi entah kemana.
“Astaga !!! Kenapan sih
ini perasaan apa emang aku harus jujur dengan awan kalau aku sebenarnya emang
sayang banget sama dia ? Tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat”
“ kenapa ran aku
seolah-olah menjauhi aku seperti ini ?”
“ kenapa sih wan harus
terjadi seperti ini ? Kenapa harus kamu mengungkapkan perasaanmu kepadaku ? Kenapa
kamu bisa suka kepadaku ? Kenapa ? “ terjatuh air mataku
“ ssttt !! Gak ada yang
perlu disalahkan ran ini semua terjadi begitu saja, aku juga gak pernah
menghendaki kita akan jauh-jauhan seperti ini “
“ aku gak tahu wan
harus bagaimana saat ini ! Kamu sudah punya ulan sekarang moga langgeng deh wan
“
“ kenapa nada bicaramu
seperti itu ran ? Kamu gak suka aku dengan ulan ? Kalau iya aku ikhlas untuk
memutuskan dia “
“ lowh ? Gak bisa gitu
wan .. Ini gak akan adil buat ulan, aku dan dia sama-sama cewek dan akupun bisa
ngerasaiin gimana rasanya ketika cowoknya harus memutuskan dirinya hanya demi
cewek lain wan, jangan lakuin itu “
“ gak ran, lagi pula
aku jadian dengan dia hanya lewat handphone dan itupun yang sms bukan aku tapi
Rian “
“ heh! Gila kamu wan ! Tapi
tetep ajalah akhir-akhirnya dia sama kamu kan sekarang “
“ ya sudahlah wan
mungkin kita ditakdirkan buat tidak bersama sebagai pasangan kekasih tetapi
hanya sekedar teman saja “
“ ya udah deh ran terserah
kamu gimana baiknya ! “
.....
Hari ini ujian
praktekku. Umbzz dan sepertinya dina sahabatku mulai bicara dengan dewa tentang
apa yang aku rasakan tapi emang benar sih aku agak risih dengan dia. Aku
melihat meraka berbincang-bincang tapi aku tak mendengar pembicaraan mereka
saat itu. Selesai ujian praktek aku ingin ke taman sekolah eh ga tau kenapa aku
dicegat sama Dewa. Astaga ! Mampus aku.
“ eh Dewa ... Kenapa ? Tanyaku
basa basi
“ hehe... (tawanya
sadis) kenapa kamu nyuruh dina buat bilang semua itu ke aku ? Kenapa bukan kamu
sendiri yang bilang itu semua ?”
“ maaf wa, aku gak kuat
hati untuk bilang semuanya ke kamu “
“ sekarang aku mau apa
yang dibilang Dina terlontar dari mulutmu sekarang “
“ aku rasa apa yang
udadh dijelaskan Dina cukup wa dan tak perlu lagi aku ulangi, aku benar-benr
minta maaf jika kamu menganggap aku menyakiti kamu atau seperti apapun aku
terima”
“ gak kok Ran, aku
hanya kecewa saja. Aku juga gak bisa nyalahin kamu atau siapapun. Tapi kita
tetap berteman kan ?”
“ huft ! Lega hatiku.
Pasti ita berteman. Ya sudah aku ke taman dulu ya mau nenangin diri dulu “
“ oke deh, ati-ati ada
seseorang juga sudah nunggu kamu disana “
“ heh ? Maksudnya ?”
“ gak papa “
“ owh ya dah “
Akhirnya selesai sudah
semua masalahku dengan dewa. Lega rasanya tinggal masalahku dengan awan ini
yang gak ada ujungnya. Tapi, ditengah perjalanan ke taman akupun masih dicegat
lagi oleh seorang pria namanya Aan sahabat Awan. Astaga apa lagi ini ! Ooh..ini
yang dimaksudkan dewa tadi, oke tenang Ran..tenang !
“ ya’ampun ,, ini
sebenarnya ada apa coba ? Tadi Dewa sekarang Loe an ? Ndag sekalian aja ntar
Awan kesini”
“ aku kesinipun karena
Awan ?”
“lah kenapa emang ? Kamu
gak terima dengan apa yang dirasakan awan ? Kan sekarang dia udah ada ulan
terus aku juga masih salah ?”
“iya emang kamu yang
salah..semua keslahan itu ada di kamu Ran. Kamu yang gak tegas, kamu yang gak
bisa pegang janji dan kamu yang gak mau untuk sedikit menghilangkan gengsimu “
“ lowh ! Kok kamu
sebegitu menghujat aku emang aku salah apa ?”
“ kamu ! Salah kenapa
waktu kamu ada janji dengan awan kamu malah jalan dengan Dewa ?”
“ sekarang aku tanya,
kenapa kamu tahu aku ada janji dengan Awan, tapi kamu malah mendatangkan Dewa
ke aku ? Seolah-olah kamu nyuruh Dewa nagtrerin aku ?”
“ yaaa ... ! “
“ gak bisa jawabkan ? Makanya
jangan pernah menghujat orang lain tapi kamu gak bisa mikir bahwa itu semua
terjadipun karena kecerobohanmu dan kamu yang ingin sok jadi pahlawan dalam
masalahku dengan awan ! Lagi pula awan biasa-biasa aja kenapa kamu yang jadi
sewot ! “
“ sekarang jelaskan
kamu emang gak bisa sedikit mengalah dan hanya bisanya tepacu dengan keegoisamu
semata ! “
“ wah ini anak ngajak
tarung ! Sekarang siapa sih yang egois ? Aku dah cukup jelas menjelaskan
semuanya tadi ! Fine sekarang terserah kamu mau bilang apa aku terima dasar
PAHLAWAN KESIANGAN !’
Iyuh !! Sok tahu banget
dia jadi cowok, gak tahu duduk permasalahannya saja sok-sok-sokan. Amit-amit
deh ketemu orang kayak gitu lagi.
Dorrrr!!!
“ astaga ! Kenapa din
bikin kaget aja ! “
“ ya santai cintah,
kamu ini kenapa sih menggrutu sendiri kayak gini ?”
“ tadi tahu gak, aku di
labrak sama dua cowok kebayang gak tuh dilabrak sama cowok ! Iyuh banget kan “
“ dewa ? Sama siapa ? “
“ siapa lagi iya dewa
sama aan sahabat awan, masak datang-datang nyemprot aku, tapi sih si dewanya
ndag Cuma minta penjelasan doang kalau sama dewa udah kelar tinggal sama aan
nowh iyuh banget gak tuh !”
“ sabar-sabar cintah,
mungkin gak sih dia kayak gitu karena dia cemburu sama kedekatanmu awan dan
dewa ? “
“ hahahahaha lucu
banget sih kamu Din ! Ya gak mungkinlah dia cemburu apa coba yang
melatarbelakangi dia cemburu ? Gara-gara aku bakalan ngrebut Awan sahabatnya
tercinta itu atau bisa dikatakan kembarannya gara-gara kemana-mana bareng ?”
“ gila kamu Ran ! Bukan
itu maksud aku ,, mungkin gak dia suka sama kamu ?”
“ whattt !!!!!!! Gak mungkin
orang dia kesannya itu sadis banget kok kalau sama aku ya gak mungkinlah dia
suka sama aku “
“ ya semoga aja deh ,
iya kelanjutannya kamu sama awan gimana ?”
“ dia dah punya cewek
lagi kok dian, aku gak mau ngrusak hubungan dia dan akhirnya awan aku kecewain
lagi, cukup sekali aja deh din kasihan. Ketulusannya harus aku balas dengan
kekecewaan “
“ umbzz... Gini cintah..kamu
yakinin hati kamu, kalau kamu udah mantep dengan apa yang kamu rasain kamu
berusaha memperjuangkan cinta kamu bukan maksud untuk merusak hubungan orang
lain tapi kitakan perlu memperjuangkan cinta kita. Gitu lowh.. Bukan masalag
egois nggaknya. Tapi kamu harus ingat yakinin hatimu dulu baru kamu bisa
ngungkapi semuanya agar gak berimbas luka “
“ umbzz..oke deh din
aku coba”
.....
“ Ran ! “
“ iya tra kenapa? “
“ aku mau minta data –
data dan lagu-lagu yaa “
“ oke deh ,, mana hp
kamu ! “
“ ini “
“ aseekk yang hp baru
nch , makan-makannya “
“ haha gak kale ran itu
hp awan kok “
“ owh gitu towh ya udah
“
“ kenapa ? Kamu cemburu
ya melihat foto ulan di hp awan ?”
“ hahah gila kamu
ngapain aku cemburu kan dia pacarnya awan maklumlah pasang foto ceweknya lebih
bahayanya kalau pasang foto aku bisa diputus sama ulan ntar “
“ emang dia udah putus
kale Ran. Udah kamu sama dia jadian aja lagi kaliyan cocok kok kalau gak
sama-sama mempertahankan egoisannya. “
“ tra..tra bisa aja
kamu. Ini udah lagu dan data-datanya “
“ oke maksih ran, aku
balik dulu. Ingat kata-kata aku Ran , Awan nungguin kamu selalu “
“ umbzz yaa “
Sejak kala aku berdiri
Gelap sepinya ruang hati
Tak satupun mampu menjawab
Hanya padamu aku bertanya
Lewat setyap sujudku ini
Siapakah nanti cinta untukku
Wahai penilai hati lihatlah hatiku
Merana menanti kisah kasihnya hidupku
Rahasia itu hanya kau yang tahu
Tapi aku tak mau jadi tuna cinta
Tuntun aku dalam menanti jodohku
Takkan
ku biarkan cintamu pergi
Takkan
ku biarkan kau berlalu
Dalam
hati ini kau tetap milikku kini dan sepanjang waktu
Semuanya
berlalu namun tidak dengan cintaku
Dalam
hati ini masih tersimpan janji manismu
Bersamanya
kau telah pergi
Dan
mungkin tak akan kembali
Namun
cinta ini yang terhempas dan berakhir
Bersama dengan cinta ini kan ku rebut hatinya kembali
Segalanya
aku memohon oh Tuhan hadirkan cintanya lagi
Kejujuran melahirkan jadian !
Apa yang sedang terjadi
Seminggu tanpa berita
Seminggu tanpa cerita
Seminggu juga tanpa bicara
Cinta sedang apakah dirimu
Mengapa tak ada kabar
Mengapa tak jua datang
Dimanakah dirimu berada
Cinta jangan engkau tinggalkan aku
Aku tahu aku yang bersalah
Ku pikirku bisa tanpamu
Tapi aku tak sekuat itu
Ku mohon kau kembali ke pelukku
Namun bila engkau tak kembali
Mungkin lebih baik ku mati saja
Ku beranikan untuk
menghubungi awan terlebih dahulu, aku merasa semakin lama aku semakin tersiksa
dengan perasaan ini sejujurnya. Aku rangkai kata-kata agar tak terkesan ingin
merusak hubungan awan dengan pacarnya(itupun kalau dia sudah punya cewek).
Meski sedikit ragu akhirnya aku menghubungi dia.
“ selamat siang awan,
maaf menganggu. Kalau ada waktu bolehkah kita bertemu sebentar saja, aku ingin
bicara serius dengan kamu. Aku sudah tidak tahan dengan semua ini kita yang
semakin canggung kita yang semakin jauh seperti orang yang tak kenal “
“ siang juga Ran..gak ganggu
kok aku malah senang kamu mau sms aku duluan aku merindukan hal ini Ran. Aku
akan selalu siap jika kamu ingin bicara dengan aku. Kapanpun Ran”
‘ oke wan, nanti habis
isya’ya kita ke taman pertama kali kita maen bareng aku tunggu disana “
“ oke Ran. Sampai
ketemu nanti “
Aku tak pernah tahu apa
respon yang mungkin akan diberikan Awan buat aku setelah aku bicara jujur
kepadanya. Akupun juga tak tahu apa pendapatnya ketika mendengar ada cewek yang
akan mengungkapkan perasaannya duluan, aku tak peduli hal itu yang aku peduliin
sekarang akau harus siap ketika dia akan gantian menolakku karena dia sudah
punya pujaan lain. Huuft !
Malam ini dipenuhi
dengan cahaya bintang nan indah. Angin yang sayup-sayup mengantarkanku menuju
tempat ketemuan aku dengan Awan.
“ Ran ! “
“ hay..sini duduk “
“ ada apa Ran, kayaknya
serius banget dari cara sms kamu tadi “
“ enggak kok. Aku minta
maaf sebelumnya Wan karena aku udah sering menyakiti hati kamu dan bikin kecewa
kamu, aku disini ingin jujur dengan perasaanku. Jujur aku tersiksa dengan kita
saling berjauhan seperti ini. Aku ingin kedekatan kita seperti saat kamu datang
dari bandung Wan, aku merasa saat ini aku dan kamu benar-benar orang yang tak
saling mengenal “
“ umbzz..iya Ran aku
juga ngrasa hal yang sama Ran. Ran tapi kamu harus tahu meski sekarang kita
seperti orang yang tak pernah saling mengenal sebelumnya meski hubungan kita
berubah yang awalnya akrab jadi canggung tapi perasaanku gak pernah berubah
Ran. Aku masih sayang kamu, mungkin kamu sering melihat aku dengan cewek lain
itu karena aku ingin mencoba melupakan kamu Ran mencoba ikhlas dengan
keputusanmu dan mulai menerima mungkin memang kamu gak pernah suka dengan
diriku “
“ Wan, jujur aku sayang
sama kamu. Jujur aku cemburu dengan kamu sebegitu mudahnya pindah kelain hati.
Jujur aku sangat kecewa dengan itu hingga aku mencoba untuk mengikhlaskan
semuanya namun sampai saat inipun aku gak bisa Wan. Aku juga sangat sayang sama
kamu “
“ apa ran ? Kamu sayang
sama aku ? “
“ iya Wan aku sangat
sayang sama kamu, mungkin terkesan murahan kalau aku bilang seperti ini tapi
inilah adanya inilah yang aku rasakan selama ini, aku cukup menderita dengan
kepergianmu waktu itu “
“ gak ran, aku gak
pernah menganggap kamu begitu murahan hanya karna kamu bilang seperti itu ke
aku. Aku malah sangat bahagia akhirnya gadis yang aku impikan slama ini bisa
juga sayang ke aku, aku sangat berterima kasih ke kamu Ran”
Terbesit janji diantara
kita, mengikat tali hubungan dengan kata pacaran. Memberanikan diri jalan untuk
memenuhi perasaan cinta di hati tanpa sepengetahuan orang tua. Memberanikan
diri memulai kisah cinta bersama Awan sebagai pacar pertama yang tak akan pernah terlupalkan.
Seindah dengan suasana malam ini hatiku kini terasa lega tanpa ada beban yang
aku sembunyikan lagi dari Awan. Kita memulai kisah baru di bulan April ini.
.....
Mengawali hari dengan
status hubungan yang telah berubah namun tak membuat curiga banyak orang
sehingga membuat mereka tetap berangapan kita hanyalah sepasang sahabat yang
saling merindukan. Namun semuanya salah, kini semua telah berubah dengan
komitmen dalam hati masing-masing untuk menjaga hati dan hubungan.
“ pagi sayangku, I LOVE
YOU “ sapa Awan pacar baruku
“ pagi honey “ sapaku
dengan penuh senyum
“ berangkat yukk, udah
mau terlambat ini “ pintanya
“ ayo...let’s go honey
“ timpaku
Sepanjang perjalanan
hanyalah senyum bahagia dan kata-kata nan romantis yang terlontar dari mulut
Awan. Pria yang sangat mengerti akan perasaan cewek dan tak pernah bisa untuk
membuat cewek terluka.
“ yaahhh,,pisah deh “
gerutunya manja
“ sssttt....gak boleh
gitu,,it’s just problem of school honey. Nantikan bakalan ketemu lagi J
jangan nakal yaa di sana gak ada aku “ candaku
“ iyaa..yaa, maklumlah
yank baru jadian ya maunya lengket terus. Kamu juga jangan nakal. Aku berangkat
dulu ya sayang. Love You, ntar aku jemput lagi “ jelasnya
“ iya honey, love you
too “ sahutku
Dalam menjalani segala
aktivitaspun tak ada yang tak terselesaikan semuanya terselesaikan dengan
sempurna. Mengarungi setiap lembaran soal ulangan dadakan dengan penuh senyum
bahagia tanpa adanya rasa kecewa ketika ulangan diadakan secara dadakan. Umbzzz
semua terasa sangat menyenangkan. Bell pulangpun berdering, ku ambil
handphoneku dengan rasa bahagia untuk menghubungi sang pacar, namun tak
disangka dia sudah muncul di depan gerbangku tepat aku melangkahkan kakiku
keluar.
“ on time banget
yank,,,umbzz jangan-jangan hobi lama kambuh lagi ? Tatapku curiga”
“astaga yank..gak
yo..aku tadi sekolah beneran kok gak bohong cuman, pulangnya emang agak cepet
soalnya gurunya gak ada gitu. Percaya deh “ pintanya
“ ya deh terserah,
bohong atau gak aku juga gak tahu kok” jawabku ketus
“ yahh,,,yah ngambek ni
ceritanya ? Tanyanya cemas
“ gak sih biasa aja. Ya
udah ayo pulang “ pintaku
“ umbzz..kalau udah
kayak gini ni dah susah, ya udah ayo “ sahutnya mengalah
Dalam perjalanan hanya
diam tanpa kata. Namun dalam hati berfikir akankah dia jujur ataukah berbohong.
Haruskah dan adilkah ketika hubungan baru seumuran jagung aku sudah menyimpan
rasa curiga dalam diri sang pacar ? Aghhh !! Biarlah lambat laun kalaupun dia
membolos nanti akan sadar dengan sendirinya. Tak begitu lama motor awan
berhenti di pinggiran danau.
“ yank ?”
“hemmmmb “
“ yank ??
“ embbbzzz
“ YANK !??”
“ apa sih cerewet “
“ ya ampun, masih
ngambek ini gara-gara yang tadi, sumpah yank aku gak bohong. Lagian hanya
masalah kayak gini lhow ya yank. Gak usah ngambek donk “
“ hemmbzz “
“
astaga yank..kok gitu too ?”
“
kenapa sih,,lagian rugi gitu aku ngambek “
“
yank kita pacarn baru lima hari masak iya harus marah-marah gini, ngambek kayak
gini ? Terus masalahnya kalau besar sih gak masalah ini hanya masalah kecil
lhow yaa ?”
“
.....”
“
pliss donk yank, jangan nyiksa aku gini (sambil memegang tanganku)”
“
iiuwh...nyiksa gimana coba “
“
lha ini buktinya, kamu diem mulu daritadi. Garing kali yank. Beneran deh aku
sayang kamu masak iya aku bohongin kamu “
“
yakin ?!”
“
iya sayang “
“
janji telunjuk kelingking dulu “
“
ya deh, janji telunjuk kelingking “
“
tiruin ... Gak akan bohong dan bikin kecewa “
“
gak akan bohong dan bikin kecewa “
“
akan selalu jujur dan setia “
“
akan selalu jujur dan setia “
“
gak akan selingkuh “
“
gak akan selingkuh “
“
apabila salah satu dilanggar konsekuensinya PUTUS “
“
astaga yank...”
“
cepetan ! Apabila salah satu dilanggar konsekuensinya PUTUS “
“apabila
salah satu dilanggar konsekuensinya PUTUS. Udah kan ? Senyum dulu donk? “
“
embzzzz....yank “
“
gitukan enak, iya kenapa ?”
“
aku pacar keberapa sih ? “
“
hehehehe pacar ke empatku yank...insya allah kalau benar-benar bisa jadi yang
terakhir yaa ?”
“
hahahaha...amiinn deh. Tapikan.....”
“
masalah ortumu ?”
“
iyaa “
“
kalau masalah itu nanti biar aku yang cari jalan keluarnya yang penting kita
jalani dulu aja bareng-bareng yank “
Semuanya
terasa indah dan sempurna. Berakhir dengan pelukan hangat yang takkan bisa
terlupakan. Belaian lembut yang selalu terasa dan bujukan manis yang selalu
meluluhkan hati.
......
Ketika
hubunganku dengan Awan berjalan 2 minggu datang seseorang dalam lamunanku sore
ini.
“
Ran ? Kamu pacaran sama Awan ? “
“
iyalah masak bohongan “
“
kamu yakin pacaran sama dia ?”
“
insya allah, emang kenapa sih ? “
“
dia bukannya pacarnya Melin ya ? “
“
mungkin itu dulu Jar, jangan suudzon deh dan jangan bikin aku curiga sama dia
deh”
“bukan
maksud bikin curiga kamu tapi ini demi kamu juga kali Ran, dia cowok gak bener
tuh sekarang aja masih hubungan baik kok sama di Melin “
“
sekedar temenankan juga gak apa lah Jar. Lagipula aku gak mau mbatesin dia
dalam bergaul kok. Iya aku tahu dia kayak apa tapi setiap cowok ada kesempatan
buat berubah kan Jar “
“
ya udah sih terserah kamu aku sih cuma ngingetin aja “
“
nada kamu bukannya ngingetin sih Jar, tapi terkesan nuduh “
“
Serah “
Seketika
hatiku terasa sangat sesak entah apa yang harus aku lakukan akankah aku percaya
dengan Anjar atau bagaimana. Saat itupula aku segera menghubungi Awan meminta
penjelasan dari apa yang diceritakan Anjar padaku.
“
ndaa...kamu dimana ?”
“
lagi ditempat aan ay. Ada apa ? “
“
bisa ketempatku dulu ? “
“
aduh sayang...ini aku lagi mau nemenin aan pergi sayang, gimana ? Nanti aja ya
? “
“
owh.. Ya udah neg gitu. Gabung sama sahabatmu dulu aja. Sahabatkan lebih
penting ndaa J
“
“
astaga, sayang jangan marahlah. Iya nanti ya setelah nganter aan aku ketempat
kamu ? “
“
gak marah sih byasa aja. Ya dah “
Saat
itu hatiku sedikit kecewa, tapi aku kan udah janji untuk tidak terlalu posesif
sama dia. Umbzz sabar-sabar gak semuanya keinginanmu harus sesegera mungkin
dipenuhi kan RAN !!!!Arghhh!! Gila. Seharusnya omongan Anjar tadi gak perlu aku
perduliin sampai masukin ke hati, akhirnya jadinya gini kan pusing sendiri.
Bego !! ( gerutuku dalam hati ).
Sesaat
lamunanku pudar terdengar suara motor yang aku kenal. Yupzt tepat sekali itu
Awan. Akhirnya dia dateng juga tapi ?? Bukannya ?? Agh bodo yang penting dia
dateng ke rumah.
“
ay...turun gih aku dah di depan “
“
iya “
Aku
berjalan menelusuri anak tangga, menyapa sang pacar tercinta
“
hay “ ( sapaku kecut )
“
ada apa sayang “ ( tanyanya sabar )
“
kamu gak jadi pergi sama aan ? “
“
gak sayang demi kamu deh apa aja sebisanya aku lakuin. Ada apa sayang “
“
aku mau tanya, kamu masih ada hubungan sama Melin ?”
“
astaga sayang, kamu dapet kabar dari siapa sih ? Aku kan udah milih kamu “
“
tinggal bilang iya atau gak ?”
“
yank.. ?”
“
tinggal jawab kan ? “
"
gak sayang, kamu percaya deh sama aku ay. Makanya ay jangan mudah percaya
dengan apa yang dibilang orang lain yang mungkin iri dengan hubungan kita
sekarang "
"
umbzz...mungkin iya ya ?"
"
iya mungkinlah ay, bukan maksud buat nuduh juga tapi ya gimana orang
kenyataannya kayak gitu "
"
oke aku saat ini percaya sama kamu ay, tapi awas aja kalau suatu hari nanti
kamu ketahuan apa yang di katakan Anjar tadi "
"
owh, ini tingkahnya Anjar ay ? Owh pantes kamu kayak nyembunyiin banget.
Sahabat kecilmu sih ya ? "
"
lah kok jadi kamu yang marah ! "
"
habis kamu kesannya mbela sahabatmu banget sih, sampai gak percaya gitu sama
pacar sendiri "
"
iya udah aku yang minta maaf deh "
"
iya sayang,, sama-sama deh yaa yank "
"
hehehe "
......
Kepercayaan
merupakan fondasi dalam setiap hubungan.
Kesetiaan
merupakan hasil dari terciptanya kepercayaan.
Tak
boleh secepat kilat mempercayai perkataan seseorang yang mungkin berusaha
merusak hubungan kalian.
Cinta
bukan sebuah hal yang mudah dihancurkan ketika fondasinya sudah diperkuat
Kini
semuanya telah kembali seperti semula. Tak perlu lagi percaya dengan apa yang
dikatakan orang lain. Berusahalah untuk percaya dengan pasangan kita yang
sekarang.
"
umbzzz...masalah udah kelar deh sekarang, gak boleh lagi ini kemakan omongan
orang lain lagi. Ay lagi dimana ? "
"
lagi ada urusan sayang, kenapa ? "
"
gak tanya aja "
"
jangan curiga lagi ya sayang "
"
iya sayang. Nanti maen ketempatku yaa ? Aku mau ada yang aku ceritain "
"
iya sayang "
....
"
Ran ... Temenin aku yuk ?"
"
kemana Din ? "
"
Mall yukk "
"
ayo deh "
"
tapi kamu gak ada janjikan sama Awan ? Nanti kayak dulu-dulu lagi ada janji
terus karena kamu gak enak sama aku kamu undurin janjianmu sama Awan "
"
gak kok Din santai, dia lagi pergi kok gak tau sama siapa "
"
eittss ingat jangan curigaan gitu sama pacar gak baik "
"
iya ndan,,, ya udah cuss "
.....
Bersendau
gurau dengan sahabatku setelah sekian lama jarang bertemu, kini akhirnya mampu
bertemu kembali dan maen bareng lagi. Persahabatan itu gak akan pernah memandang
seberapa sering kita bertemu dan seberapa sering kita berkomunikasi. Namun
jangan pernah menghapus nama sahabatmu di dalam hati. Biarkan terukir indah
disisi nama jodohmu :)
"
Ran ? "
"
iya Din kenapa ? Bentar-bentar aku ke kasir dulu ? "
"
bentar deh Ran, lihat itu kayak Awan bukan sih ? "
"
gak mungkinlah beb, Awankan lagi ada urusan ya walau gak tahu urusannya sama
siapa "
"
gak gitu Ran, ya udah kita deketin dulu yaa ? Tenangin dulu hati kamu "
"
Iya udah yukk "
...
"
Wan ?? "
"
ehh.... Dina ,, Kiran ? "
"
iya ini aku Kiran. Lagi ngapain ini ? Eh siapa itu kenalinlah Wan, sama sahabat
sendiri juga masak iya main rahasia-rahasiaan ?"
"
ehhh....umbzzz...."
"
owh iya mbag,,kenalin aku Tisha mbak. Aku gebetannya Awan ? "
"
owalah gebetan ? Iya kenalin ya aku Kiran sahabat dari Awan. Kenapa gak jadian
aja ? Kebetulankan Awan lagi jomblo tuh, pas banget kalian serasi kok "
"
ah mbag Kiran bisa saja. Insya Allah mbag doain saja, saya amsih butuh waktu
untuk menerima Awan ? "
"
lah ? Butuh waktu ceritanya Awan udah ngungkapin perasaannya ? "
"
iya mbag baru 3 hari yang lalu kok mbag "
"
deketnya udah berapa minggu ? Awan nih gak pernah cerita apa-apa "
"
Untuk kenal udah lama mbak tapi akrabnya baru satu bulan yang lalu mbak "
"
lumayan lama yaa. Ya udah lanjutin deh ngedatenya, aku mau cari pacarku yang
tadi katanya ada urusan dulu deh ya. (sambil berbisik) good job untuk kamu ndaa
"
"
eh...Ran.... !!! "
"
Tish, aku...mau nyusulin Kiran dulu ya ?"
"
owh iya udah Kak, aku juga mau pulang dulu "
"
ati-ati ya maaf gak bisa ngaterin kamu "
"
iya gak apa Kak, salam buat mbak Kiran "
.....
"
ay...ay !! Tunggu "
"
Ran,,kamu gak apakan ? "
"
astaqfirllah Din, kenapa sih harus kayak gini. Mereka udah kenal satu bulang
yang lalu terus Awan udah ngungkapin perasaannya sejak 3 hari yang lalu itu waktu-waktu
aku jadian dan masalahku kemarin. Jadi bener adanya apa yang dibilang Anjar ? Aku
gak sanggup din, sakit bener-bener sakit hatiku Din. Aku udah gak kuat
berackting aku sahabatan sama Awan di depan Tisha, dia gak salah apa-apa.
Astqfirllah "
"
udah..udah Ran,, diem yaa jangan nangis gini donk. Tenangin hatimu dulu
yaa...sini-sini puasin nangismu Ran. Setelah kamu puas kamu bisa minta
penjelasan langsung sama Awan ya sayang.
Aku salut dengan apa yang kamu lakukan tadi Ran. Sabar coba kamu ingat-ingat
dulu apa yang membuat Awan gak nyaman sehingga dia harus berperilaku seperti
ini ? "
"
gak tahu Din, aku terlanjur hancur untuk saat ini, aku gak mau bertemu dia dulu
aku gak sanggup. Benar-benar gak sanggup aku Din "
"
iyaa...iyaa. Nanti pasti Awan datang menjelaskan semuanya kok Ran. "
"
iya udah, aku nanti turunin di Taman ya Din aku mau menyendiri disitu aja
"
"
yakin Ran ? Aku temenin ya ? Kamu sedang rapuh saat ini "
"
gak usah gak apa kok, makasih ya Dina "
Kini
air mataku mengalir sangat derasnya
Hatiku
benar-benar rapuh dan hancur
Kekuatan
cinta dan kepercayaanku mulai pudar
Semua
kini tersisa hanya rasa was-was
Mulutpun
tak sanggup lagi berkata
Lidah
serasa sangat kaku untuk berucap
Tubuhpun
serasa tanpa tulang
Semua
kini hanya seperti bayangan yang tak nyata kembali
Kebingungan
mulai menyelimuti hatiku
Keresahan
yang menenmani hatiku kini
Kegundahan
yang menguasai hati dan jiwaku
Harus
marah, sedih atau kecewa akupun tak mampu membedakan
Kini
terserah dengan kenyataan yang ada
Ketika
kebahagian bukan berasal dari aku
Ketika
kenyamanan bukan karena aku
Kini
hanya mampu berkata " semua berada di tangan kamu "
"
Yank "
"
Hey, kenapa sayang ? Udahan urusannya ? Ada apa datang kesini ? Masih pedulikah
sama aku ? "
"
yank,,jangan bersikap seolah-olah kamu tegar dengan apa yang udah terjadi. Aku
minta maaf yank untuk apa yang aku lakukan tadi "
"
gak apa kok ndaa, bukan salah kamu atau dia tapi salah aku. Mungkin kamu gak
merasa nyaman setelah satu bulan ini berhubungan dengan aku ndaa, sekarang
semua keputusan aku serahkan ke kamu ndaa "
"
yank,,pliss ay jangan semakin nyiksa aku seperti ini, aku tahu kamu marah namun
kamu berusaha bersikap sabar dengan apa yang aku lakukan ? Terbukti sikap kamu
yang seolah-olah ngaku sahabat aku padahal kamu pacar aku ay !"
"
( dengan tetesan air mata ) aku harus gimana ay ? Aku harus ngaku kalau aku
pacar kamu dan aku harus marah-marah gitu sama kamu dan Tisha ? Gak ay gak
mungkin aku lakukan itu di depan umum, karena apa ? Karena aku peduli sama kamu
ay aku sayang kamu jadi aku gak akan pernah bisa mempermalukan kamu "
"
( menarik tangan dan memelukku ) sayang aku minta maaf, aku benar-benar minta
maaf oke aku jujur, emang waktu kita awal jadian itu aku kenalan sama gadis
namanya Tisha (sambil melepas pelukannya) aku tertarik sama Tisha dia orangnya
asik dan perhatian "
"
cukup ay gak usah dijelasin lagi, aku sadar kok aku hanya seorang gadis yang
cuek gak pernah ada perhatiannya sama pacar, dan sekarang mungkin kamu gak bis
bilang apa yang ingin kamu katakan. Kini aku beri kesempatan kamu buat
mendekati dan memiliki Tisha ay, aku ngalah dan aku menyerah. Aku terlanjur
rapuh untuk hal sperti ini. Makasih untuk semuanya dan maafin segala apa yang
aku lakukan ke kamu yang mungkin sering membuat kamu kecewa. Aku sayang kamu ndaa
:) "
"
aku harus bersikap seperti apa dan aku harus bagaimana ay biar kamu bisa
kembali ke aku "
"
gak perlu ay, makasih untuk segala penantiamu dan segala pengorbanan atau
kesabaranmu maaf aku gak bisa bales apa-apa "
"
ay, air matamu semakin menyakiti aku sendiri, hatiku sesak melihat kamu sperti
ini ay pliss jangan siksa aku ay "
"
gak sayang, (sambil mengusap air mata dan berusaha tersenyum) aku baik-baik
saja semoga kamu bahagia ya ndaa, maaf untuk segala sesuatunya "
Semenjak
saat itu hubunganku dengan Awan berhenti. Tiada lagi cemburu-cemburuan tiada
lagi perjuangan demi mendapatkan restu orang tua. Kini semua kembali pada
keadaan semula seperti orang yang tak saling kenal dan tak ada lagi segala
perhatian itu.
Ketika
cinta tak mampu bertahan untuk apa dipertahankan
Ketika
cinta tak sanggup untuk berjuang untuk apa diperjuangkan
Bukan
karena berputus asa namun hanya tak mau untuk memaksa
Bukan
karena pasrah dengan keadaan namun hanya tak ingin menyesali
Harapan
segala sesuatu yang dirumuskan dari awal kini telah pupus
Semua
kenangan masa lalu tak mampu dikenang lagi
Kini
yang tertinggal hanyalah simponi hitam
Perasaan
rindu tak pantas lagi dirasakan
Menghapus
memorilah yang pantas untuk dilakukan
Kini
ku sadari penantianku tak pantas untukmu
Hanya
mampu berdoa dan berharap untuk kebahagiaanmu
Segala
cinta dan perasaan tak harus memiliki
Biarlah
ku jalani hidupku tanpa bayang-bayangmu
Menghapus
segala jejak cintamu yang pernah ada di hati
Menscan
memori untuk hilang dari virus kasih sayangmu
Pagi
menyapaku dengan semangat baru dengan senyuman sumringah seolah-olah memberi
semangat untuk aku lebih tegar lagi. Tak
oleh sebegitu mudahnya rapuh hanya karena persoalan yang seperti ini.
Menemani pagi baruku tanpa kehadiran seseorang yang spesial sang suryapun
menyambutku dengan dekapan hangatnya. Burung menyanyikan lagu pagi menghiburku
dan anginpun sayup-sayup ramah menyapaku. Kini tak akan ada lagi segala
perhatian dari seorang pacar jadi untuk apa terus berharap suatu hal yang telah
diputuskan. Tak berapa lama dering nada " Pemilik Hati " berdering.
Dering itu adalah nada dering khusus Awan. Ku kuatkan hati menggapai
handphoneku.
"
Klik "
"
pagi..(sapaku sumringah) "
"
pagi sayang,, have fun for today sayang, I always Love you :) "
"
ehm..maaf mas Awan gak pantes bilang seperti itu, oke deh kamu juga yaa "
"
iya sayang,,"
Astaga
kenapa harus bersikap seperti seolah-olah kita masih ada hubungan lagi ?
Umbzz,,bersikap cuek-cuek aja deh gak boleh plin-plan gitu. Siapa tahu dengan
begina hubunganku makin berlanjut pada persahabatan. Amin. Hampir setiap hari
mulai dari pagi siang dan malam Awan lantas menyapaku hal itu berlangsung
hingga 3 bulan. Namun aku masih bersikap dingin kepadanya karena aku takut tak
mampu mengendalikan perasaanku saat ini dengan dia. Sejujurnya tak mampu untuk
berbohong kalau aku masih sayang dan berharap bersama dia namun untuk apa aku
terus berharap dengan hal yang seperti itu ketika cinta harus dikhianati dan
tiada lagi kejujuran. Semuanya cukup sampai disini saja dan tak perlu disesali.
Ketika
niat baik harus dibalas dengan rasa cuek dan sikap masa bodo maka bukan suatu
kesalahan ketika dia merasa bosan dan berusaha untuk mencari pelampiasan yang
lain. Jadi untuk apa harus merasa kehilangan dengan segala perhatian yang dia
berikan. Inilah bayaran terhadap orang yang bersikap cuek dengan segala
perhatian yang telah tercurahkan melalui seseorang yang sesungguhnya kau
harapkan sejak lama. Mencintai memang tak sepenuhnya akan selalu bersama namun
jangan pernah berharap kembali terhadap seseorang yang telah pergi. Jalani
segala hidupmu tanpa dirinya karena sesungguhnya tanpa diapun hidupmu akan
lebih berarti.
Segala
sesuatunya butuh proses begitu pula dengan melupakan seseorang yang pernah singgah
di hati kita. Biarkan semua kenangan dan harapan hanya menjadi sebuah
bayang-bayang indah di masa lalu. Berjalan ke depan dan tak perlu lagi
memandang ke belakang untuk menyesali dan berusaha kembali. Biarkan semua
berlalu asal hidup tetap harus berjalan sebagaimana mestinya.
Setahun,,dua
tahun tiga tahun berlalu tanpa kehadiran seseorang yang spesial di hati.
Menyesal ? bersedih ? bukanlah suatu jawaban yang tepat untuk ini. Kerinduan
pasti ada namun tak pantas jika kita sandingkan dengan perasaan sedih dan
menyesal. Dia telah memiliki kehidupan yang baru, dia telah bersama dengan
seseorang yang baru dan dia telah memilih tambatan hati yang lain. Meski disini
hanya bisa menantikan suasana yang dulu hadir namun aku tak menyesali hal ini.
Akupun tak akan mengharap dia kembali. Cinta yang dulu masih tetap membekas dan
tersimpan rapat dalam hati. Pegangan tangan yang menenangkanpun masih tetap
terasa sampai saat ini namun...sekejap teringat ! STOP ! dia hanyalah seseorang
yang tersakiti karena sikapmu yang terlalu masa bodo jadi jangan pernah
berharap bahwa dia akan kembali. Kepergian dia membuatku akrab dengan sahabatku
sendiri hingga muncul sebuah perasaan yang tak pantas untuk dirasakan.
"
Ran ? "
"
Hey, An. Kenapa ? "
"
masih mengingat-ingat Awan ? "
"
owh gak kok. Kenapa emang ? "
"
agh gak mungkin pasti iya kok, aku tuh heran dengan hubungan kaliyan sih "
"
lah emang kenapa ? "
"
aneh aja, pacaran tapi gak kayak orang pacaran "
"
kamu tuh yang aneh kali An "
"
makanya punya cowok itu jangan disia-siakan gitulah, sekarang dia pergi
bingungkan ? nyeselkan ? "
"
gak juga sih, tapi emang ngerasa bersalah aku. Rasanya pengen minta maaf tapi
susah pasti dia dah sama yang lain sih "
"
udah gak usahlah lupain aja, buka hatimu buat yang lain. Masih banyak yang
lebih baik kok "
"
that's right. Pinter kau An "
"
Ran ! "
"
iyaa "
"
boleh aku ngomong sesuatu ? "
"
lah daritadi ngapain kalau gak ngomong ? "
"
aku serius ! "
"
wuzz santai lhow ya, ada apa emang ? "
"
Kamu gak sadar tentang persahabatan kita selama ini ? "
"
sadar bangetlah we are best friend all right "
"
gak, maksudku kamu gak ngerasa ada yang berbeda dengan persahabatan kita ? "
"
gak ih biasa aja "
"
boleh aku jujur ? "
"
owh pasti itu, sok jujur aja "
"
AKU SUKA KAMU "
"
hah ? hahaha bercanda kamu An, kita udah sahabatan lama lhow ya, gak mungkinlah
semua rasa persahabatan itu berubah menjadi Cinta secepat ini "
"
tapi ini kenyataannya Ran "
"
tapi sorry An aku gak bisa, aku gak mau secepat ini buka perasaan terhadap
orang "
"
oke aku tunggu kok, tapi aku mau dengan kamu tahu perasaanku ini kamu gak akan
ngejauh dari aku "
"
pastilah gak akan pernah "
Bukan
sebuah kesalahan jika persahabatan menjadi sebuah perasaan cinta.
Bukan
sebuah kebetulan jika ungkapan sayang sahabat itu harus terungkap menjadi
ungkapan kasih sayang seorang kekasih.
Namun
bukan karena keterpurukan kita bisa menerima sahabat kita yang bukan lagi
seorang yang baru lagi dalam kehidupan kita.
Cinta
bukan suatu hal yang instan karena kita ingin melupakan seseorang di masa lalu
kita. Kita tak mampu memaksakan cinta, kita juga tak bisa berbohong tentang
cinta.
Cinta
bukanlah sebuah kebohongan namun cinta adalah sebuah kesetiaan dan perasaan
yang suci.
Bukan
lantaran tidak ingin mengecewakan seseorang yang telah mampu mencintaimu kamu
harus secara terpaksa menerima cintanya.
Bukan
karena takut kehilangan cintanya juga kamu harus mencoba menerimanya.
Cinta
bukan suatu hal yang menjadi sebuah percobaan namun cinta adalah sebuah
ketulusan yang lahir dari hati seseorang.
Jangan
pernah memulai hubungan dengan kata Kasihan terhadap seseorang yang telah bisa
mencintaimu
Jangan
pernah menerima cinta dengan niat tidak ingin melukai hati seseoranga yang
telah bisa mencintaimu
Namun
jujurlah dengan perasaanmu sejak awal agar tiada yang tersakiti nantinya
"
Ran, bisa ketemu ? "
"
mau ngapain ? bawa oleh-oleh yag ? hehehe "
"
iya deh mau apa ? "
"
eh beneran ini ? "
"
iya, mau apa ? "
"
aku sih emang lagi pengen sesuatu tapi bukan makanan An, gak jadi deh hehehe
takut merepotkan "
"
halah gak apa, minta apa ? "
"
yakin ? ntar gak sanggup lagi hehehe "
"
agh elah udah sebutian aja maunya apa ? "
"
aku pengen boneka Hello Kitty "
"
umbzz,, okay deh bakalan aku bawain kalau ke rumahmu "
"
lah emang mau ke rumahku kapan ? "
"
masih lama kok, aku kan masih di Malang. hahahaha "
"
agh gila...aku pikir udah balik kesini kamu "
"
kangen yaa ? "
"
idih gak banget deh. Ya udah neg gitu kalau pulang bawain oleh-oleh khas Malang
yaa ? nanti aku ganti deh uangnya kalau ke banyakan permintaanku hehehe "
"
iya beres deh, masih mikirin Awan ? "
"
ya'elah Awan lagi..Awan lagi..kamu ngingetin sih jadi inget deh akunya "
"
hahahaha orang emang masih mengharap weh kok alesan aja "
"
kalau iya kenapa emang ? cemburu ? "
"
jelaslah ! "
"
waduh,,umbzz dah dihilangin aja itu perasaan biar gak menjamur ntar "
"
hahaha ntar kalau menjamur di obati kan bisa "
"
haha gila ! lagian kok bisa suka sih sama aku ? kan tahu tuh sahabatmu aku
sakitin karena sikapku "
"
awalnya sih emang gak suka aku sama kamu, ilfil malah tapi berkat Awan tuh
perasaanku mulai tumbuh. Dia nyuruh aku buat gak begitu benci sama kamu, karena
aku dengar cerita dia tentang kamu tuh kayaknya nyiksa dia banget sih so aku
ilfil deh. Terus dia nasehatin aku gitu deh jadi deh nih perasaan sampai
sekarang "
"
hahahahahha bego ! makanya jangan coba-coba sekarang kejadian bingung kan kamu,
lagian ogah deh aku kalau gitu orang perasaanmu cuma dilandasi dengan uji coba
kok ! "
"
yahh, Ran jangan salah paham. Itu dulu lowh ya tapi sekarang udah serius banget
kok "
"
tetep aja semua diawali dengan coba-coba ! cukup tahu deh "
"
yah Ran, jangan marah gitu dong "
"
gak biasa aja, ya udah aku ngantuk mau tidur dulu " ( kututup telpon Aan
dengan sedikit perasaan kesal)
......
"
Assalamualaikum "
"
Wallaikumsallam, eh kamu An .. udah pulang ? "
"
udahlah kenyataannya udah nyampek sini kok. hahaha "
"
iya deh, santai aja lagi "
"
ini pesenanmu "
"
wahh...beneran ini ? makasih lowh yaa...aku ganti gak ini ? "
"
gak usah santai aja "
"
yakin ? gak nyesel ? mumpung lagi banyak uang juga aku hahaha "
"
gak usah "
"
okkey deh. eh gimana perasaan kamu ke aku ? udah hilangkan ya ? "
"
iya byasa aja "
"
alhamdulillah, akhirnya kamu disadarkan oleh Tuhan :D "
"
ehm,,,cincin tunangan tuh ? "
"
hahaha bukan ini cicinnya pemberian Awan "
"
owh Awan,,yayayaya "
"
iya, aku sih emang masih berharap dan angan-anganku sih suatu saat nanti aku di
bisa dipertemukan lagi dengan dia dengan kondisi kita sudah sama-sama sukses
dan kita perbaiki semuanya minta restu ortu berdua insya allah deh semoga aja
terwujud "
"
amiin "
"
iya amiin hehehe. Masih sering ketemu Awan gak kamu An ? "
"
udah jarang dan gak pernah malah "
"
umbzz ngilang aja tuh anak, kerja mungkin ya ? "
"
iya mungkin. Lha katane kamu mau lanjut ke Bandung, jadi ? "
"
kok kamu tahu ? "
"
tahulah aku kok di lawan, hahaha "
"
hahaha saking terobsesinya kamu sama aku sampai segitunya yaa ? "
"
idih pede gila kamu itu :/ "
"
tapi iya kan ? "
"
iya deh hahaha. Ya udah aku balik dulu yaa "
" oke deh ati-ati ya, salam buat Awan
hahaha "
Sepulangnya
Aan, entah kenapa aku merasa sakit hati ini mengingat perkataan Aan yang bilang
kalau dia sudah tidak ada lagi perasaan apa-apa dengan aku. Mungkinkah aku
mulai sayang dia ? atau aku sudah mulai cinta sama dia ? agh aku gak tahu itu
yang pasti aku merasa sangat nyaman dengan dirinya. Sikap nyaman belum tentu
sayang kan ? tapi suatu saat nanti bisakah untuk menjadi suatu perasaan yang
lebih dari kata nyaman ? entah biar waktu yang menjawab itu semua.
Bahagia
telah mendapatkan apa yang aku mau tapi aku juga merasa bersalah karena aku tak
mampu membalas perasaan dia kepada aku. Namun sekali lagi jujur aku sangat
nyaman dengan dia dan terasa tenang ketika dia selalu di samping aku. Aku tak
mampu memaknai semua perasaan ini aku tak ingin menyakiti perasaan dia lagi.
Tapi ??Mungkin sudah saatnya aku menyatakan dan mulai membuka hati untuk yang
lain. Tapi dia kan sudah tak menyimpan perasaan apa-apa lagi sama aku. Dibalik
pemikiranku yang terus-terusan bertarung dalam otakku terdengar dering sms hp,
dengan sigap aku membukanya. Pesan dari Aan.
.......
"
Ran aku minta maaf aku udah bohong sama kamu sebenarnya perasaan itu masih
tetap ada di hatiku gak pudar atau mungkin gak akan pudar hanya saja aku takut
nantinya kamu akan meninggalkanku ketika aku harus bilang sejujurnya, tapi
sekarang akan aku terima semuanya apapun yang terjadi "
"
( nah lowh kalau dia masih menyimpan perasaan kepadaku dan aku mulai ada
perasaan sama dia mungkinkah aku bisa pacaran sama dia ? jawabannya pasti tidak
karena aku yakin ayah ibu akan menentang hubunganku seperti saat bersama Awan.
Dan saat ini aku gak mau ambil risiko untuk menerimanya ) iya jujur An aku juga
mulai ada rasa sama kamu karena aku udah ngerasa nyaman sama kamu, tapi aku gak
tahu ini perasaan sayang sebagai kakak atau sayang sebagai lebih dari itu aku
juga gak mau ngasih harapan yang palsu sama kamu takutnya kamu nanti akan
kecewa "
"
apa Ran ? kamu memiliki perasaan yang sama ? "
"
iya emang aku ngerasa nyaman sama kamu, tapi aku gak bisa buat jadi pacar kamu
untuk saat ini karena dulu aku adalah mantannya sahabat kamu dan aku bukanlah
piala bergilir yang bisa digilir sana sini, beri kesempatan buat aku mikirkan
hal ini matang-matang aku gak ingin sekali lagi ngasih harapan yang palsu ke
kamu lagipula aku gak berani naggung risiko tentang hubungan kita nanti ketika
ayah ibuku tahu "
"
kok kamu gitu ? dulu kamu sangat siap dengan berbagai risiko ketika kamu
bersama Awan, tapi ternyata pada akhirnya kamu sakiti juga. Dan sekarang kamu
belum puas untuk mempermainkan perasaan cowok lagi ?! "
"
terserah An kamu ngomong apa aku dari tadi udah wanti-wanti aku gak ingin
memberi harapan palsu ke kamu dan aku butuh waktu untuk berfikir untuk
selanjutnya gimananya di tambah lagi aku bentar lagi ada ospek jadi ingin fokus
ke situ gak ingin mencampuradukkan semua urusan An, semoga kamu ngerti tentang
ini "
"
oke aku ngertiin setelah ospek aku akan tunggu jawaban dari kamu "
Nasi
telah menjadi bubur, itulah peribahasa yang pantas untuk menggambarkan apa yang
telah aku katakan ke Aan. Aku gak ada maksud untuk memberi harapan ke dia tapi
aku juga harus bilang perasaanku yang sebenarnya sekarang ini, tapi aku takut
jika perasaan ini hanyalah suatu perasaan yang sifatnya sementara. Entahlah
yang jelas aku udah mewanti-wanti bahwa aku gak ingin menjadi seorang cewek
yang hanya bisa memberi harapan palsu saja dan akhirnya nanti hanya bisa
menyakiti perasaan cowok saja.
Kini
saatnya aku berfikir fokus kepada satu hal, fikiranku gak bisa terbagi-bagi
untuk semua hal yang harus aku selesaikan. Ada waktu satu bulan untuk aku
berfikir. Aku bisa saja menerima Aan namun hatiku rasanya gak lega jika aku
harus menerima dia nantinya karena lagi-lagi dan kembali lagi masalah restu
dari orang tua, memang ini hanyalah sebuah percintaan biasa yang belum tentu
menjadi sebuah hubungan yang serius nantinya tapi...agh !!!! entahlah. Semangat
dalam mengejar mimpi kemungkinan datang dari seseorang yang sempat hadir dalam
kehidupan kita meski itu tidak bertahan lama. Itulah yang aku awali semangat
juangku selain ortu adalah mantan kekasihku yang telah mau hadir dalam
kehidupan meski hubungan itu sangatlah singkat. Meski singkat perjuangan dalam
mempertahankannya sangatlah ekstra, tak ada restu dari keluarga namun masih
tetap bertahan hingga terpaan badailah yang mampu meruntuhkan kisah cinta kita
yang telah kita bangun bersama namun tak aku sesali apa yang telah terjadi
kemarin.
.......
" Kringggg!! "
"
Pagi :) "
"
hay pagi gimana ospeknya lancar Ran ? "
"
lancar kak, kenapa tumben telpon ? "
"
gak, kangen aja. Kamu sih kuliah jauh banget "
"
iya tak apalah kak, cari pengalaman baru kok hehehe. Eh iya kak nanti kalau
kamu nemuin cincin putih ada permatanya ditengah tolong simpenin yag ? "
"
okkay sayang, kamu hati-hati yag di sana. Jaga diri baik-baik yag ? "
"
okke kakak, ya udah aku siap-siap beli barang-barang dulu buat aku ospek besok
ya kak "
"
iya udah sayang. Assalamulaikum "
"
Wallaikumsallam "
Semangat
untuk Sore ini menyambut esok hari dengan gelar Mahasiswa, upzzz Calon
Mahasiswa lbih tepatnya. Bertemu dengan kakak-kakak tingkat yang mungkin
gayanya selangit. Dan siapa tahu ada kakak tingkat yang cold plus cakep lumayan
untuk cuci matalah biar gak bosen hahaha. Dulu sih waktu technical meeting ada
kakak tingkat yang cakep banget tapi sayang hanya sekejab mata doang
ngelihatnya dan gak tahu namanya pula, shiit banget deh. Dan semoga besok waktu
Ospek ketemu dia Amiinn. hahaha
Ospek
adalah masa orientasi bagi para calon mahasiswa sebelum resmi menjadi seorang
mahasiswa. Dan kebanyakan ospek di dalam fikiran masyarakat luas merupakan
suatu ajang balas dendam untuk para senior terhadap para juniornya. Namun aku
disini menyikapi dengan hal yang lebih positiv aja deh biar tidak merasa takut
sendiri. Asal apa yang di bawa dan disuruh kakak senior itu kita lakukan pasti
gak bakalan tuh ada yang namanya kekerasan dalam lingkup universitas. Dalam hal
ini aku mengambil Prodi Psikologi di salah satu Universitas di Bandung. Jadi
gak akan mungkin kakak seniornya melakukan kekerasann atau membentak adik junirnya
tanpa ada suatu kesalahan. Kalaupun ada pastinya itu kakak seniornya secara
tidak langsung belum bisa mengaplikasikan ilmu psikologinya dalam kehidupannya
dalam hal ini lingkup universitas.
Untuk
menjalani Ospek untuk hari esok di Bandung karena aku gak punya sanak saudara
jadi ya ngekost aja. Di kostpun aku punya banyak kenalan mulai dari pulau jawa
sampai luar jawa. Makin multi bahasa ini hhehehe. Dan lebih mengasyikkannya
lagi ada yang satu fakultas meski beda kelompok setidaknya kalau cari apa-apa
bisa bareng-bareng kalau ada yang sama gitu hehehe. Berharap besok bisa itu
yang namanya ketemu sama mas-mas yang cakep tapi galak banget mana gak ada
senyum sama sekali buseth ! :/
......
Hari
Pertama dan hari kedua berjalan dengan lancar tidak ada yang spesial, nah yang
hari ketiga ini sebagai penutupan umbzzz...special banget, disini aku tahu nama
mas-mas yang aku taksir itu. Seorang cowok yang memiliki perawakan tinggi
semampai wajah tampan rambut tersisir rapi, sangat perfectionist. Apalagi
selama ospek 3 hari ini dia selalu berada di barisan kelompokku so makin
semangat donk sambil curi-curi pandang hahahahahahah modus. Owh iya, namanya
itu kak Reno Dwindra. Dari namanya aja udah keren apalagi orangnya tambah keren
donk hehehehe. Dihari terakhir ini semua MABA harus menuliskan surat perasaan
kagum kepada salah satu kakak senior, umbbzz kesempatanku untuk mengungkapkan
isi hatiku hahahha. Malamnya aku sangat serius menuliskan surat untuk kak Reno.
Dear kak Reno
Ku tuliskan surat ini dengan
iringan lantunan lagu nan indah sambil ku bayangkan keindahan paras kakak.
Cukup dengan aku membayangkan paras mukamu mampu menuntun jari jemariku menari
di atas kertas. Di awal pertemuan ke dengan mu saat TM Ospek pertama aku
melihat wajah tampanmu namun tertutup oleh wajah sadis, cuek juga sengau. Tetapi hal itu tak membuat
ketampananmu hilang. Tak pandai aku dalam merangkai kata-kata namun inilah yang
aku rasa, rasa yang mungkin berawal dari rasa mengagumi. Sejak saat itu aku
mulai mencari ttahu tentang identitas kakak. Kepo ? memang namun aku harus cari
tahu :D hehehehe
Awal Ospek dimulai berharap akan
melihat sedikit senyuman dari wajahmu tapi nonsen :(. Mungkin memang dari
sononya ya pelit senyum tapi ya sudahlah tak apa siapa tahu suatu hari nanti
bisa nowh melihat senyumannya :D. Satu kata yang aku ingat hingga sekarang
" kami menghargai usaha rekan-rekan yang telah tertib, kami membuat
peraturan bukan tanpa tujuan tapi kami melatih rekan-rekan untuk lebih siap
ketika menghadapi tugas kuliah ke depannya nanti ".
Penutupan PPA diiringi dengan
pertunjukan dari team teater, disitu meski terkesan senyumannya tertahan
namun....subhanallah banget aura tampannya mulai terpancar dan cakep banget :).
Maaf kak jika apa yang aku sampaikan terlalu frontal padahal kalau ketemupun
aku belum pasti berani untuk sekedar melihat wajah tampanmu dan inilah
kesempatanku untuk itu :)
Salam dari your screet of admire :)
Surat
dikumpulkan dan waktunya mencari sosok kak Reno untuk meminta foto dan tanda
tangannya. Meski sebenarnya akan sering ketemu nantinya kalau sudah mulai
perkuliahan secara rutin namun pasti gak akan ada kesempatan untuk sekedar foto
bareng ataupun minta tanda tangan jadi ya inilah saatnya inilah waktunya. Masa
bodo deh dengan pendapat orang yang nantinya akan bilang aku terlalu berlebihan
yang penting keinginanku tercapai. Akupun pulang tanpa membawa rasa lelah
ataupun capek yang aku bawa adalah sejuta rasa senang dan perasaan bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar