Jumat, 22 November 2013

sesal


Ketika penyesalan harus datang
Kata orang jawa Witing Tresno Jalaran Soko Kulino. Ya kalau di bahasain Indonesia itu artinya Orang Jatuh Cinta itu Karena Terbiasa. Mungkin itu juga yang tengah aku alami saat ini. Cimonku di masa kecil tak mampu aku capai, kini ada seorang teman masa kecilku yang datang dengan penuh harapan. Dia Trianda Kurniawan. Dulu semasa kecil anak mami banget deh. Tapi entah untuk sekarang ini, aku tak tahu pasti karena setelah sekian lama berpisah karena ia harus melanjutkan sekolahnya di Bandung kini ia datang kembali.
“ Ran, kamu dah lupa apa sama temanmu di masa kamu kecil dulu ?” Tanya ibu awan
“ hah ?? ( dengan wajah bengong dan sedikit bingung ) “
“ ia ini awan sayang “ tegas tante Sirma
“ owh, habisnya beda banget tante maaf. Apa kabar kamu wan ?( sambil mengulurkan tanganku ke arah awan) “
“Alhamdulillah baik Ran, kamu sendiri gimana ?” Tanya awan
“Alhamdulillah baik juga wan” jawabku sambil bengong melihat ketampanan awan
“ Ran,,hello...Kiran ?? Are you okey ?(tanyanya sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku)”
“(dengan sedikit kaget dan tersipu malu aku hanya mampu menjawabnya dengan anggukkan dan senyuman) ya udah aku pulang dulu ya wan, tante ?” Pamitku
“lah kok buru-buru Ran? Tak mau ngobrol-ngobrol dulu sama Awan ?” Tanya tante Sirma
“lain kali aja tante,Assalamualaikum?” Pamitku
“ walaikumsallam” jawab mereka kompak
Ku langkahkan kaki ini menyusuri jalan-jalan diiringi tiupan angin yang sangat sejuk dan ditemani bunyi petir yang menggebu-gebu dengan gelapnya langit pertanda akan hujan. Ku langkahkan kaki ini dengan cepat menuju rumah dan menghindari turunnya hujan. Dengan penuh kebahagiaan ku mulai memasuki rumah dengan wajah yang sumringah dan penuh dengan senyuman.
“ Ran, kamu kenapa ? Pulang-pulang kok senyum-senyum sendiri ? Udah tahu belum Awan pulang dari Bandung ?” Tanya kakak Anya
“ hehehehe udah kok kakak tadi tak sengajakan lewat depan rumah terus di panggil tante Sirma disuruh mampir eh ternyata Awan dah balik dari Bandung” jelasku
“umbzz..pantes pulang-pulang ketawa-ketiwi sendiri gitu, cinta loe sama Awan ?” Ejek kak Anya
“hehehehe taklah kak, jangan sampe dech. Nanti ketahuan sama mama papa kena marah dech aku” jawabku lesu
“ya dah jangan difikirin, dah ganti baju sana gih terus makan”perintah kak Anya
“oke bozt” jawabku singkat
Ku masuki kamarku yang penuh dengan hiasan hello kitty dengan warna pink putih. Ku buka jendela kamarku, disana ku lihat rintikan hujan mulai membasahi balkon kamarku. Di atas awan, di balik jendela ku melihat ada bayang-bayang seorang lelaki yang tengah tersenyum manisnya dengan penuh harap. Tak mau terlalu larut akan wajah Awan ku hilangkan bayang itu menyibukkan diri dengan mendengarkan musik dan berbaring di kasur Hello Kittyku. Tanpa ku sadari saat itu aku tertidur pulas sampai pagi menjelang kembali. Tidurku mulai terusik dengan bunyi alarm di hpku.
“ KRINGGG!!!!”
Ku mulai hari ini dengan menyusuri jalan menuju tempatku bersekolah dengan iringan daun-daun yang bertebaran karena angin yang cukup kenjang dan di temani sinar sang surya yang tak pernah lelah untuk memberi penerangan dunia ini. Hari ini aku merasa sangat bahagia,entah apa sebabnya. Di sekolah aku mengikuti pelajaran dari awal sampai akhir dengan suka cita. Namun yang lebih membuatku suka cita yaitu karena kelompok danceku terpilih untuk mengikuti perlombaan mewakili sekolahanku. Umbzzz bangga seneng dan tak menyangka banget deh.
Bel pulang telah berdering waktunya semua siswa pulang deh. Namun karena kita akan lomba dance mewakili sekolah jadi ada rapat dulu untuk mengatur jadwal latihan dan tempat latihan didampingi bapak kepala sekolah dan guru pembimbing. Keputusan telah disepakati, latihan di lakukan setiap hari rabu dan sabtu di aula sekolah sepulang sekolah. Setelah semua selesai kita diizinkan untuk pulang. Dalam perjalanan pulang aku melihat ada sesosok laki-laki yang tengah duduk termenung sendirian.
“ permisi ?” Tanyaku sopan
“ umbzz.. Iya ? Jawabnya sambil menatapku dengan senyum
“ Ya, ampun ... Awan,,ngapain disini wan ? Tak sekolah apa ?” Tanyaku
“ nungguin kamu, udah kelar dari tadi sekolahku Ran, tak kaya’ sekolahmu ini jam segini baru kelar “ jawab dia penuh ejekan
“ umbzz...nglecehin ini anak, tapi kok kamu tahu sekolahku?Kamukan baru disini ?”
“ hehehe canda Ran, yee giliran kamu yang nglecehin gitu, “ jawabnya dengan cemberut
“ hehehhe...udah-udah pulang aja yoo Wan “ pintaku
“ eh iya kenapa jadi bercanda di pinggir jalan gini ya kita ? Ya udah pulang yuk” pinta Awan
“ okke bozt,,aku bonceng kamu benerkan ini?”Tanyaku
“ iya Kiran ,, aku kesinikan mau jemput kamu, tapi makan dulu yuk Ran tak laper apa kamu ? “ jelas Awan
“ hehehe,,banget” Jawabku sambil cekikikan
“ ya dah cusss !!!!!!
Motor Awan melaju dengan cepat, sepanjang perjalanan kami mengobrol banyak banget sampek tak sadar kalau Rumah Makannya kelewatan.
“ Wan..wan kita mau makan dimana emang ?”Tanyaku sambil menepuk bahu Awan
“ tempat kamu biasa makan aja Ran, emang dimana ?” Jelasnya
“ hehehehe udah kelewat noh wan, kamu sih ngajak ngobrol mulu “ cetusku
(Dengan rem yang mendadak dan tak sengaja aku memeluk Awan)”upzz maaf wan” jelasku gagap
“ iya tak apa salahku juga kok, terus ini gimana ?” Tanya awan
” ech ayo puter balik, rumah makannya terlewat itu wan ?” Pintaku
“okke dech” jelas Awan singkat
“ huft..akhirnya sampai juga Wan” jelasku lega
“ ya dah kita masuk,,yang tadi jangan diinget-inget lagi”Pinta Awan
“ hahahaha...kamu sih,,ya dah ayo makan” jelasku
Kitapun mulai memesan makanan, dan tak berselang lama makanan itupun diantarkan ke meja kami. Dalam menikmati makanan kitapun bercanda, dan saling bertukar cerita serta mengenang masa-masa kecil dahulu. Hari ini serasa sudah mulai akrab saja dan larut dalam suasana yang sangat menyenangkan. Kami sama-sama anak terakhir jadi kemungkinan nyambunglah, hehehehe. Usai menikmati makan malam kamipun langsung pulang.
“ udah yuk, pulang yuk wan ? “ pintaku
“ ya oke deh “ jawab awan singkat
Kami mulai melangkah keluar dari Rumah Makan itu. Dalam perjalanan pulang kita melewati taman nan cantik dengan hiasan lampu-lampu dan disitu pulalah ku melepas semua keluh kesahku bersama bulan dan bintang yang bersinar. Sinarnya indah sehingga mampu sedikit menyinari hati yang tengah gundah gulana. Akupun mengajak Awan untuk mampir sejenak di taman itu.
“ ( sambil menepuk bahu Awan ) wan...wan mampir ke taman itu dulu yuk ? Pintaku
“ ya udah deh ayo “ jawab awan
Kami mulai berjalan menyusuri jalanan yang penuh dengan rerumputan dengan dikelilingi hiasan air mancur menambah keindahan taman. Kami menuju tempat dimana dapat melihat keindahan bintang yang seolah-olah hanya di depan mata kita.
“ nah, disini wan tempat faforitku “ jelasku
“ wow..indah banget Ran, ( sambil memandangi sekitarnya ) “ jawab Awan
“ kalau aku sedang sedih, galau, penuh dengan kekacauan hati aku selalu kesini mengadu pada bulan dan bintang di atas sana, kalau pagipun ku sempatkan untuk ke sini melihat sang surya yang mulai menampakkan diri, rasanya sangat nyaman di hati dan lega banget kalau melihat sinar bulan, bintang dan sinar matahari itu “ jelasku
“ wow,, sepertinya kamu sangat mendalami khasiat ketiganya ya, tapi ngomong-ngomong kok jadi curcol gini ya ? Besok-besok aku kesini deh “ ledek awan
“ hahahaha maaf...maaf aku hanya ingin sedikit menjelaskan saja “ jawabku ngeles
“ tapi memang benar indah kok Ran jadi ya wajar kalau disinilah tempat yang kamu jadikan buat sekedar menyendiri menenangkan hati dan fikiranmu disaat sangat kacau “ jelas awan
“ betul..betul..betul “ jawabku singkat
Suasanapun terpecahkan dengan tawa kami berdua. Disana kami mulai sedikit demi sedikit mendalami dalam menatap bulan dan bintang. Tak sadar tangan kami saling bergandengan dan sama-sama terpejam di bawah sinarnya bulan dan bintang. Aku merasakan hal yang berbeda saat itu, entah apa akupun tak tahu. Aku merasa sangat dekat dengan Awan meski saat itu aku baru mengenal awan kembali setelah sekian lama tak pernah bertemu. Tak lama kami memejamkan mata, kami mulai membuka mata dan mulai tersadar bahwa tangan ini sangat erat dalam genggaman. Akupun spontan melepaskannya namun tertahan oleh tangan awan.
“ jangan di lepas Ran “ pinta awan
“ tapikan kita .... “ jawabku tertatih
“ ssst ( telunjuk awan seolah menutup mulutku ) seolah-olah kita baru kenal ? Karena lama tak pernah bertemu ? Tapi kitakan teman di masa kecil Ran ? Gak apalah genggaman sebagai pertanda untuk gak kehilangan sesosok sahabat “ jelas awan
“( aku hanya terdiam tersipu malu ) ya udah pulang yuk udah malem banget nanti kamu dicariin mama kamu lagi. Kamu kan anak mami wekkk “ ledekku
“ yee ini anak ngajak berantem, kalau bukan anak mama masak anak nenek ? Kan yang nglahirin nyokap bukan nenekku “ cetus awan
“ hahahahaha, ya udah ayo pulang “ pintaku lagi
“ ayoo...tapi jangan di lepas ya Ran genggaman ini selama berjalan keluar taman ? Pliss “ pinta awan
“ hah ? Ya okelah..aneh banget kamu tuh wan “
“ biarin wekk ( sambil menjulurkan lidah ) “
Kami mulai menyusuri jalan keluar taman. Melewati jembatan yang dipenuhi rambatan dedaunan yang menjalar. Dihiasi dengan tumbuhnya bunga-bunga kecil yang disinari lampu lampion kecil menambah keromantisan suasana malam itu. Kami mulai meninggalkan daerah taman menuju rumah dan beristirahat.
Malam ini sangatlah indah melewatinya bersama sang sahabat kecilku yang sekarang tumbuh menjadi sesosok lelaki yang terbilang sangat romantis dan sangat penyayang. Entah dia menganggap aku sahabat atau lebihpun aku gak tahu, yang pasti aku merasakan kenyamanan bersama seorang lelaki saat bersama dia.
Jiwa ini tak mampu berbohong ada rasa yang beda saat kamu hadir dalam hidup ini
Sangat singkat pertemuan ini
Namun aku merasakan kenyamanan yang serasa kita telah lama bersama
Kaulah sahabat kecilku yang sempat menghilang
Kaulah sahabat kecilku yang dulu tak pernah kau mengenaliku
Kaulah sahabat kecilku yang mampu membuatku bahagia
Engkau bagaikan magnet yang mampu menarik logam-logam rasa dan hatiku
Engkaulah sang penggugah tidurnya hati ini
Engkaulah harapanku memulai hidup bersama cinta
Cinta yang tulus dari sang pangeran hati

Rasanya malam ini tak ingin tidur, ingin selalu berbagi kebahagian bersama buku kecil hello kittyku di temani sinar bulan dan bintang yang nampak dari jendela kamarku. Kumulai membuka jendela dan duduk dibalkon kamar mulai ritualku mengadu segalanya bersama bulan dan bintang. Aku tak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Aku selalu canggung dengan orang terutama cowok tetapi dengan dia segala ke canggungan itu serasa menghilang, dia mampu mencairkan suasana. Semua karena dia.
Semua Karena Dia
Malam nan indah berhiaskan sinar bulan dan bintang
Ku menyusuri taman dengan hiasan air mancur ini
Menyusuri jalan yang penuh rerumputan
Dan menyusuri jembatan dengan hiasan daun dan bunga menjalar
Aku tak lagi sendiri melewati keindahan taman di malam hari
Aku tak lagi sendiri menyaksikan keindahan sinar bintang dan bulan
Aku tak lagi merasa sendiri
Pecah segala kebuntuan
Cairnya  hati yang beku
Berubahnya  kecanggungan
Semua itu karena dia
Dia yang dulu sempat pergi
Dia yang dulu tak pernah ku harapkan
Dia yang tak pernah mengenalku
Dia yang dulu tak pernah menganggapku
Dia yang dulu slalu menjadi teman debatku
Kini hati ini merasa tak karuan
Jantung ini selalu berdetak dengan kencang
Semua karena dia
Ku tutup buku kecilku, ku tutup jendela kamarku, ku mulai terbaring dalam kesenyapan. Mengkhayal dalam harap, mulai memejamkan mata dengan penuh kebahagiaan dan ketenangan dalam hati dan fikiran. Dengan harapan besok dan hari-hari berikutnya akan lebih indah lagi. Aminnn


 “ Pagi!!!!! ( Aku menyambut seisi rumah dengan senyuman manisku dan mata yang berbinar serta wajah yang penuh dengan kebahagiaan ) “ sapaku
“ ( kakakku hanya memandangiku ) kenapa loe ? Kesambet ya ? Tumben banget bangun pagi dan sempet sarapan ? “ cerocos kak Anya
“ hehehehe, hidup itu kak perlu adanya perubahan agar gak monoton hidup ini “ jelasku
“ ya udahlah terserah aja “ jawab kak Anya nyerah
“ ( Selesai sarapan aku langsung berangkat sekolah ) aku berangkat dulu kak ? Assalamualaikum ? “ jelasku
“ ya udah ati-ati, walaikumsalam “ jawab kak Anya
Kebersamaan selalu kita lalui bersama,bercanda bersama,bermain bersama bahkan jalanpun bersama, sudah layaknya sepasang kekasih yang tengah dimabuk cinta. Terlalu lelah kitapun beristirahat disebuah caffe.
“ Awan ? “ tanya gadis itu
“ Eh iya ( sambil terbata-bata dia menoleh ke arah gadis itu terlihat sangat kaget ) Septi ?? ( spontan langsung berdiri ) “ jawab awan
“ ini siapa ? Hp kamu kenapa ? Dihubungi dari tadi tak pernah nyambung ternyata loe jalan sama cewek lain ?” Ketus gadis itu
( Tak ingin ada kesalah pahaman aku langsung berdiri menjelaskan semua )
“ maaf mbag,,aku Kiran sahabat kecilnya awan. Mbak jangan cemburu dulu, tadi hp awan lowbet di perjalanan pulang ban awan bocor dan kebetulan ketemu saya, dan saya membantu mendorong motor awan karena kami kelaparan jadi kami putuskan untuk makan disini” jelasku panjang lebar meski agak mengarang
“ owh..gitu! Ya udah kalau gitu aku fikir kamu macem-macem. Eh iya kenalin aku Septi pacar baru Awan” jelasnya
“ iya, saya Kiran. Tadi Awan juga sempat cerita tentang mbag “ jelasku agak mengarang lagi
“ umbzz.. Kalau kamu udah selesai mending kita balik aja deh yank, kamu mau kan nganterin aku ?” Pinta gadis itu dengan penuh manja
“ eh,,i..i..iya( sambil melirik ke arahku)” jawab awan dengan terbata-bata
“ kami duluan ya Kiran, senang berkenalan dengan kamu” tegas septi
( aku hanya mampu tersenyum melihat mereka )
Malam ini ku arungi jalanan dengan seorang diri. Sepinya malam menemani langkahku dan hatiku kini. Tak ada yang mampu aku harapkan dari kehadiran seorang sahabat masa kecilku dulu untuk sekedar menemaniku dalam kesepian hati ini. Tak mau terlalu larut akan harapanku yang tak tentu ini ku percepat langkahku untuk menuju rumah dan mengistirahatkan fikiran dan tubuh ini.
Tak ku sadari air mata jatuh membasahi pipiku. Entah apa yang ku tangisi entah kenapa hati ini terasa sangat sakit setelah di pagi hari aku sangat merasa bahagia. Sebenarnya apa yang aku rasakan saat ini ? Ada apa dengan hati ini yang seakan merasakan sakit hati. Akankah aku cemburu dengan kebersamaan Awan dengan Septi? Mungkinkah aku mulai mencintainya ? Banyak tanda tanya dalam hidupku kini.Entahlah apapun yang terjadi semoga semuanya cepat untuk berlalu.
......
Pagi ini sama seperti pagi-pagi sebelumnya. Melangkah menuju sekolah, mengikuti pelajaran dengan penuh suka cita, pulang dengan penuh kelelahan fikiran dan segudang pekerjaan rumah. Namun tak hanya itu saat ini di temani dengan gemuruh kendaraan yang lalu lalang aku terfikirkan akan apa yang telah Awan lakukan kepadaku. Namun aku mencoba menghilangkan semuanya.
Sore ini aku bersantai ditemani Saputra tetanggaku, kami mengobrol-ngobrol seru. Dari kejauhan terlihat sosok lelaki datang menghampiri kami. Saputrapun menyapanya.
“ Wan..katanya nyariin Kiran? Ini loh orangnya ada “ tanyanya
( Awan hanya tersenyum tanpa berkata)
( akupun lantas pergi masuk ke rumah dan mereka melanjutkan obrolan mereka entah apa yang diobrolkan akupun tak tahu)
Dari dalam rumah aku mengintip obrolan mereka, aku melihat wajah awan. Namun tak sengaja atau tidak ia menoleh ke arahku sambil melontarkan senyumannya. Akupun tak tahu harus bagaimana lantas spontan aku menutup jendelaku.
“ Astaga manis banget senyum itu. Tapi aku tak boleh jatuh cinta sama dia, dia udah punya cewek “ gumamku
Tak lama hpku pun bunyi, ada sms dari seseorang tak ku kenal
“Hai kiran, kenapa kamu langsung pergi melihat aku tadi ? Kamu masih marahkah sama aku karena kemarin malam aku meninggalkanmu sendirian di Rumah Makan ? Maafkan aku Ran. Aku harus menembus bagaimana agar kamu mau maafin aku ? Aku tak tahu sebelumnya itu akan terjadi, jadi maafin aku Ran! Aku mohon”jelas awan panjang lebar
Akupun tak mampu membalas apa-apa, namun aku beranikan diri untuk berbicara dengannya, ku buka pintu rumahku
“ Wan,, aku udah memaafkanmu kok”jelasku
“ hah ? Yang bener Ran ? Makasih banget ( di kegirangan dan memelukku spontan )
“ehm...ya dech yang lagi bahagia biasa aja gitu” sahut saputra
“ ech sorry tra” jawab kami kompak
“ umbzz emang kalian cocok banget ya gitu aja kompak banget” ledek saputra
Sejak saat itu hubungan kami semakin dekat. Dimana ada aku disitu ada Awan. Layaknya sepasang kekasih tetapi aslinya just friend karena dia udah punya cewek idaman yang lain. Suatu ketika ia curhat denganku tentang putusnya hubungannya dengan kekasihnya sejak saat itu pula hubungan kami semakin dekat.
Di malam yang sepi dengan langit yang gelap dihiasi sinar bulan dan bintang yang indah menemaniku dalam kesendirianku di balkon rumahku. Tanpa ku sadari dari luar rumahku terdengar suara nyanyian dan lantunan gitar yang merdu
Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu
Seiring detak kakiku berdetak
Aku terhanyut dalam mimpiku
Sepenuhnya aku ingin memelukmu
Mendekap penuh harapan tuk mencintaimu
“ Awan ?” Tanyaku tak percaya
“ yaa...turun dong, ada yang ingin aku bicarakan ini “ pintanya
Akupun turun dengan hati yang penuh tanda tanya dan jiwa yang bergetar. Rasanya hati dan perasaan ini tak karuhan pokoknya. Sampai aku di halaman rumah.
“ ada apa wan ? “ tanyaku polos
“ Ran, mungkin terlalu cepat tapi aku tak mau bohongin perasaan ini dan aku tak mau lagi menyembunyikan semua ini, kalau sebenarnya...aku...aku...aku sayang kamu Ran ! Kamu mau tak jadi cewek aku ?” Jelas Awan
“( aku kaget dan tak mengira hal ini akan ia ucapkan, aku tak mampu menjawab apa-apa), maaf Wan ini terlalu cepat, kamu baru aja putus dengan Septi, aku gak mau dibilang jadi pihak ketiga karena kandasnya hubungan kamu dengan dia...beri aku waktu sampai aku benar-benar siap wan “ jelasku
“( menghela nafas ) baiklah aku akan selalu menunggu jawaban dari kamu Ran sampai kapanpun itu “ jawab Awan
“ ya sudah,,tapi kita tetap berteman ya jangan ada kecanggungan setelah ini aku gak mau pertemanan kita terganggu karena salah satu dari kita mengungkapkan perasaannya” pintaku
“ siap deh,,kamu tetap jadi sahabatku sampai aku menunggu kamu siap buat jadi cewek aku “ jelas awan
“ ya sudah pulang gih udah malam, gak enak sama tetangga “ pintaku
“ siap Kiranku Sayang “ jawabnya genit
“ awan !” Teriakku
“ hahahaha ( diapun langsung kabur )” respon awan
Malam ini entah apa yang harus aku rasakan. Haruskah aku merasa bahagia atau malah sebaliknya aku tak tahu. Akupun juga bingung akankah ketika Awan meminta jawaban aku sudah mampu menjawabnya mengingat ayah dan ibuku tak terlalu suka dengannya. Astaga kenapa harus seperti ini. Ku baringkan tubuh ini di tempat tidur kecilku yang penuh dengan boneka hello kitty yang menemaniku malam ini. Belum sempat ku memejamkan mata ku mendengar handphoneku berbunyi ku buka pesan singkat itu ternyata dari Awan,
Selamat Malam Kiran mimpi indah malam ini dan ingat aku akan selalu menunggumu sampai kapanpun dan aku takkan menyerah sebelum aku mendapatkan cintamu karena aku sangat Menyayangimu. I LOVE YOU. Nice Dreams Honey
Astaga kata-kata itu lantas membuat hati ini semakin tak karuan ditambah dengan jantung yang berdetak amat kencangnya. Akankah aku mulai menyukai Awan ? Sanggupkah aku menjalani hubungan di belakang keluargaku ? Siapkahaku dengan segala risiko yang akan terjadi nanti ? Hah ! Aku tak tahu ku istirahatkan saja fikiran ini berharap semua hanyalah sebuah mimpi yang takkan pernah terjadi. Amin
Pagi hari yang cukup di silaukan oleh sinar mentari dari balik jendela aku terbangun karena terdengar bunyi nada dering handphoneku. Aku mengangkat telphone itu dengan rasa kantuk yang masih menyelimuti tubuhku.
“ hallo “ jawabku dengan lemes
“ Pagi Kiran ? Bangun dong ayo aku antar ke sekolah sekalian aku berangkat dech “ terdengar suara Awan yang halus
“ hah ! ( aku langsung terbangun dan melihat jam bekkerku ) Astaga...bentar-bentar aku mandi dulu aku kesiangan ini “ jawabku cepat lantas handphone aku matikan
Aku bergegas menuju kamar mandi, lalu siap-siap dandan sekadarnya saja dan lagi-lagi tak sempat sarapan. Umbzz,, disaat sedang memakai sepatu handphoneku berdering lagi, tak lain dan tak bukan Awan
“ hallo “ jawabku tergesa-gesa
“ udah siap belom ? Aku udah di depan rumahmu ini “ jawb Awan
“ yakin ini nganterin aku ? “ tanyaku lagi
“ iya sayang,, buruan keluar “ pinta awan
“ oke “ jawabku singkat
Setelah kejadian beberapa hari yang lalu sikap Awan mulai berbeda. Dia lebih perhatian dan sangat sering menghubungiku bisa jadi seharian semalam tyada henti kecuali kalau tidur doang. Mungkinkah ini cara dia memperlakukan cewek yang dia sayang yang dia cinta dan yang ingin dia miliki ? Namun aku masih tetap belum yakin untuk menerima dia. Dengan alasan utama adalah Orang Tua aku. Aku masih begitu polos mungkin ya masih takut dengan ortu aku. Tapi kata-katanya kalau kita melakukan sesuatu tanpa restu ortu itu gak bakalan bisa berjalan dengan mulus dech. Maka dari itu aku selalu kelamaan mikir untuk masalah hal yang tak disukai orang tua ini.
Umbzz tau deh, udah gak mau mikirin lagi aku. Biarin deh ntar juga ada jalan yang terbaik buat aku dan awan. Nanti kalau udah gak sabar nunggu aku pasti juga bakalan cari cewek lain kok. Dikira cewek yang paling cakep dan ditunggu aku doang apa. Ya gaklah ! Sadar kiran !!.
Lamunanku terbuyarkan dengan hadirnya bunga mawar merah di hadapanku.
“ DORR !! Ngelamun aja ? Neglamunin omonganku kemarin ya ? “ tanya Awan
“ astaga Awan !!! Byasaan ya, engg,,,enggak kok “ jawab ku gagap
“ kalaupun iya gak papa kok Ran, lagian jangan terlalu difikirin aku gak maksa kamu harus suka aku untuk sekarang ini. Asalkan kamu gak pergi dari aku, aku udah ngerasa bahagia kok karena aku udah bisa di dekat cewek yang benar-benar aku sayang “ jelas dia
“ gini loh wan, jujur ini tapi sebenarnya aku berat mau bilang ini dan gak tega “ jawabku tertatih
“ ( sambil memegang tanganku dan menatapku dalam ), katakan aja Ran. Aku gak apa-apa kok aku janji aku akan terima apa yang akan kamu katakan “ Awan meyakinkanku
“ aku udah pastiin dan yakinin hati ini kalau aku..kalau aku gak bisa terima kamu sekarang wan “ jawabku
“ ( awan tertunduk diam ) “
“ ( ku coba tegakkan pandangannya, ku lihat mata yang kecewa di sana ) Wan maafin aku, kamu juga pasti tau apa alasan aku tolak kamu. Karena orang tuaku, aku gak bisa ingkari semua yang orang tuaku bilang wan. Mungkin aku terlalu bodoh atau apalah itu tapi saat ini aku benar-benar masih dikendarai orang tuaku. Aku tak ingin mengecewakan dia juga...” Penjelasanku terputus
“ lantas kamu memilih mengecewakanku Ran ? “ jawab dia tegas
“ Wan,,( ku coba pegang lengannya untuk meredam emosinya ) tadikan kamu bilang akan berusaha terima alasaannya ? Jadi jangan emosilah wan, aku sebenarnya juga gak mau bikin kamu kecewa tapi aku harus pilih salah satu dong, sekali lagi maaf wan “ jelasku lantas aku meninggalkan Awan sendirian
Aku tak tahu apa yang terjadi setelah aku meninggalkan awan sendirian di taman. Kini rasanya hatiku sangat lega namun juga sangat berat untuk melepaskannya. Sebenarnya aku gak mau bohongin perasaanku sendiri tapi aku begitu pengecutnya gak mau mengakui semuanya dan gak berani ( bukan gak berani tapi belum berani ) melanggar orang tua meski sejujurnya ortuku gak tahu soal kedekatanku dengan dia. Tapi ya sudahlah mungkin ini jalan terbaik biar aku nantinya gak bikin kecewa saat kita putuskan untuk jadian. Huuft!
“ oke sekarang aku harus terima jika Awan marah kepadaku saat ini, itu hak dia,nanti pasti dia bisa temukan sesosok cewek yang dia harapkan selama ini kok ( gumamku dengan menghela nafas panjang )”
Semuanya kini terasa sangat canggung. Lantas semuanya terasa tidak saling mengenal. Saat bertemupun hanya bisa saling memalingkan pandangan tak berani saling melihat mata satu sama lainnya. Akupun tak tahu harus bagaimana untuk bisa merubah kecanggungan ini menjadi hal yang seperti dulu saat kita akrab.
Lama aku tak mendengar kabar bahkan tak melihat wajahnya, diapun tengah jalan dengan wanita lain mungkin itulah pilihannya. Sangat menyesal memang namun apa boleh dikata karena itu mungkin pilihan awan yang terbaik. Saat melihatnya aku berusaha bersikap biasa saja. Namun aku tak dapat memungkiri tak sengaja aku memandang mata itu, mata yang sangat penuh dengan kekecewaan namun juga mengisyaratkan bahwa dia masih mengharapkan aku. Tetapi aku masih belum berani untuk menerima dia untuk sekarang.
Kepergian awan dari sisiku membuat seseorang datang mendekatiku entah untuk apa akupun tak tahu. Aku mengenalnya hanya sebatas seorang teman di sekolahanku. Namanya dewa, dia dulu sempat suka dengan sahabatku dina namun tak sampai untuk dapat meraih hati dian. Entah hanya sekedar pelarian atau pelampiasan aku tak tahu, aku mencoba untuk menjalani bersamanya berharap suatu saat bisa cocok dan melupakan awan.
“ kiran,, pulang bareng yuk “
“ hah ? Seriusan ? Umbzz kapan-kapan aja ya wa “
“ umbzz ya udah deh kalau gitu “
“ maaf yaa “
“ ga papa “
Hari ini hatiku terasa sangat berat, entah karena apa. Ku terbaring lemah tak berdaya dalam kamar hello kittyku. Sedikit terpejam namun handphoneku berbunyi.
“ hai kiran apa kabar ? Aku udah kangen bisa jalan bareng sama kamu..besok kamu ada waktu ndag ? “
“ awan ya ? Kabar baik wan .. Habis kamu menghilang tak tahu kemana juga sih..owh ada kok wan, kenapa ?”
“ aku pengen bicara sama kamu ran untuk memperjelas status hubungan kita “
“ lowh ? Emang kita seperti orang pacaran ya wan ? Kok mau memperjelas hubungan kita segala ? Bukannya emang kita hanya sebatas teman ? “
“ memang terlihat seperti itu ran tapi aku ngerasa beda “
Makin bingung dengan apa yang dibicarakan awan, akupun mulai menyerah dan megiyakan semuanya.
......
“kiri pak !”
Aku mulai turun dari angkutan dan terkaget ada dewa disana telah menungguku
“ dewa ? Kok .... Kok disini ? ( tanyaku terbata-bata sambil melihat kesebrang jalan ada awan yang sudah menungguku )
“ hehehe segaja ran, habis kamunya nolak terus waktu aku mau nganterin kamu “
“ ta...ta..tapi...!” ( belum sempat aku melanjutkan omonganku dewa menarik tanganku)
“ tapi apa ? Udah ayo ... Gak papa lagi ran santai aja “
Akupun hanya bisa diam tak bisa lagi memandang ke arah awan, aku tahu diapun kecewa untuk kedua kalinya padaku. Saat itu aku bagaikan cewek yang tak tahu diri dan hanya bisa mempermainkan perasaan cowok saja.
“ makasih ya wa , maaf udah ngerepotin “
“ iya sama-sama ran , gak ngerepotin sama sekali kok. Kalau gitu aku pulang dulu “
“ iya ati-ati “
Saat itu hatiku tak tenang, jantungku berdebar kencangnya , tubuhku bergetar layaknya sedang gugup. Saat itu ternyata kak anyapun juga menjemput aku, sesampainya di rumah akupun hanya terdiam mendengar kemarahan kak anya. Saat itu handphonekupun berdering.
“ ran! Kenapa kamu memilih untuk bareng dengan cowok itu ? Kenapa kamu sebegitu gampangnya mengingkari janjimu sendiri kenapa kamu jadi cewek gak bisa berpegang teguh sama janjimu ! “ nada kemarahan itu datang
“ oke fine ! Aku minta maaf ,, sebagai hasilnya sekarang aku tunggu di depan rumahku kalau emang kamu pengen kita ketemu ! “
“ oke ! Tapi aku gak mau kalau kamu hanya akan nggantungin aku tanpa memberi kejelasan tentang kita ! “
“ iya !”
Tak lama aku mendengar suara motor awan, lantas aku keluar.
“ kenapa ?”
“ marah ya ran ? Maaf kalau kata-kataku bikin kamu marah “
“ gak kok biasa aja, kenapa emang ? Kamu mau penjelasan apa ? Kamu mau kita gimana emang ? “
“ (awan hanya terdiam pasrah) terserah kamu ran yang pasti aku sayang ke kamu “
“ lowh ! Kok gitu ? Sekarang ini maksud kamu ngajak ketemu aku apa wan ? “
“ aku hanya pengen tahu perasaanmu ke aku untuk sekarang ini “
“ berat wan, aku gak bisa jawab “
“ umbzz...mulai ran kamu kayak gini ? Ini yang membuat aku ragu dan ngerasa digantungin “
“ tapi kan aku gak pernah memberi harapan sama kamu wan ! “
“ kamu ngerasa seperti itu Ran ! Tapi aku ngerasa beda ran ! Kamu selama ini sangat memberi aku harapan makanya aku berani untuk mengungkapkan perasaanku ke kamu !
“ terserah kamu wan ! “ lantas aku masuk ke dalam rumah
.....
“ din ... “ sapaku kepada sahabatku
“ kenapa ran ?”
“ aku sedih bingung bimbang taulah campur aduk semua “
“ kenapa-kenapa ? Cerita sini “
“ kemarin aku kan dianterin dewa awalnya aku gak tahu kalau dia kemarin mau nganteri aku secara dia gak bilang dulu awalnya dan secara kebetulan saat itu awan datang menjemput begitu juga dengan kak anya. Saat itu kalau aku tahu kak anya jemput aku bakal ikut kak anya masalahnya kak anya datangnya saat aku dah terlanjur dibonceng sama dewa, saat itu aku gak sanggup memandang wajah awan din “
“ lah kamu seharusnya itu pulang sama orang yang janjian duluan sama kamu ran, ada gak yang janjian dulu sama kamu kemarin ?”
“ ada sih, si awan .. Tapi belum sempat aku njelasin ke dewa... Dewa maen tarik aja ini tangan ya udah aku gak bisa ngelak din, kemarin aku hancur deh din kena marah sama kak anya dan awan. Mana awan minta kejelasan ke aku dan akupun bingung harus njelasin apa ke dianya “
“ udah-udah santai-santai kalau dia emang sayang kamu mungkin dia akan marahnya gak bakalan lama-lama kok dan kamunya sekarang harus bis tegas ran “
“ gitu yaa din ,, oke deh makasih ya “
“ iya Ran. Apa aku bantu ngomong sama dewa buat gak deketin kamu dulu karena aku tahu ran sebenarnya kamu hanya sayang ke awan kan ? Dan kamu juga gak bakalan bisa  nerima atau njadiin dewa sebagai pelarianmu doang kan ? “
“ iya din bener banget itu. Terus kamu mau bilang gimana sama dewanya ?”
“ gampang besok deh, tenangin hati kamu dulu cintah “
“ iya Din, makasih banget ya “
“ iya “
Aku pusing gara-gara perasaan yang gak jelas ini, mending aku tidur sianglah biar sedikit reda ini pusingku. Sore menjelang aku terbangun dan keluar rumah untuk sedikit melebarkan pandanganku ke dunia. Tetapi ! Sedih rasanya melihat awan harus berduaan lagi bersama saudarannya saputra, serasa darah berhenti mengalir ketika mengingat apa yang dikatakan awan kemarin. Sebenarnya apa maksud dari ini semua ! Agh spontan aku berteriak dan berlari ke dalam, tetapi langkahku terhenti karena kak anya minta temenin keluar dan untuk kesekian kalinya aku harus bersabar melihat awan dengan ulan pacarnya. Lantas aku pergi dengan tidak memandang mereka, dan entah sengaja atau tidak diapun juga pergi menyusulku aku hanya terdiam dan tertunduk. Diapun lantas pergi entah kemana.
“Astaga !!! Kenapan sih ini perasaan apa emang aku harus jujur dengan awan kalau aku sebenarnya emang sayang banget sama dia ? Tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat”
“ kenapa ran aku seolah-olah menjauhi aku seperti ini ?”
“ kenapa sih wan harus terjadi seperti ini ? Kenapa harus kamu mengungkapkan perasaanmu kepadaku ? Kenapa kamu bisa suka kepadaku ? Kenapa ? “ terjatuh air mataku
“ ssttt !! Gak ada yang perlu disalahkan ran ini semua terjadi begitu saja, aku juga gak pernah menghendaki kita akan jauh-jauhan seperti ini “
“ aku gak tahu wan harus bagaimana saat ini ! Kamu sudah punya ulan sekarang moga langgeng deh wan “
“ kenapa nada bicaramu seperti itu ran ? Kamu gak suka aku dengan ulan ? Kalau iya aku ikhlas untuk memutuskan dia “
“ lowh ? Gak bisa gitu wan .. Ini gak akan adil buat ulan, aku dan dia sama-sama cewek dan akupun bisa ngerasaiin gimana rasanya ketika cowoknya harus memutuskan dirinya hanya demi cewek lain wan, jangan lakuin itu “
“ gak ran, lagi pula aku jadian dengan dia hanya lewat handphone dan itupun yang sms bukan aku tapi Rian “
“ heh! Gila kamu wan ! Tapi tetep ajalah akhir-akhirnya dia sama kamu kan sekarang “
“ ya sudahlah wan mungkin kita ditakdirkan buat tidak bersama sebagai pasangan kekasih tetapi hanya sekedar teman saja “
“ ya udah deh ran terserah kamu gimana baiknya ! “
.....
Hari ini ujian praktekku. Umbzz dan sepertinya dina sahabatku mulai bicara dengan dewa tentang apa yang aku rasakan tapi emang benar sih aku agak risih dengan dia. Aku melihat meraka berbincang-bincang tapi aku tak mendengar pembicaraan mereka saat itu. Selesai ujian praktek aku ingin ke taman sekolah eh ga tau kenapa aku dicegat sama Dewa. Astaga ! Mampus aku.
“ eh Dewa ... Kenapa ? Tanyaku basa basi
“ hehe... (tawanya sadis) kenapa kamu nyuruh dina buat bilang semua itu ke aku ? Kenapa bukan kamu sendiri yang bilang itu semua ?”
“ maaf wa, aku gak kuat hati untuk bilang semuanya ke kamu “
“ sekarang aku mau apa yang dibilang Dina terlontar dari mulutmu sekarang “
“ aku rasa apa yang udadh dijelaskan Dina cukup wa dan tak perlu lagi aku ulangi, aku benar-benr minta maaf jika kamu menganggap aku menyakiti kamu atau seperti apapun aku terima”
“ gak kok Ran, aku hanya kecewa saja. Aku juga gak bisa nyalahin kamu atau siapapun. Tapi kita tetap berteman kan ?”
“ huft ! Lega hatiku. Pasti ita berteman. Ya sudah aku ke taman dulu ya mau nenangin diri dulu “
“ oke deh, ati-ati ada seseorang juga sudah nunggu kamu disana “
“ heh ? Maksudnya ?”
“ gak papa “
“ owh ya dah “
Akhirnya selesai sudah semua masalahku dengan dewa. Lega rasanya tinggal masalahku dengan awan ini yang gak ada ujungnya. Tapi, ditengah perjalanan ke taman akupun masih dicegat lagi oleh seorang pria namanya Aan sahabat Awan. Astaga apa lagi ini ! Ooh..ini yang dimaksudkan dewa tadi, oke tenang Ran..tenang !
“ ya’ampun ,, ini sebenarnya ada apa coba ? Tadi Dewa sekarang Loe an ? Ndag sekalian aja ntar Awan kesini”
“ aku kesinipun karena Awan ?”
“lah kenapa emang ? Kamu gak terima dengan apa yang dirasakan awan ? Kan sekarang dia udah ada ulan terus aku juga masih salah ?”
“iya emang kamu yang salah..semua keslahan itu ada di kamu Ran. Kamu yang gak tegas, kamu yang gak bisa pegang janji dan kamu yang gak mau untuk sedikit menghilangkan gengsimu “
“ lowh ! Kok kamu sebegitu menghujat aku emang aku salah apa ?”
“ kamu ! Salah kenapa waktu kamu ada janji dengan awan kamu malah jalan dengan Dewa ?”
“ sekarang aku tanya, kenapa kamu tahu aku ada janji dengan Awan, tapi kamu malah mendatangkan Dewa ke aku ? Seolah-olah kamu nyuruh Dewa nagtrerin aku ?”
“ yaaa ... ! “
“ gak bisa jawabkan ? Makanya jangan pernah menghujat orang lain tapi kamu gak bisa mikir bahwa itu semua terjadipun karena kecerobohanmu dan kamu yang ingin sok jadi pahlawan dalam masalahku dengan awan ! Lagi pula awan biasa-biasa aja kenapa kamu yang jadi sewot ! “
“ sekarang jelaskan kamu emang gak bisa sedikit mengalah dan hanya bisanya tepacu dengan keegoisamu semata ! “
“ wah ini anak ngajak tarung ! Sekarang siapa sih yang egois ? Aku dah cukup jelas menjelaskan semuanya tadi ! Fine sekarang terserah kamu mau bilang apa aku terima dasar PAHLAWAN KESIANGAN !’
Iyuh !! Sok tahu banget dia jadi cowok, gak tahu duduk permasalahannya saja sok-sok-sokan. Amit-amit deh ketemu orang kayak gitu lagi.
Dorrrr!!!
“ astaga ! Kenapa din bikin kaget aja ! “
“ ya santai cintah, kamu ini kenapa sih menggrutu sendiri kayak gini ?”
“ tadi tahu gak, aku di labrak sama dua cowok kebayang gak tuh dilabrak sama cowok ! Iyuh banget kan “
“ dewa ? Sama siapa ? “
“ siapa lagi iya dewa sama aan sahabat awan, masak datang-datang nyemprot aku, tapi sih si dewanya ndag Cuma minta penjelasan doang kalau sama dewa udah kelar tinggal sama aan nowh iyuh banget gak tuh !”
“ sabar-sabar cintah, mungkin gak sih dia kayak gitu karena dia cemburu sama kedekatanmu awan dan dewa ? “
“ hahahahaha lucu banget sih kamu Din ! Ya gak mungkinlah dia cemburu apa coba yang melatarbelakangi dia cemburu ? Gara-gara aku bakalan ngrebut Awan sahabatnya tercinta itu atau bisa dikatakan kembarannya gara-gara kemana-mana bareng ?”
“ gila kamu Ran ! Bukan itu maksud aku ,, mungkin gak dia suka sama kamu ?”
“ whattt !!!!!!! Gak mungkin orang dia kesannya itu sadis banget kok kalau sama aku ya gak mungkinlah dia suka sama aku “
“ ya semoga aja deh , iya kelanjutannya kamu sama awan gimana ?”
“ dia dah punya cewek lagi kok dian, aku gak mau ngrusak hubungan dia dan akhirnya awan aku kecewain lagi, cukup sekali aja deh din kasihan. Ketulusannya harus aku balas dengan kekecewaan “
“ umbzz... Gini cintah..kamu yakinin hati kamu, kalau kamu udah mantep dengan apa yang kamu rasain kamu berusaha memperjuangkan cinta kamu bukan maksud untuk merusak hubungan orang lain tapi kitakan perlu memperjuangkan cinta kita. Gitu lowh.. Bukan masalag egois nggaknya. Tapi kamu harus ingat yakinin hatimu dulu baru kamu bisa ngungkapi semuanya agar gak berimbas luka “
“ umbzz..oke deh din aku coba”
.....
“ Ran ! “
“ iya tra kenapa? “
“ aku mau minta data – data dan lagu-lagu yaa “
“ oke deh ,, mana hp kamu ! “
“ ini “
“ aseekk yang hp baru nch , makan-makannya “
“ haha gak kale ran itu hp awan kok “
“ owh gitu towh ya udah “
“ kenapa ? Kamu cemburu ya melihat foto ulan di hp awan ?”
“ hahah gila kamu ngapain aku cemburu kan dia pacarnya awan maklumlah pasang foto ceweknya lebih bahayanya kalau pasang foto aku bisa diputus sama ulan ntar “
“ emang dia udah putus kale Ran. Udah kamu sama dia jadian aja lagi kaliyan cocok kok kalau gak sama-sama mempertahankan egoisannya. “
“ tra..tra bisa aja kamu. Ini udah lagu dan data-datanya “
“ oke maksih ran, aku balik dulu. Ingat kata-kata aku Ran , Awan nungguin kamu selalu “
“ umbzz yaa “
Sejak kala aku berdiri
Gelap sepinya ruang hati
Tak satupun mampu menjawab
Hanya padamu aku bertanya
Lewat setyap sujudku ini
Siapakah nanti cinta untukku
Wahai penilai hati lihatlah hatiku
Merana menanti kisah kasihnya hidupku
Rahasia itu hanya kau yang tahu
Tapi aku tak mau jadi tuna cinta
Tuntun aku dalam menanti jodohku
Takkan ku biarkan cintamu pergi
Takkan ku biarkan kau berlalu
Dalam hati ini kau tetap milikku kini dan sepanjang waktu
Semuanya berlalu namun tidak dengan cintaku
Dalam hati ini masih tersimpan janji manismu
Bersamanya kau telah pergi
Dan mungkin tak akan kembali
Namun cinta ini yang terhempas dan berakhir
Bersama  dengan cinta ini kan ku rebut hatinya kembali
Segalanya aku memohon oh Tuhan hadirkan cintanya lagi


Kejujuran melahirkan jadian !
Apa yang sedang terjadi
Seminggu tanpa berita
Seminggu tanpa cerita
Seminggu juga tanpa bicara
Cinta sedang apakah dirimu
Mengapa tak ada kabar
Mengapa tak jua datang
Dimanakah dirimu berada
Cinta jangan engkau tinggalkan aku
Aku tahu aku yang bersalah
Ku pikirku bisa tanpamu
Tapi aku tak sekuat itu
Ku mohon kau kembali ke pelukku
Namun bila engkau tak kembali
Mungkin lebih baik ku mati saja
Ku beranikan untuk menghubungi awan terlebih dahulu, aku merasa semakin lama aku semakin tersiksa dengan perasaan ini sejujurnya. Aku rangkai kata-kata agar tak terkesan ingin merusak hubungan awan dengan pacarnya(itupun kalau dia sudah punya cewek). Meski sedikit ragu akhirnya aku menghubungi dia.
“ selamat siang awan, maaf menganggu. Kalau ada waktu bolehkah kita bertemu sebentar saja, aku ingin bicara serius dengan kamu. Aku sudah tidak tahan dengan semua ini kita yang semakin canggung kita yang semakin jauh seperti orang yang tak kenal “
“ siang juga Ran..gak ganggu kok aku malah senang kamu mau sms aku duluan aku merindukan hal ini Ran. Aku akan selalu siap jika kamu ingin bicara dengan aku. Kapanpun Ran”
‘ oke wan, nanti habis isya’ya kita ke taman pertama kali kita maen bareng aku tunggu disana “
“ oke Ran. Sampai ketemu nanti “

Aku tak pernah tahu apa respon yang mungkin akan diberikan Awan buat aku setelah aku bicara jujur kepadanya. Akupun juga tak tahu apa pendapatnya ketika mendengar ada cewek yang akan mengungkapkan perasaannya duluan, aku tak peduli hal itu yang aku peduliin sekarang akau harus siap ketika dia akan gantian menolakku karena dia sudah punya pujaan lain. Huuft !
Malam ini dipenuhi dengan cahaya bintang nan indah. Angin yang sayup-sayup mengantarkanku menuju tempat ketemuan aku dengan Awan.
“ Ran ! “
“ hay..sini duduk “
“ ada apa Ran, kayaknya serius banget dari cara sms kamu tadi “
“ enggak kok. Aku minta maaf sebelumnya Wan karena aku udah sering menyakiti hati kamu dan bikin kecewa kamu, aku disini ingin jujur dengan perasaanku. Jujur aku tersiksa dengan kita saling berjauhan seperti ini. Aku ingin kedekatan kita seperti saat kamu datang dari bandung Wan, aku merasa saat ini aku dan kamu benar-benar orang yang tak saling mengenal “
“ umbzz..iya Ran aku juga ngrasa hal yang sama Ran. Ran tapi kamu harus tahu meski sekarang kita seperti orang yang tak pernah saling mengenal sebelumnya meski hubungan kita berubah yang awalnya akrab jadi canggung tapi perasaanku gak pernah berubah Ran. Aku masih sayang kamu, mungkin kamu sering melihat aku dengan cewek lain itu karena aku ingin mencoba melupakan kamu Ran mencoba ikhlas dengan keputusanmu dan mulai menerima mungkin memang kamu gak pernah suka dengan diriku “
“ Wan, jujur aku sayang sama kamu. Jujur aku cemburu dengan kamu sebegitu mudahnya pindah kelain hati. Jujur aku sangat kecewa dengan itu hingga aku mencoba untuk mengikhlaskan semuanya namun sampai saat inipun aku gak bisa Wan. Aku juga sangat sayang sama kamu “
“ apa ran ? Kamu sayang sama aku ? “
“ iya Wan aku sangat sayang sama kamu, mungkin terkesan murahan kalau aku bilang seperti ini tapi inilah adanya inilah yang aku rasakan selama ini, aku cukup menderita dengan kepergianmu waktu itu “
“ gak ran, aku gak pernah menganggap kamu begitu murahan hanya karna kamu bilang seperti itu ke aku. Aku malah sangat bahagia akhirnya gadis yang aku impikan slama ini bisa juga sayang ke aku, aku sangat berterima kasih ke kamu Ran”
Terbesit janji diantara kita, mengikat tali hubungan dengan kata pacaran. Memberanikan diri jalan untuk memenuhi perasaan cinta di hati tanpa sepengetahuan orang tua. Memberanikan diri memulai kisah cinta bersama Awan sebagai pacar  pertama yang tak akan pernah terlupalkan. Seindah dengan suasana malam ini hatiku kini terasa lega tanpa ada beban yang aku sembunyikan lagi dari Awan. Kita memulai kisah baru di bulan April ini.
.....
Mengawali hari dengan status hubungan yang telah berubah namun tak membuat curiga banyak orang sehingga membuat mereka tetap berangapan kita hanyalah sepasang sahabat yang saling merindukan. Namun semuanya salah, kini semua telah berubah dengan komitmen dalam hati masing-masing untuk menjaga hati dan hubungan.
“ pagi sayangku, I LOVE YOU “ sapa Awan pacar baruku
“ pagi honey “ sapaku dengan penuh senyum
“ berangkat yukk, udah mau terlambat ini “ pintanya
“ ayo...let’s go honey “ timpaku
Sepanjang perjalanan hanyalah senyum bahagia dan kata-kata nan romantis yang terlontar dari mulut Awan. Pria yang sangat mengerti akan perasaan cewek dan tak pernah bisa untuk membuat cewek terluka.
“ yaahhh,,pisah deh “ gerutunya manja
“ sssttt....gak boleh gitu,,it’s just problem of school honey. Nantikan bakalan ketemu lagi J jangan nakal yaa di sana gak ada aku “ candaku
“ iyaa..yaa, maklumlah yank baru jadian ya maunya lengket terus. Kamu juga jangan nakal. Aku berangkat dulu ya sayang. Love You, ntar aku jemput lagi “ jelasnya
“ iya honey, love you too “ sahutku
Dalam menjalani segala aktivitaspun tak ada yang tak terselesaikan semuanya terselesaikan dengan sempurna. Mengarungi setiap lembaran soal ulangan dadakan dengan penuh senyum bahagia tanpa adanya rasa kecewa ketika ulangan diadakan secara dadakan. Umbzzz semua terasa sangat menyenangkan. Bell pulangpun berdering, ku ambil handphoneku dengan rasa bahagia untuk menghubungi sang pacar, namun tak disangka dia sudah muncul di depan gerbangku tepat aku melangkahkan kakiku keluar.
“ on time banget yank,,,umbzz jangan-jangan hobi lama kambuh lagi ? Tatapku curiga”
“astaga yank..gak yo..aku tadi sekolah beneran kok gak bohong cuman, pulangnya emang agak cepet soalnya gurunya gak ada gitu. Percaya deh “ pintanya
“ ya deh terserah, bohong atau gak aku juga gak tahu kok” jawabku ketus
“ yahh,,,yah ngambek ni ceritanya ? Tanyanya cemas
“ gak sih biasa aja. Ya udah ayo pulang “ pintaku
“ umbzz..kalau udah kayak gini ni dah susah, ya udah ayo “ sahutnya mengalah
Dalam perjalanan hanya diam tanpa kata. Namun dalam hati berfikir akankah dia jujur ataukah berbohong. Haruskah dan adilkah ketika hubungan baru seumuran jagung aku sudah menyimpan rasa curiga dalam diri sang pacar ? Aghhh !! Biarlah lambat laun kalaupun dia membolos nanti akan sadar dengan sendirinya. Tak begitu lama motor awan berhenti di pinggiran danau.
“ yank ?”
“hemmmmb “
“ yank ??
“ embbbzzz
“ YANK !??”
“ apa sih cerewet “
“ ya ampun, masih ngambek ini gara-gara yang tadi, sumpah yank aku gak bohong. Lagian hanya masalah kayak gini lhow ya yank. Gak usah ngambek donk “
“ hemmbzz “
“ astaga yank..kok gitu too ?”
“ kenapa sih,,lagian rugi gitu aku ngambek “
“ yank kita pacarn baru lima hari masak iya harus marah-marah gini, ngambek kayak gini ? Terus masalahnya kalau besar sih gak masalah ini hanya masalah kecil lhow yaa ?”
“ .....”
“ pliss donk yank, jangan nyiksa aku gini (sambil memegang tanganku)”
“ iiuwh...nyiksa gimana coba “
“ lha ini buktinya, kamu diem mulu daritadi. Garing kali yank. Beneran deh aku sayang kamu masak iya aku bohongin kamu “
“ yakin ?!”
“ iya sayang “
“ janji telunjuk kelingking dulu “
“ ya deh, janji telunjuk kelingking “
“ tiruin ... Gak akan bohong dan bikin kecewa “
“ gak akan bohong dan bikin kecewa “
“ akan selalu jujur dan setia “
“ akan selalu jujur dan setia “
“ gak akan selingkuh “
“ gak akan selingkuh “
“ apabila salah satu dilanggar konsekuensinya PUTUS “
“ astaga yank...”
“ cepetan ! Apabila salah satu dilanggar konsekuensinya PUTUS “
“apabila salah satu dilanggar konsekuensinya PUTUS. Udah kan ? Senyum dulu donk? “
“ embzzzz....yank “
“ gitukan enak, iya kenapa ?”
“ aku pacar keberapa sih ? “
“ hehehehe pacar ke empatku yank...insya allah kalau benar-benar bisa jadi yang terakhir yaa ?”
“ hahahaha...amiinn deh. Tapikan.....”
“ masalah ortumu ?”
“ iyaa “
“ kalau masalah itu nanti biar aku yang cari jalan keluarnya yang penting kita jalani dulu aja bareng-bareng yank “
Semuanya terasa indah dan sempurna. Berakhir dengan pelukan hangat yang takkan bisa terlupakan. Belaian lembut yang selalu terasa dan bujukan manis yang selalu meluluhkan hati.
......
Ketika hubunganku dengan Awan berjalan 2 minggu datang seseorang dalam lamunanku sore ini.
“ Ran ? Kamu pacaran sama Awan ? “
“ iyalah masak bohongan “
“ kamu yakin pacaran sama dia ?”
“ insya allah, emang kenapa sih ? “
“ dia bukannya pacarnya Melin ya ? “
“ mungkin itu dulu Jar, jangan suudzon deh dan jangan bikin aku curiga sama dia deh”
“bukan maksud bikin curiga kamu tapi ini demi kamu juga kali Ran, dia cowok gak bener tuh sekarang aja masih hubungan baik kok sama di Melin “
“ sekedar temenankan juga gak apa lah Jar. Lagipula aku gak mau mbatesin dia dalam bergaul kok. Iya aku tahu dia kayak apa tapi setiap cowok ada kesempatan buat berubah kan Jar “
“ ya udah sih terserah kamu aku sih cuma ngingetin aja “
“ nada kamu bukannya ngingetin sih Jar, tapi terkesan nuduh “
“ Serah “
Seketika hatiku terasa sangat sesak entah apa yang harus aku lakukan akankah aku percaya dengan Anjar atau bagaimana. Saat itupula aku segera menghubungi Awan meminta penjelasan dari apa yang diceritakan Anjar padaku.
“ ndaa...kamu dimana ?”
“ lagi ditempat aan ay. Ada apa ? “
“ bisa ketempatku dulu ? “
“ aduh sayang...ini aku lagi mau nemenin aan pergi sayang, gimana ? Nanti aja ya ? “
“ owh.. Ya udah neg gitu. Gabung sama sahabatmu dulu aja. Sahabatkan lebih penting ndaa J
“ astaga, sayang jangan marahlah. Iya nanti ya setelah nganter aan aku ketempat kamu ? “
“ gak marah sih byasa aja. Ya dah “
Saat itu hatiku sedikit kecewa, tapi aku kan udah janji untuk tidak terlalu posesif sama dia. Umbzz sabar-sabar gak semuanya keinginanmu harus sesegera mungkin dipenuhi kan RAN !!!!Arghhh!! Gila. Seharusnya omongan Anjar tadi gak perlu aku perduliin sampai masukin ke hati, akhirnya jadinya gini kan pusing sendiri. Bego !! ( gerutuku dalam hati ).
Sesaat lamunanku pudar terdengar suara motor yang aku kenal. Yupzt tepat sekali itu Awan. Akhirnya dia dateng juga tapi ?? Bukannya ?? Agh bodo yang penting dia dateng ke rumah.
“ ay...turun gih aku dah di depan “
“ iya “
Aku berjalan menelusuri anak tangga, menyapa sang pacar tercinta
“ hay “ ( sapaku kecut )
“ ada apa sayang “ ( tanyanya sabar )
“ kamu gak jadi pergi sama aan ? “
“ gak sayang demi kamu deh apa aja sebisanya aku lakuin. Ada apa sayang “
“ aku mau tanya, kamu masih ada hubungan sama Melin ?”
“ astaga sayang, kamu dapet kabar dari siapa sih ? Aku kan udah milih kamu “
“ tinggal bilang iya atau gak ?”
“ yank.. ?”
“ tinggal jawab kan ? “
" gak sayang, kamu percaya deh sama aku ay. Makanya ay jangan mudah percaya dengan apa yang dibilang orang lain yang mungkin iri dengan hubungan kita sekarang "
" umbzz...mungkin iya ya ?"
" iya mungkinlah ay, bukan maksud buat nuduh juga tapi ya gimana orang kenyataannya kayak gitu "
" oke aku saat ini percaya sama kamu ay, tapi awas aja kalau suatu hari nanti kamu ketahuan apa yang di katakan Anjar tadi "
" owh, ini tingkahnya Anjar ay ? Owh pantes kamu kayak nyembunyiin banget. Sahabat kecilmu sih ya ? "
" lah kok jadi kamu yang marah ! "
" habis kamu kesannya mbela sahabatmu banget sih, sampai gak percaya gitu sama pacar sendiri "
" iya udah aku yang minta maaf deh "
" iya sayang,, sama-sama deh yaa yank "
" hehehe "
......
Kepercayaan merupakan fondasi dalam setiap hubungan.
Kesetiaan merupakan hasil dari terciptanya kepercayaan.
Tak boleh secepat kilat mempercayai perkataan seseorang yang mungkin berusaha merusak hubungan kalian.
Cinta bukan sebuah hal yang mudah dihancurkan ketika fondasinya sudah diperkuat
Kini semuanya telah kembali seperti semula. Tak perlu lagi percaya dengan apa yang dikatakan orang lain. Berusahalah untuk percaya dengan pasangan kita yang sekarang.
" umbzzz...masalah udah kelar deh sekarang, gak boleh lagi ini kemakan omongan orang lain lagi. Ay lagi dimana ? "
" lagi ada urusan sayang, kenapa ? "
" gak tanya aja "
" jangan curiga lagi ya sayang "
" iya sayang. Nanti maen ketempatku yaa ? Aku mau ada yang aku ceritain "
" iya sayang "
....
" Ran ... Temenin aku yuk ?"
" kemana Din ? "
" Mall yukk "
" ayo deh "
" tapi kamu gak ada janjikan sama Awan ? Nanti kayak dulu-dulu lagi ada janji terus karena kamu gak enak sama aku kamu undurin janjianmu sama Awan "
" gak kok Din santai, dia lagi pergi kok gak tau sama siapa "
" eittss ingat jangan curigaan gitu sama pacar gak baik "
" iya ndan,,, ya udah cuss "
.....
Bersendau gurau dengan sahabatku setelah sekian lama jarang bertemu, kini akhirnya mampu bertemu kembali dan maen bareng lagi. Persahabatan itu gak akan pernah memandang seberapa sering kita bertemu dan seberapa sering kita berkomunikasi. Namun jangan pernah menghapus nama sahabatmu di dalam hati. Biarkan terukir indah disisi nama jodohmu :)
" Ran ? "
" iya Din kenapa ? Bentar-bentar aku ke kasir dulu ? "
" bentar deh Ran, lihat itu kayak Awan bukan sih ? "
" gak mungkinlah beb, Awankan lagi ada urusan ya walau gak tahu urusannya sama siapa "
" gak gitu Ran, ya udah kita deketin dulu yaa ? Tenangin dulu hati kamu "
" Iya udah yukk "
...
" Wan ?? "
" ehh.... Dina ,, Kiran ? "
" iya ini aku Kiran. Lagi ngapain ini ? Eh siapa itu kenalinlah Wan, sama sahabat sendiri juga masak iya main rahasia-rahasiaan ?"
" ehhh....umbzzz...."
" owh iya mbag,,kenalin aku Tisha mbak. Aku gebetannya Awan ? "
" owalah gebetan ? Iya kenalin ya aku Kiran sahabat dari Awan. Kenapa gak jadian aja ? Kebetulankan Awan lagi jomblo tuh, pas banget kalian serasi kok "
" ah mbag Kiran bisa saja. Insya Allah mbag doain saja, saya amsih butuh waktu untuk menerima Awan ? "
" lah ? Butuh waktu ceritanya Awan udah ngungkapin perasaannya ? "
" iya mbag baru 3 hari yang lalu kok mbag "
" deketnya udah berapa minggu ? Awan nih gak pernah cerita apa-apa "
" Untuk kenal udah lama mbak tapi akrabnya baru satu bulan yang lalu mbak "
" lumayan lama yaa. Ya udah lanjutin deh ngedatenya, aku mau cari pacarku yang tadi katanya ada urusan dulu deh ya. (sambil berbisik) good job untuk kamu ndaa "
" eh...Ran.... !!! "
" Tish, aku...mau nyusulin Kiran dulu ya ?"
" owh iya udah Kak, aku juga mau pulang dulu "
" ati-ati ya maaf gak bisa ngaterin kamu "
" iya gak apa Kak, salam buat mbak Kiran "
.....
" ay...ay !! Tunggu "
" Ran,,kamu gak apakan ? "
" astaqfirllah Din, kenapa sih harus kayak gini. Mereka udah kenal satu bulang yang lalu terus Awan udah ngungkapin perasaannya sejak 3 hari yang lalu itu waktu-waktu aku jadian dan masalahku kemarin. Jadi bener adanya apa yang dibilang Anjar ? Aku gak sanggup din, sakit bener-bener sakit hatiku Din. Aku udah gak kuat berackting aku sahabatan sama Awan di depan Tisha, dia gak salah apa-apa. Astqfirllah "
" udah..udah Ran,, diem yaa jangan nangis gini donk. Tenangin hatimu dulu yaa...sini-sini puasin nangismu Ran. Setelah kamu puas kamu bisa minta penjelasan langsung sama  Awan ya sayang. Aku salut dengan apa yang kamu lakukan tadi Ran. Sabar coba kamu ingat-ingat dulu apa yang membuat Awan gak nyaman sehingga dia harus berperilaku seperti ini ? "
" gak tahu Din, aku terlanjur hancur untuk saat ini, aku gak mau bertemu dia dulu aku gak sanggup. Benar-benar gak sanggup aku Din "
" iyaa...iyaa. Nanti pasti Awan datang menjelaskan semuanya kok Ran. "
" iya udah, aku nanti turunin di Taman ya Din aku mau menyendiri disitu aja "
" yakin Ran ? Aku temenin ya ? Kamu sedang rapuh saat ini "
" gak usah gak apa kok, makasih ya Dina "
Kini air mataku mengalir sangat derasnya
Hatiku benar-benar rapuh dan hancur
Kekuatan cinta dan kepercayaanku mulai pudar
Semua kini tersisa hanya rasa was-was
Mulutpun tak sanggup lagi berkata
Lidah serasa sangat kaku untuk berucap
Tubuhpun serasa tanpa tulang
Semua kini hanya seperti bayangan yang tak nyata kembali
Kebingungan mulai menyelimuti hatiku
Keresahan yang menenmani hatiku kini
Kegundahan yang menguasai hati dan jiwaku
Harus marah, sedih atau kecewa akupun tak mampu membedakan
Kini terserah dengan kenyataan yang ada
Ketika kebahagian bukan berasal dari aku
Ketika kenyamanan bukan karena aku
Kini hanya mampu berkata " semua berada di tangan kamu "
" Yank "
" Hey, kenapa sayang ? Udahan urusannya ? Ada apa datang kesini ? Masih pedulikah sama aku ? "
" yank,,jangan bersikap seolah-olah kamu tegar dengan apa yang udah terjadi. Aku minta maaf yank untuk apa yang aku lakukan tadi "
" gak apa kok ndaa, bukan salah kamu atau dia tapi salah aku. Mungkin kamu gak merasa nyaman setelah satu bulan ini berhubungan dengan aku ndaa, sekarang semua keputusan aku serahkan ke kamu ndaa "
" yank,,pliss ay jangan semakin nyiksa aku seperti ini, aku tahu kamu marah namun kamu berusaha bersikap sabar dengan apa yang aku lakukan ? Terbukti sikap kamu yang seolah-olah ngaku sahabat aku padahal kamu pacar aku ay !"
" ( dengan tetesan air mata ) aku harus gimana ay ? Aku harus ngaku kalau aku pacar kamu dan aku harus marah-marah gitu sama kamu dan Tisha ? Gak ay gak mungkin aku lakukan itu di depan umum, karena apa ? Karena aku peduli sama kamu ay aku sayang kamu jadi aku gak akan pernah bisa mempermalukan kamu "
" ( menarik tangan dan memelukku ) sayang aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf oke aku jujur, emang waktu kita awal jadian itu aku kenalan sama gadis namanya Tisha (sambil melepas pelukannya) aku tertarik sama Tisha dia orangnya asik dan perhatian "
" cukup ay gak usah dijelasin lagi, aku sadar kok aku hanya seorang gadis yang cuek gak pernah ada perhatiannya sama pacar, dan sekarang mungkin kamu gak bis bilang apa yang ingin kamu katakan. Kini aku beri kesempatan kamu buat mendekati dan memiliki Tisha ay, aku ngalah dan aku menyerah. Aku terlanjur rapuh untuk hal sperti ini. Makasih untuk semuanya dan maafin segala apa yang aku lakukan ke kamu yang mungkin sering membuat kamu kecewa. Aku sayang kamu ndaa :) "
" aku harus bersikap seperti apa dan aku harus bagaimana ay biar kamu bisa kembali ke aku "
" gak perlu ay, makasih untuk segala penantiamu dan segala pengorbanan atau kesabaranmu maaf aku gak bisa bales apa-apa "
" ay, air matamu semakin menyakiti aku sendiri, hatiku sesak melihat kamu sperti ini ay pliss jangan siksa aku ay "
" gak sayang, (sambil mengusap air mata dan berusaha tersenyum) aku baik-baik saja semoga kamu bahagia ya ndaa, maaf untuk segala sesuatunya "
Semenjak saat itu hubunganku dengan Awan berhenti. Tiada lagi cemburu-cemburuan tiada lagi perjuangan demi mendapatkan restu orang tua. Kini semua kembali pada keadaan semula seperti orang yang tak saling kenal dan tak ada lagi segala perhatian itu.
Ketika cinta tak mampu bertahan untuk apa dipertahankan
Ketika cinta tak sanggup untuk berjuang untuk apa diperjuangkan
Bukan karena berputus asa namun hanya tak mau untuk memaksa
Bukan karena pasrah dengan keadaan namun hanya tak ingin menyesali
Harapan segala sesuatu yang dirumuskan dari awal kini telah pupus
Semua kenangan masa lalu tak mampu dikenang lagi
Kini yang tertinggal hanyalah simponi hitam
Perasaan rindu tak pantas lagi dirasakan
Menghapus memorilah yang pantas untuk dilakukan
Kini ku sadari penantianku tak pantas untukmu
Hanya mampu berdoa dan berharap untuk kebahagiaanmu
Segala cinta dan perasaan tak harus memiliki
Biarlah ku jalani hidupku tanpa bayang-bayangmu
Menghapus segala jejak cintamu yang pernah ada di hati
Menscan memori untuk hilang dari virus kasih sayangmu
Dan berjalan lebih tegap menjalani hidup tanpamu :)
Pagi menyapaku dengan semangat baru dengan senyuman sumringah seolah-olah memberi semangat untuk aku lebih tegar lagi. Tak  oleh sebegitu mudahnya rapuh hanya karena persoalan yang seperti ini. Menemani pagi baruku tanpa kehadiran seseorang yang spesial sang suryapun menyambutku dengan dekapan hangatnya. Burung menyanyikan lagu pagi menghiburku dan anginpun sayup-sayup ramah menyapaku. Kini tak akan ada lagi segala perhatian dari seorang pacar jadi untuk apa terus berharap suatu hal yang telah diputuskan. Tak berapa lama dering nada " Pemilik Hati " berdering. Dering itu adalah nada dering khusus Awan. Ku kuatkan hati menggapai handphoneku.
" Klik "
" pagi..(sapaku sumringah) "
" pagi sayang,, have fun for today sayang, I always Love you :) "
" ehm..maaf mas Awan gak pantes bilang seperti itu, oke deh kamu juga yaa "
" iya sayang,,"
Astaga kenapa harus bersikap seperti seolah-olah kita masih ada hubungan lagi ? Umbzz,,bersikap cuek-cuek aja deh gak boleh plin-plan gitu. Siapa tahu dengan begina hubunganku makin berlanjut pada persahabatan. Amin. Hampir setiap hari mulai dari pagi siang dan malam Awan lantas menyapaku hal itu berlangsung hingga 3 bulan. Namun aku masih bersikap dingin kepadanya karena aku takut tak mampu mengendalikan perasaanku saat ini dengan dia. Sejujurnya tak mampu untuk berbohong kalau aku masih sayang dan berharap bersama dia namun untuk apa aku terus berharap dengan hal yang seperti itu ketika cinta harus dikhianati dan tiada lagi kejujuran. Semuanya cukup sampai disini saja dan tak perlu disesali.
Ketika niat baik harus dibalas dengan rasa cuek dan sikap masa bodo maka bukan suatu kesalahan ketika dia merasa bosan dan berusaha untuk mencari pelampiasan yang lain. Jadi untuk apa harus merasa kehilangan dengan segala perhatian yang dia berikan. Inilah bayaran terhadap orang yang bersikap cuek dengan segala perhatian yang telah tercurahkan melalui seseorang yang sesungguhnya kau harapkan sejak lama. Mencintai memang tak sepenuhnya akan selalu bersama namun jangan pernah berharap kembali terhadap seseorang yang telah pergi. Jalani segala hidupmu tanpa dirinya karena sesungguhnya tanpa diapun hidupmu akan lebih berarti.
Segala sesuatunya butuh proses begitu pula dengan melupakan seseorang yang pernah singgah di hati kita. Biarkan semua kenangan dan harapan hanya menjadi sebuah bayang-bayang indah di masa lalu. Berjalan ke depan dan tak perlu lagi memandang ke belakang untuk menyesali dan berusaha kembali. Biarkan semua berlalu asal hidup tetap harus berjalan sebagaimana mestinya.
Setahun,,dua tahun tiga tahun berlalu tanpa kehadiran seseorang yang spesial di hati. Menyesal ? bersedih ? bukanlah suatu jawaban yang tepat untuk ini. Kerinduan pasti ada namun tak pantas jika kita sandingkan dengan perasaan sedih dan menyesal. Dia telah memiliki kehidupan yang baru, dia telah bersama dengan seseorang yang baru dan dia telah memilih tambatan hati yang lain. Meski disini hanya bisa menantikan suasana yang dulu hadir namun aku tak menyesali hal ini. Akupun tak akan mengharap dia kembali. Cinta yang dulu masih tetap membekas dan tersimpan rapat dalam hati. Pegangan tangan yang menenangkanpun masih tetap terasa sampai saat ini namun...sekejap teringat ! STOP ! dia hanyalah seseorang yang tersakiti karena sikapmu yang terlalu masa bodo jadi jangan pernah berharap bahwa dia akan kembali. Kepergian dia membuatku akrab dengan sahabatku sendiri hingga muncul sebuah perasaan yang tak pantas untuk dirasakan.
" Ran ? "
" Hey, An. Kenapa ? "
" masih mengingat-ingat Awan ? "
" owh gak kok. Kenapa emang ? "
" agh gak mungkin pasti iya kok, aku tuh heran dengan hubungan kaliyan sih "
" lah emang kenapa ? "
" aneh aja, pacaran tapi gak kayak orang pacaran "
" kamu tuh yang aneh kali An "
" makanya punya cowok itu jangan disia-siakan gitulah, sekarang dia pergi bingungkan ? nyeselkan ? "
" gak juga sih, tapi emang ngerasa bersalah aku. Rasanya pengen minta maaf tapi susah pasti dia dah sama yang lain sih "
" udah gak usahlah lupain aja, buka hatimu buat yang lain. Masih banyak yang lebih baik kok "
" that's right. Pinter kau An "
" Ran ! "
" iyaa "
" boleh aku ngomong sesuatu ? "
" lah daritadi ngapain kalau gak ngomong ? "
" aku serius ! "
" wuzz santai lhow ya, ada apa emang ? "
" Kamu gak sadar tentang persahabatan kita selama ini ? "
" sadar bangetlah we are best friend all right "
" gak, maksudku kamu gak ngerasa ada yang berbeda dengan persahabatan kita  ? "
" gak ih biasa aja "
" boleh aku jujur ? "
" owh pasti itu, sok jujur aja "
" AKU SUKA KAMU "
" hah ? hahaha bercanda kamu An, kita udah sahabatan lama lhow ya, gak mungkinlah semua rasa persahabatan itu berubah menjadi Cinta secepat ini "
" tapi ini kenyataannya Ran "
" tapi sorry An aku gak bisa, aku gak mau secepat ini buka perasaan terhadap orang "
" oke aku tunggu kok, tapi aku mau dengan kamu tahu perasaanku ini kamu gak akan ngejauh dari aku "
" pastilah gak akan pernah "
Bukan sebuah kesalahan jika persahabatan menjadi sebuah perasaan cinta.
Bukan sebuah kebetulan jika ungkapan sayang sahabat itu harus terungkap menjadi ungkapan kasih sayang seorang kekasih.
Namun bukan karena keterpurukan kita bisa menerima sahabat kita yang bukan lagi seorang yang baru lagi dalam kehidupan kita.
Cinta bukan suatu hal yang instan karena kita ingin melupakan seseorang di masa lalu kita. Kita tak mampu memaksakan cinta, kita juga tak bisa berbohong tentang cinta.
Cinta bukanlah sebuah kebohongan namun cinta adalah sebuah kesetiaan dan perasaan yang suci.
Bukan lantaran tidak ingin mengecewakan seseorang yang telah mampu mencintaimu kamu harus secara terpaksa menerima cintanya.
Bukan karena takut kehilangan cintanya juga kamu harus mencoba menerimanya.
Cinta bukan suatu hal yang menjadi sebuah percobaan namun cinta adalah sebuah ketulusan yang lahir dari hati seseorang.
Jangan pernah memulai hubungan dengan kata Kasihan terhadap seseorang yang telah bisa mencintaimu
Jangan pernah menerima cinta dengan niat tidak ingin melukai hati seseoranga yang telah bisa mencintaimu
Namun jujurlah dengan perasaanmu sejak awal agar tiada yang tersakiti nantinya
" Ran, bisa ketemu ? "
" mau ngapain ? bawa oleh-oleh yag ? hehehe "
" iya deh mau apa ? "
" eh beneran ini ? "
" iya, mau apa ? "
" aku sih emang lagi pengen sesuatu tapi bukan makanan An, gak jadi deh hehehe takut merepotkan "
" halah gak apa, minta apa ? "
" yakin ? ntar gak sanggup lagi hehehe "
" agh elah udah sebutian aja maunya apa ? "
" aku pengen boneka Hello Kitty "
" umbzz,, okay deh bakalan aku bawain kalau ke rumahmu "
" lah emang mau ke rumahku kapan ? "
" masih lama kok, aku kan masih di Malang. hahahaha "
" agh gila...aku pikir udah balik kesini kamu "
" kangen yaa ? "
" idih gak banget deh. Ya udah neg gitu kalau pulang bawain oleh-oleh khas Malang yaa ? nanti aku ganti deh uangnya kalau ke banyakan permintaanku hehehe "
" iya beres deh, masih mikirin Awan ? "
" ya'elah Awan lagi..Awan lagi..kamu ngingetin sih jadi inget deh akunya "
" hahahaha orang emang masih mengharap weh kok alesan aja "
" kalau iya kenapa emang ? cemburu ? "
" jelaslah ! "
" waduh,,umbzz dah dihilangin aja itu perasaan biar gak menjamur ntar "
" hahaha ntar kalau menjamur di obati kan bisa "
" haha gila ! lagian kok bisa suka sih sama aku ? kan tahu tuh sahabatmu aku sakitin karena sikapku "
" awalnya sih emang gak suka aku sama kamu, ilfil malah tapi berkat Awan tuh perasaanku mulai tumbuh. Dia nyuruh aku buat gak begitu benci sama kamu, karena aku dengar cerita dia tentang kamu tuh kayaknya nyiksa dia banget sih so aku ilfil deh. Terus dia nasehatin aku gitu deh jadi deh nih perasaan sampai sekarang "
" hahahahahha bego ! makanya jangan coba-coba sekarang kejadian bingung kan kamu, lagian ogah deh aku kalau gitu orang perasaanmu cuma dilandasi dengan uji coba kok ! "
" yahh, Ran jangan salah paham. Itu dulu lowh ya tapi sekarang udah serius banget kok "
" tetep aja semua diawali dengan coba-coba ! cukup tahu deh "
" yah Ran, jangan marah gitu dong "
" gak biasa aja, ya udah aku ngantuk mau tidur dulu " ( kututup telpon Aan dengan sedikit perasaan kesal)
......
" Assalamualaikum "
" Wallaikumsallam, eh kamu An .. udah pulang ? "
" udahlah kenyataannya udah nyampek sini kok. hahaha "
" iya deh, santai aja lagi "
" ini pesenanmu "
" wahh...beneran ini ? makasih lowh yaa...aku ganti gak ini ? "
" gak usah santai aja "
" yakin ? gak nyesel ? mumpung lagi banyak uang juga aku hahaha "
" gak usah "
" okkey deh. eh gimana perasaan kamu ke aku ? udah hilangkan ya ? "
" iya byasa aja "
" alhamdulillah, akhirnya kamu disadarkan oleh Tuhan :D "
" ehm,,,cincin tunangan tuh ? "
" hahaha bukan ini cicinnya pemberian Awan "
" owh Awan,,yayayaya "
" iya, aku sih emang masih berharap dan angan-anganku sih suatu saat nanti aku di bisa dipertemukan lagi dengan dia dengan kondisi kita sudah sama-sama sukses dan kita perbaiki semuanya minta restu ortu berdua insya allah deh semoga aja terwujud "
" amiin "
" iya amiin hehehe. Masih sering ketemu Awan gak kamu An ? "
" udah jarang dan gak pernah malah "
" umbzz ngilang aja tuh anak, kerja mungkin ya ? "
" iya mungkin. Lha katane kamu mau lanjut ke Bandung, jadi ? "
" kok kamu tahu ? "
" tahulah aku kok di lawan, hahaha "
" hahaha saking terobsesinya kamu sama aku sampai segitunya yaa ? "
" idih pede gila kamu itu :/ "
" tapi iya kan ? "
" iya deh hahaha. Ya udah aku balik dulu yaa "
 " oke deh ati-ati ya, salam buat Awan hahaha "
Sepulangnya Aan, entah kenapa aku merasa sakit hati ini mengingat perkataan Aan yang bilang kalau dia sudah tidak ada lagi perasaan apa-apa dengan aku. Mungkinkah aku mulai sayang dia ? atau aku sudah mulai cinta sama dia ? agh aku gak tahu itu yang pasti aku merasa sangat nyaman dengan dirinya. Sikap nyaman belum tentu sayang kan ? tapi suatu saat nanti bisakah untuk menjadi suatu perasaan yang lebih dari kata nyaman ? entah biar waktu yang menjawab itu semua.
Bahagia telah mendapatkan apa yang aku mau tapi aku juga merasa bersalah karena aku tak mampu membalas perasaan dia kepada aku. Namun sekali lagi jujur aku sangat nyaman dengan dia dan terasa tenang ketika dia selalu di samping aku. Aku tak mampu memaknai semua perasaan ini aku tak ingin menyakiti perasaan dia lagi. Tapi ??Mungkin sudah saatnya aku menyatakan dan mulai membuka hati untuk yang lain. Tapi dia kan sudah tak menyimpan perasaan apa-apa lagi sama aku. Dibalik pemikiranku yang terus-terusan bertarung dalam otakku terdengar dering sms hp, dengan sigap aku membukanya. Pesan dari Aan.
.......
" Ran aku minta maaf aku udah bohong sama kamu sebenarnya perasaan itu masih tetap ada di hatiku gak pudar atau mungkin gak akan pudar hanya saja aku takut nantinya kamu akan meninggalkanku ketika aku harus bilang sejujurnya, tapi sekarang akan aku terima semuanya apapun yang terjadi "
" ( nah lowh kalau dia masih menyimpan perasaan kepadaku dan aku mulai ada perasaan sama dia mungkinkah aku bisa pacaran sama dia ? jawabannya pasti tidak karena aku yakin ayah ibu akan menentang hubunganku seperti saat bersama Awan. Dan saat ini aku gak mau ambil risiko untuk menerimanya ) iya jujur An aku juga mulai ada rasa sama kamu karena aku udah ngerasa nyaman sama kamu, tapi aku gak tahu ini perasaan sayang sebagai kakak atau sayang sebagai lebih dari itu aku juga gak mau ngasih harapan yang palsu sama kamu takutnya kamu nanti akan kecewa "
" apa Ran ? kamu memiliki perasaan yang sama ? "
" iya emang aku ngerasa nyaman sama kamu, tapi aku gak bisa buat jadi pacar kamu untuk saat ini karena dulu aku adalah mantannya sahabat kamu dan aku bukanlah piala bergilir yang bisa digilir sana sini, beri kesempatan buat aku mikirkan hal ini matang-matang aku gak ingin sekali lagi ngasih harapan yang palsu ke kamu lagipula aku gak berani naggung risiko tentang hubungan kita nanti ketika ayah ibuku tahu "
" kok kamu gitu ? dulu kamu sangat siap dengan berbagai risiko ketika kamu bersama Awan, tapi ternyata pada akhirnya kamu sakiti juga. Dan sekarang kamu belum puas untuk mempermainkan perasaan cowok lagi ?! "
" terserah An kamu ngomong apa aku dari tadi udah wanti-wanti aku gak ingin memberi harapan palsu ke kamu dan aku butuh waktu untuk berfikir untuk selanjutnya gimananya di tambah lagi aku bentar lagi ada ospek jadi ingin fokus ke situ gak ingin mencampuradukkan semua urusan An, semoga kamu ngerti tentang ini  "
" oke aku ngertiin setelah ospek aku akan tunggu jawaban dari kamu "
Nasi telah menjadi bubur, itulah peribahasa yang pantas untuk menggambarkan apa yang telah aku katakan ke Aan. Aku gak ada maksud untuk memberi harapan ke dia tapi aku juga harus bilang perasaanku yang sebenarnya sekarang ini, tapi aku takut jika perasaan ini hanyalah suatu perasaan yang sifatnya sementara. Entahlah yang jelas aku udah mewanti-wanti bahwa aku gak ingin menjadi seorang cewek yang hanya bisa memberi harapan palsu saja dan akhirnya nanti hanya bisa menyakiti perasaan cowok saja.
Kini saatnya aku berfikir fokus kepada satu hal, fikiranku gak bisa terbagi-bagi untuk semua hal yang harus aku selesaikan. Ada waktu satu bulan untuk aku berfikir. Aku bisa saja menerima Aan namun hatiku rasanya gak lega jika aku harus menerima dia nantinya karena lagi-lagi dan kembali lagi masalah restu dari orang tua, memang ini hanyalah sebuah percintaan biasa yang belum tentu menjadi sebuah hubungan yang serius nantinya tapi...agh !!!! entahlah. Semangat dalam mengejar mimpi kemungkinan datang dari seseorang yang sempat hadir dalam kehidupan kita meski itu tidak bertahan lama. Itulah yang aku awali semangat juangku selain ortu adalah mantan kekasihku yang telah mau hadir dalam kehidupan meski hubungan itu sangatlah singkat. Meski singkat perjuangan dalam mempertahankannya sangatlah ekstra, tak ada restu dari keluarga namun masih tetap bertahan hingga terpaan badailah yang mampu meruntuhkan kisah cinta kita yang telah kita bangun bersama namun tak aku sesali apa yang telah terjadi kemarin.
.......
" Kringggg!! "
" Pagi :) "
" hay pagi gimana ospeknya lancar Ran ? "
" lancar kak, kenapa tumben telpon ? "
" gak, kangen aja. Kamu sih kuliah jauh banget "
" iya tak apalah kak, cari pengalaman baru kok hehehe. Eh iya kak nanti kalau kamu nemuin cincin putih ada permatanya ditengah tolong simpenin yag ? "
" okkay sayang, kamu hati-hati yag di sana. Jaga diri baik-baik yag ? "
" okke kakak, ya udah aku siap-siap beli barang-barang dulu buat aku ospek besok ya kak "
" iya udah sayang. Assalamulaikum "
" Wallaikumsallam "
Semangat untuk Sore ini menyambut esok hari dengan gelar Mahasiswa, upzzz Calon Mahasiswa lbih tepatnya. Bertemu dengan kakak-kakak tingkat yang mungkin gayanya selangit. Dan siapa tahu ada kakak tingkat yang cold plus cakep lumayan untuk cuci matalah biar gak bosen hahaha. Dulu sih waktu technical meeting ada kakak tingkat yang cakep banget tapi sayang hanya sekejab mata doang ngelihatnya dan gak tahu namanya pula, shiit banget deh. Dan semoga besok waktu Ospek ketemu dia Amiinn. hahaha
Ospek adalah masa orientasi bagi para calon mahasiswa sebelum resmi menjadi seorang mahasiswa. Dan kebanyakan ospek di dalam fikiran masyarakat luas merupakan suatu ajang balas dendam untuk para senior terhadap para juniornya. Namun aku disini menyikapi dengan hal yang lebih positiv aja deh biar tidak merasa takut sendiri. Asal apa yang di bawa dan disuruh kakak senior itu kita lakukan pasti gak bakalan tuh ada yang namanya kekerasan dalam lingkup universitas. Dalam hal ini aku mengambil Prodi Psikologi di salah satu Universitas di Bandung. Jadi gak akan mungkin kakak seniornya melakukan kekerasann atau membentak adik junirnya tanpa ada suatu kesalahan. Kalaupun ada pastinya itu kakak seniornya secara tidak langsung belum bisa mengaplikasikan ilmu psikologinya dalam kehidupannya dalam hal ini lingkup universitas.
Untuk menjalani Ospek untuk hari esok di Bandung karena aku gak punya sanak saudara jadi ya ngekost aja. Di kostpun aku punya banyak kenalan mulai dari pulau jawa sampai luar jawa. Makin multi bahasa ini hhehehe. Dan lebih mengasyikkannya lagi ada yang satu fakultas meski beda kelompok setidaknya kalau cari apa-apa bisa bareng-bareng kalau ada yang sama gitu hehehe. Berharap besok bisa itu yang namanya ketemu sama mas-mas yang cakep tapi galak banget mana gak ada senyum sama sekali buseth ! :/
......
Hari Pertama dan hari kedua berjalan dengan lancar tidak ada yang spesial, nah yang hari ketiga ini sebagai penutupan umbzzz...special banget, disini aku tahu nama mas-mas yang aku taksir itu. Seorang cowok yang memiliki perawakan tinggi semampai wajah tampan rambut tersisir rapi, sangat perfectionist. Apalagi selama ospek 3 hari ini dia selalu berada di barisan kelompokku so makin semangat donk sambil curi-curi pandang hahahahahahah modus. Owh iya, namanya itu kak Reno Dwindra. Dari namanya aja udah keren apalagi orangnya tambah keren donk hehehehe. Dihari terakhir ini semua MABA harus menuliskan surat perasaan kagum kepada salah satu kakak senior, umbbzz kesempatanku untuk mengungkapkan isi hatiku hahahha. Malamnya aku sangat serius menuliskan surat untuk kak Reno.
Dear kak Reno
Ku tuliskan surat ini dengan iringan lantunan lagu nan indah sambil ku bayangkan keindahan paras kakak. Cukup dengan aku membayangkan paras mukamu mampu menuntun jari jemariku menari di atas kertas. Di awal pertemuan ke dengan mu saat TM Ospek pertama aku melihat wajah tampanmu namun tertutup oleh wajah sadis, cuek  juga sengau. Tetapi hal itu tak membuat ketampananmu hilang. Tak pandai aku dalam merangkai kata-kata namun inilah yang aku rasa, rasa yang mungkin berawal dari rasa mengagumi. Sejak saat itu aku mulai mencari ttahu tentang identitas kakak. Kepo ? memang namun aku harus cari tahu :D hehehehe
Awal Ospek dimulai berharap akan melihat sedikit senyuman dari wajahmu tapi nonsen :(. Mungkin memang dari sononya ya pelit senyum tapi ya sudahlah tak apa siapa tahu suatu hari nanti bisa nowh melihat senyumannya :D. Satu kata yang aku ingat hingga sekarang " kami menghargai usaha rekan-rekan yang telah tertib, kami membuat peraturan bukan tanpa tujuan tapi kami melatih rekan-rekan untuk lebih siap ketika menghadapi tugas kuliah ke depannya nanti ".
Penutupan PPA diiringi dengan pertunjukan dari team teater, disitu meski terkesan senyumannya tertahan namun....subhanallah banget aura tampannya mulai terpancar dan cakep banget :). Maaf kak jika apa yang aku sampaikan terlalu frontal padahal kalau ketemupun aku belum pasti berani untuk sekedar melihat wajah tampanmu dan inilah kesempatanku untuk itu :)
Salam dari your screet of admire :)
Surat dikumpulkan dan waktunya mencari sosok kak Reno untuk meminta foto dan tanda tangannya. Meski sebenarnya akan sering ketemu nantinya kalau sudah mulai perkuliahan secara rutin namun pasti gak akan ada kesempatan untuk sekedar foto bareng ataupun minta tanda tangan jadi ya inilah saatnya inilah waktunya. Masa bodo deh dengan pendapat orang yang nantinya akan bilang aku terlalu berlebihan yang penting keinginanku tercapai. Akupun pulang tanpa membawa rasa lelah ataupun capek yang aku bawa adalah sejuta rasa senang dan perasaan bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar